3 Dirut di Siak divonis Berbeda Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pupuk
RADARPEKANBARU.COM- Tiga direktur perusahaan termasuk Perusahaan Daerah (PD) Sarana Pembangunan Siak (SPS) Tahun 2011 hingga Juni 2012 di kabupaten Siak Riau, dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan dan pembelian pupuk di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Siak.
Dalam amar tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum, Iwan Roy Charles menyatakan kalau ketiga terdakwa, yakni Aflah Aman selaku Direktur PD SPS, Masril selaku Direktur CV Tumbuh Subur dan Wayan Subadi selaku Direktur PT Buana Sinar Lestari, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana tertuang dalam dakwaan primer JPU.
Menurut JPU, semua unsur yang tercantum dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, telah terpenuhi. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi, bukti surat, bukti petunjuk, dan keterangan ahli yang dihadirkan ke persidangan.
"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun, denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara terhadap terdakwa Aflah Aman," ujar Roy, di Ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (10/9/2015) dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak Sri Indrapura.
Terhadap Aflah, kata Roy, tidak dibebankan untuk membayar uang pengganti kerugian negara. Menurutnya, kerugian negara sebesar Rp2,4 miliar dinikmati dua terdakwa lainnya, Masril dan Wayan Subadi.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Masril dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp200 juta subsider 3 bulan, membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,522.350.000, subsider 2 tahun dan 6 bulan penjara," kata Roy.
Sementara, terhadap terdakwa Wayan Subadi, JPU menuntutnya dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara, dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp872.514.040, subsider 2 tahun dan 3 bulan.
Usai pembacaan tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai Yuzaida, memberikan kesempatan kepada ketiga terdakwa untuk mempersipakan nota pembelaan atau pledoi, yang akan disampaikan pada persidangan yang digelar pekan depan.
Untuk diketahui, kasus ini bermula dari perjanjian kerjasama antara Aflah Aman selaku Direktur PD SPS, dengan Masril selaku Direktur CV Tumbuh Subur, dan Wayan Subadi selaku Direktur PT Buana Sinar Lestari, dalam hal jual beli pupuk. Perjanjian tersebut dilakukan tanpa persetujuan Badan Pengawas PD SPS dan tanpa uji kelayakan terhadap CV Tumbuh Sumber dan PT Buana Sinar Lestari.(radarpku)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








