• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2754 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2695 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2715 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2693 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2696 Kali

  • Home
  • Opini

Wilmar, Usai Rusak Hutan, Kini Selundupkan Semen

Redaksi Radarpku

Senin, 12 Oktober 2015 10:51:28 WIB
Cetak
Wilmar, Usai Rusak Hutan, Kini Selundupkan Semen
Martua Sitorus atau dikenal juga dengan Thio Seeng Haap adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia bersama dengan Kuok Khoon Hong mendirikan perusahaan Wilmar International yang bergerak dibidang perkebunan dan pengolah minyak sawit mentah (CPO)

RADARPEKANABARU.COM-Tak pernah habis pikir setiap melihat ada Warga Negara Indonesia (WNI) kaya raya yang mencuri dari negerinya sendiri. Wilmar, kependekan dari William Kuok dan Martua Sitorus, setelah kaya raya dari bisnis sawitnya yang merusak hutan, kini mencoba modus pencurian lain dengan penyelundupan semen, bisnis barunya.

Pekan lalu, muncul berita-berita yang menyingkap kasus penyelundupan semen Merah Putih, merek dagang milik PT Cemindo Gemilang, anak usaha dari Ganda Group milik Ganda Sitorus, saudara laki-laki Martua Sitorus. Ganda Group juga merupakan perusahaan terafiliasi dengan Wilmar International yang berperan sebagai pelaku perusakan hutan, sering konflik dengan warga setempat untuk pembukaan lahan sawit (seperti kasus konflik Asiatic Persada dengan Suku Anak dalam yang menelan korban jiwa), lalu produksi sawitnya ‘dijual’ ke Wilmar International untuk dipasarkan di internasional.

Modusnya jelas. Wilmar sebagai penjual sawit yang tampak bersih di mata internasional, seolah tidak merusak lingkungan, seolah tidak membunuh warga untuk pembebasan lahan, di sisi lain Ganda Group menjadi pelaku aktivitas kotor untuk kepentingannya Wilmar. Wilmar belakangan ini kembali menegaskan komitmen Nol Deforestasinya. Sebuah kebohongan besar. Semua aktivis lingkungan hidup tahu betul seluk-beluknya.

Semua juga tahu kalau Wilmar juga membeli sawit dari Bumitama Agri, perusahaan lain milik pengusaha Indonesia yang membunuh Orangutan untuk membuka lahannya. Greenpeace telah menyingkap adanya kuburan Orangutan di Kalimantan hasil pembantaian bersama Bumitama Agri dan BW Plantations (perusahaan go public di pasar saham lokal).

Musim Mas, salah satu perusahaan sawit raksasa lainnya, tempat Martua Sitorus berguru dahulu kala ketika masih belajar bisnis sawit, sebelum mendirikan Wilmar, juga menjadi pelaku perusakan hutan. Greenpeace tengah mendesak Procter dan Gamble (P&G) agar stop beli sawit dari Musim Mas yang merusak hutan. Musim Mas juga menjadi salah satu pembeli sawitnya Bumitama Agri, seperti halnya Wilmar International.

Sinasmas. Semua juga tahu kelakuan produsen sawit milik Eka Tjipta Wijaya ini. Lagi-lagi pengusaha lokal yang mencuri dari negerinya sendiri, juga merusak hutannya. Sinarmas kini mengklaim komitmen Nol Deforestasi, setelah ia membabat seluruh lahannya (deforestasi). Wajar saja kini ia bisa mengklaim bisa melaksanakan Nol Deforestasi, perusahaan ini sudah membabat seluruh lahannya terlebih dahulu, terkena kasus lingkungan hidup, kini menyatakan Nol Deforestasi, karena memang sudah tidak ada lagi lahan miliknya yang belum dibabat. Semua sudah dibabat dan ditanami. Trik culas dari Sinarmas.

Lebih jijik lagi kalau mendengar ada orang-orang yang membela para pengusaha sawit yang gemar merusak lingkungan itu. Dibayar berapa sih mereka? Wajar saja, media bisa dibeli sehingga masyarakat juga gampang dibodohi. Tempo dulu keras sekali menyerang Sinarmas ketika Greenpeace menyingkap perusakan hutan Sinarmas. Tapi akhirnya kasus ini dikubur dalam-dalam dari pantauan Tempo. Katanya sih, Gunawan Muhamad sudah ‘dibeli’ oleh Sinarmas melalui suntikan dana untuk pendirian Salihara dan Green Gallery.

Belum puas merusak hutan, Wilmar kini mencari cara mencuri lain dari Indonesia. Melalui perusahaan terafiliasinya, Ganda Group mendirikan PT Cemindo Gemilang pada tahun 2011 untuk menyelami bisnis semen. Pada 2012, Cemindo Gemilang membeli mayoritas saham Chinfon Cement Corporation, perusahaan semen Vietnam.

Sayangnya, peraturan pemerintah Indonesia melarang impor semen gelondongan atau semen jadi yang siap dipasarkan. Impor hanya diizinkan berupa clinker (bahan baku semen). Seharusnya, Chinfon Cement mengekspor clinker ke pabrik Cemindo Gemilang di daerah Banten, untuk kemudian diolah disini, baru kemudian dikemas dan dipasarkan pada konsumen Indonesia. Masalahnya, pabrik Cemindo Gemilang yang dibangun Wilmar melalui Ganda Group di Banten belum rampung, sementara penjualan Chinfon Cement juga tak dapat ditunda.

Alhasil, Wilmar menyiasatinya dengan mengimpor semen jadi (gelondongan, bukan clinker) dari Chinfon Cement, sudah dalam kemasan bermerek Semen Merah Putih, merek dagang milik Cemindo Gemilang. Impor atau penyelundupan ini dilakukan melalui 12 pelabuhan yang berarti untuk langsung dipasarkan di seluruh Indonesia. Ini jelas modus culas dari Wilmar dan Ganda Group.

Bea dan Cukai berhasil menangkap upaya penyelundupan ini dan pemerintah melalui sejumlah kementerian mendesak dilakukan pengusutan lebih jauh. Mudah-mudahan benar akan diselidiki lebih jauh, karena kita semua tahu Bea dan Cukai kadang bungkam setelah disumpal duit. Duit beberapa puluh miliar apa sih artinya buat Wilmar dan Ganda Group? Untuk masuk bisnis semen ini saja, Wilmar dan Ganda Group sudah keluarkan duit triliunan. Suap puluhan miliar saja tak seberapa.

Sungguh kecewa kalau sampai kasus ini tak dapat diungkap. Modus Wilmar masih sama, kejahatan dan pelanggaran dilakukan melalui Ganda Group seperti yang terjadi dalam menjalankan bisnis sawitnya. Merek dagang boleh pakai Semen Merah Putih, tapi sayang sekali tujuannya untuk mencuri dari Merah Putih. Wilmar menjijikkan.(*)

 

Sumber  :  Opini Nusantara Hijau/Kompasiana

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jenguk Mahasiswa, Plt SF Hariyanto Beri Dukungan dan Bantuan Pengobatan
25 Juni 2026
Pemprov Riau Terima Hasil Deteksi PI 10 Persen Oleh KPK RI
25 Juni 2026
Hasil Piala Dunia: Bosnia-Herzegovina Bungkam Juara Asia, Qatar Tersingkir
25 Juni 2026
23 SMP Swasta dan 15 MTs Digratiskan Pemko Pekanbaru, Agung: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
25 Juni 2026
Polemik Dugaan Ijazah Palsu Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi
25 Juni 2026
Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh dan Berpotensi Tewaskan Ribuan Orang
25 Juni 2026
Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.776 per Kg
24 Juni 2026
Jalur Afirmasi SMA/SMK Swasta di Riau Resmi Dibuka
24 Juni 2026
Lima Nama Calon Sekda Kota Pekanbaru Muncul, Siapa yang Dipilih Walikota?
24 Juni 2026
Akhlak Rasulullah Ubah Rasa Benci Jadi Cinta
24 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jenguk Mahasiswa, Plt SF Hariyanto Beri Dukungan dan Bantuan Pengobatan
  • 2 Pemprov Riau Terima Hasil Deteksi PI 10 Persen Oleh KPK RI
  • 3 Hasil Piala Dunia: Bosnia-Herzegovina Bungkam Juara Asia, Qatar Tersingkir
  • 4 23 SMP Swasta dan 15 MTs Digratiskan Pemko Pekanbaru, Agung: Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
  • 5 Polemik Dugaan Ijazah Palsu Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi
  • 6 Gempa M 7,5 Guncang Venezuela, Bangunan Runtuh dan Berpotensi Tewaskan Ribuan Orang
  • 7 Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.776 per Kg

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com