PILIHAN +INDEKS
Ratusan Mahasiswa Bentrok Dengan Preman Keamanan di MP Club Karaoke TV dan Pub
RADARPEKANBARU.COM-Unjuk rasa ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pekanbaru (AMPER) melakukan demo di depan Mall Pekanbaru (MP), Jalan Tengku Umar, Sabtu (14/3/2015) sekitar pukul 23.00 WIB, berakhir ricuh. Massa yang menuntut tempat hiburan malam di Pekanbaru ditutup, saling lempar batu dengan petugas keamanan gedung.
Massa datang menggunakan sepeda motor berkumpul di depan Toko Ritel Indomaret, 25 meter dari Mall Pekanbaru. Sambil menyampaikan orasi, mereka meminta tempat hiburan malam yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2002 Kota Pekanbaru ditutup.
"Tutup hiburan malam yang menjual miras, praktik prostitusi dan transaksi narkoba. Tangkap dan hukum gembong narkoba," teriak massa yang dikoordinir, Erlangga, sambil berjalan menuju pintu gerbang Mall Pekanbaru yang di dalamnya terdapat MP Club Karaoke TV dan Pub.
Sambil menyampaikan yel-yel, massa berusaha masuk ke Gedung Mall Pekanbaru. Nanun, petugas keamanan gedung telah menutup pintu. Sejumlah polisi berpakaian preman terlihat memantau jalannya aksi dan ruas jalan terpaksa diblokir oleh Satuan Polisi Lalu Lintas.
Setelah lima menit berorasi, terjadi adu mulut antara pendemo dan tim pengamanan dari dalam gedung. Tiba-tiba, terdengar suara teriakan dan bunyi hentaman benda keras dari dalam gedung.
Sebagian pendemo dikejar tim pengamanan dari dalam gedung dan kabur ke arah Indomaret. Tak lama berselang, massa kembali masuk ke areal gedung sambil membawa kayu, besi, dan benda keras lainnya.
Massa pun mengamuk dan melempari gedung dengan batu. Akibatnya, kaca dinding gedung yang menutupi sarana lift menuju MP Club yang berada di lantai V Mall pecah. Selain itu, sejumlah alat seperti, segitiga parkir dan plang portal parkir patah dan dijadikan alat merusak sarana gedung.
Polisi berpakaian preman mengejar massa. Mereka berusaha kabur hingga polisi terpaksa melepaskan beberapa tembakan peringatan ke udara. Sejumlah massa ditangkap.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Robert Haryanto Watratan MHUm, mengatakan pihaknya telah mengamankan belasan orang pendemo. Ia menegaskan, demo tanpa izin kepolisian.
"Sekitar 50 lebih sepeda motor milik pendemo, kayu, besi dan lainnya ikut kita amankan sebagai barang bukti," tutur Robert yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu (15/3/2015) dini hari.
Dikatakan Robert, sebelumnya perwakilan pendemo sudah melayangkan surat pemberitahuan. Namun, karena jadwal aksinya akan digelar malam hari, pihaknya tak memperbolehkan dengan alasan rawan gangguan keamanan. "Terjadi tindak pidana pengeroyokan perusakan," tutur Robert.(radarpku/hrc)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








