• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2743 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2684 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2706 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2686 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2685 Kali

  • Home
  • Opini

DPRD Minta Tim Audit Turun

Pasar Cik Puan Penyakit Herman Abdullah yang Diwariskan

Redaksi Radarpku

Sabtu, 31 Oktober 2015 17:52:03 WIB
Cetak
Pasar Cik Puan Penyakit Herman Abdullah yang Diwariskan
Bangunan pasar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru tampak terlantar, Jumat (20/2). Pemerintah masih belum melanjutkan pembangunan pasar modern tersebut karena belum adanya kesepakatan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi R

RADARPEKANABARU.COM- Kalangan DPRD Pekanbaru mengaku heran, hingga sekarang kelanjutan pembangunan Pasar Cik Puan Pekanbaru, belum ada progres apapun.

Padahal jika memang Pemko Pekanbaru serius, maka pembangunan Cik Puan akan selesai. Karena persoalan ini tak kunjung selesai, dewan menyarankan agar tim audit turun tangan.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru H Darnil SH, Jumat (30/10/2015) mengamini persoalan ini. Menurutnya, meski bangunan lama Pasar Cik Puan sudah diaudit, namun dengan adanya persoalan sekarang, perlu diaudit lagi. Karena, pasar ini sudah lama terbengkalai. Pengaruhnya, pedagang yang dirugikan.

"Audit awal disebutkan aset bangunan tersebut senilai Rp 20,5 miliar. Logikanya, kalau tidak ada masalah lagi, pasti dilanjutkan bangunan sekarang. Tapi buktinya, terkatung-katung tak jelas. Makanya kita sarankan di audit lagi. Kalau bisa penegak hukum masuk," harapnya.

Benang kusut berawal dari massa Herman Abdullah

Dikutip Radar Pekanbaru dari Riaupos.co bahwa solusi baru atas silang sengkarut Pasar Cik Puan disampaikan Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Wali Kota memaparkan bahwa rencananya, Pemko Pekanbaru akan menggandeng investor untuk pembangunan pasar ini menjadi lebih modern.

Dia juga menceritakan bahwa sebenarnya sudah ada rencana MoU lanjutan antara Wali Kota Herman Abdullah dengan Gubernur Rusli Zainal di masanya. Namun ia pun tidak mengetahui apa penyebabnya sehingga batal dilaksanakan dan berkelanjutan sampai bangunan yang ada terbengkalai. Dalam MoU tersebut, intinya menyebutkan lahan merupakan aset Pemprov Riau dan pengelolaan oleh Pemko Pekanbaru.

Firdaus juga tetap berkeras tak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru untuk membangun Pasar Cik Puan ini. Ia memilih untuk menggandeng investor dan akan membuat bangunan pasar modern 15 lantai yang terintegrasi.

Firdaus mengabaikan apa yang sudah dilakukan pendahulunya Herman Abdullah. Dia memiliki alasan pragmatis, bahwa kalau bangunan yang sudah dibuat di masa Herman Abdullah itu diteruskan, kapasitasnya hanyalah 850 kios. Sementara pedagang saat ini, menurut versi Firdaus berjumlah 1.100. Sebanyak 350 pedagang tak kebagian tempat.

“Kalau itu diteruskan dengan keadaan harga barang seperti sekarang, kita perlu Rp50 miliar sampai Rp60 miliar agar bisa operasional,’’ urainya.

Kondisi ini pulalah yang membuat Firdaus tak mau mengeluarkan APBD untuk meneruskan pembangunan. Ia menyebut terlalu besar uang negara jika harus dihabiskan ke sana. Kalau pemerintah yang mengoperasionalkan juga tidak akan teratur. Subsidi nanti akan mencapai Rp3 miliar sampai Rp4 miliar per tahun. Jika dikalkulasikan, untuk 30 tahun, Pemko harus mengeluarkan Rp170 miliar.

Enggannya Pemko meneruskan bangunan pasar memunculkan anggapan dana yang dimiliki Pemko dialihkan semuanya pada pembangunan perkantoran Pemko Pekanbaru di Tenayan Raya.

‘’Bukan. Bukan seperti itu,’’ bantah Firdaus.

Dia menyebut, jika dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga, maka Pemko Pekanbaru akan mendapatkan pengembalian sebesar Rp20 miliar untuk rangka bangunan yang dihancurkan.

Dalam konsep Firdaus, bangunan karya Herman Abdullah itu akan dihancurkan untuk bisa dibangun kembali 15 lantai. Lantai 1 dan 2 untuk 1.200 kios, lantai 3 dan 4 jadi mal, sementara lantai 5 sampai 15 untuk hotel dan apartemen. Setelah 30 tahun, aset itu kembali ke pemerintah. Untuk bangunan seperti itu, paling tidak diperlukan biaya sebesar Rp300 miliar. Setelah penyusutan, nilainya masih ada Rp150 miliar.  “Nanti kita kontrakkan lagi ke yang berikutnya. APBD satu rupiah pun tidak kena,’’ jelas Firdaus.

Semua rencana itu kini masih dalam tataran wacana Firdaus. Hingga sejauh ini, belum ada kata sepaham antara Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau, terutama tentang pencatatan aset. Belum lagi soal batas ketinggian bangunan karena kawasan itu dilalui pesawat menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. ‘’Kalau pribadi Plt (Gubri) sudah oke. Kami berdua oke. Hanya di bawah masalahnya,’’ sebutnya.

Kapan ia menargetkan masalah aset ini selesai, Firdaus tak bisa menjawab. Hal ini akan tergantung bagaimana pembahasan tim dari Pemko dan Pemprov Riau.  “Kalau selesai, bisa dilaksanakan. Untuk investor, yakin kita banyak yang mau,’’ ujarnya yakin.

Jangan Sengsarakan Pedagang

Seorang pedagang pakaian anak di Pasar Cik Puan, Desi meminta kepada Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau untuk memberikan solusi permanen di Pasar Cik Puan ini. Untuk jangka pendek, ia minta pemerintah hadir dan menjaga keamanan dan kenyamanan pasar.

Sejauh ini memang tak ada penjaga malam yang rutin melakukan patroli di Pasar Cik Puan. Padahal jika pun membayar jasa keamanan, khususnya di malam hari, yang dikoordinir Pemko Pekanbaru, misalnya Rp20 ribu per bulan, mereka siap. Ini demi menjamin tak ada api lagi yang membakar di malam hari. Mereka benar-benar trauma.

Solusi jangka panjangnya tentu saja mereka berharap Pasar Cik Puan yang permanen. Tentunya pasar yang aman dan nyaman bagi pedagang. Sejauh ini, kerangka Pasar Cik Puan yang sudah dibangun sejak tahun 2009 atau sejak enam tahun lalu memang pasar tradisional. Tapi pedagang sempat juga mendengar akan dibangun alternatif lain, seperti mal.

Kendati spekulasi itu bisa saja terjadi, tapi Desi berharap hal itu tak terjadi. Dari beberapa kasus seperti di  Senapelan Plaza (dulu Pasar Kodim), dan Plaza Sukaramai (dulu Pasar Pusat Sukaramai) pembangunan pasar tradisional menjadi pasar modern hanya menyengsarakan pedagang. Sebab, konsep pasar modern yang digabungkan dengan mal akan dijual dengan harga sangat mahal. Itu pun pedagang belum tentu bisa berjualan dengan keuntungan lebih baik. Pengalaman di Plaza Sukaramai, para pedagang di sana harus sepi pembeli selama lima tahun.

“Jadi kalau mau memberi solusi, tolong yang berpihak pada kami, bukan pada pihak tertentu saja. Kami mohon dengan sangat sangat betul perhatian pemerintah. Jangan sengsarakan kami,” ujarnya memelas.

Dia juga mengaku tak tahan jika seperti ini terus. Para pedagang Pasar Cik Puan ini, menurutnya relatif sabar, tak seperti pedagang lain yang kerap demo. Tapi karena ini menyangkut perut dan nasib, maka mereka bisa tak tahan.

“Kami ini seperti dikejar api. Wahai pemerintah, tolong akhiri derita kami ini. Cukup sampai di sini. Carilah solusi terbaik,” ujarnya lagi.

Pengamat perkotaan, Mardianto Manan menyebutkan, rencana Pemko Pekanbaru membuat bangunan 15 lantai di Pasar Cik Puan hanya akan menimbulkan masalah baru. Dia yakin tak akan ada investor yang berminat pada rencana itu, apalagi mereka harus membayar untuk Pemko Pekanbaru demi meruntuhkan kerangka yang sudah dibangun di masa Wako Herman Abdullah. Jika pun ada, dia meyakini biaya itu nantinya akan dibebankan kepada para pedagang yang akan menempati pasar tersebut.

“Pasti harganya akan sangat mahal,” ujarnya.

Menurutnya, solusi permanen sangat simpel sekali, yakni melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Wali Kota Herman Abdullah. Tapi jika berlarut-larut kembali, maka TPS Cik Puan itu akan kembali dirundung masalah. Selagi tak ada solusi permanen di Pasar Cik Puan, tak ada jaminan bara tak akan kembali menyala di sana. Siapa yang tahu?   (Radarpku/TP/Rpg)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.776 per Kg
24 Juni 2026
Jalur Afirmasi SMA/SMK Swasta di Riau Resmi Dibuka
24 Juni 2026
Lima Nama Calon Sekda Kota Pekanbaru Muncul, Siapa yang Dipilih Walikota?
24 Juni 2026
Akhlak Rasulullah Ubah Rasa Benci Jadi Cinta
24 Juni 2026
Prabowo Terbang ke Gorontalo untuk Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
24 Juni 2026
Trump Ancam Hancurkan Iran jika Tak Hentikan Dukungan untuk Kelompok Proksi di Lebanon
24 Juni 2026
Pemprov Riau Segera Lebarkan Dua U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai untuk Urai Kemacetan Simpang SKA
23 Juni 2026
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Salah Satu Faktor Kenaikan PAD Pekanbaru Karena MBG
23 Juni 2026
Jaksa Segera Limpahkan Perkara Pembacokan Mahasiswa UIN Suska ke Pengadilan
23 Juni 2026
Cara Meraih Surga Menurut Ulama Sufi Syekh Hatim Al-Asham
23 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.776 per Kg
  • 2 Jalur Afirmasi SMA/SMK Swasta di Riau Resmi Dibuka
  • 3 Lima Nama Calon Sekda Kota Pekanbaru Muncul, Siapa yang Dipilih Walikota?
  • 4 Akhlak Rasulullah Ubah Rasa Benci Jadi Cinta
  • 5 Prabowo Terbang ke Gorontalo untuk Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
  • 6 Trump Ancam Hancurkan Iran jika Tak Hentikan Dukungan untuk Kelompok Proksi di Lebanon
  • 7 Pemprov Riau Segera Lebarkan Dua U-Turn di Jalan Tuanku Tambusai untuk Urai Kemacetan Simpang SKA

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com