• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3858 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3854 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3824 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3907 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3827 Kali

  • Home
  • Nasional

Konflik di Tubuh PBNU Memuncak, Gus Yahya Tantang Legalitas Surat Syuriyah

Redaksi Radarpku

Senin, 24 November 2025 10:36:04 WIB
Cetak
Konflik di Tubuh PBNU Memuncak, Gus Yahya Tantang Legalitas Surat Syuriyah

RADARPEKANBARU.COM - Tekanan terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memasuki fase baru setelah rapat harian Syuriyah PBNU di Jakarta pada Kamis (20/11/2025) mengeluarkan rekomendasi agar ia mengundurkan diri dalam waktu tiga hari. Forum itu juga menyatakan, jika Gus Yahya tidak mundur, Syuriyah PBNU akan memberhentikannya dari jabatan.

Situasi yang cepat memanas ini membuat PBNU menggelar rapat koordinasi bersama PWNU se-Indonesia di Surabaya pada Sabtu malam (22/11) hingga Ahad dini hari (23/11). Namun rapat tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru karena tidak dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf dan Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz.

Usai rapat, Gus Yahya menanggapi surat Syuriyah dengan nada tenang namun tegas. Ia mempertanyakan keabsahan dokumen tersebut.

“Kalau dokumen resmi itu tanda tangannya digital, sehingga benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Kan sekarang mudah membuat tanda tangan scan. Maka kita lihat nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rapat harian Syuriyah tidak memiliki kewenangan mencopot Ketua Umum PBNU, karena mekanisme pemberhentian pengurus telah diatur jelas dalam AD/ART.

“Rapat harian Syuriyah menurut AD/ART tidak berwenang memberhentikan ketua umum,” jelasnya.

Meski demikian, Gus Yahya mengaku yakin organisasi akan menemukan jalan keluar dari polemik ini.

“NU ini organisasi besar dan sudah mengalami segala macam gelombang. Saya optimistis NU bisa mengatasi masalah ini,” katanya.

Gejolak PBNU, Bukan yang Pertama

Aroma konflik internal ini mengingatkan publik pada muktamar Cipasung tahun 1994, ketika pemerintah Orde Baru berupaya menggulingkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat itu, muncul kelompok internal anti-Gus Dur dipimpin Abu Hasan dan bahkan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim.

Kritik terhadap Gus Dur kala itu dimulai dari isu tata kelola, gaya kepemimpinan, hingga pandangannya yang kerap berseberangan dengan pemerintah. Kampanye “ABG – Asal Bukan Gus Dur” pun digulirkan. Muktamar Cipasung bahkan dijaga ribuan personel militer dan intelijen.

Namun meski mengalami tekanan besar, Gus Dur tetap menang dan memimpin PBNU selama tiga periode hingga reformasi 1998.

Bayang-Bayang Politik Era Jokowi

Dalam satu dekade pemerintahan Joko Widodo, NU mendapat peran politik besar, termasuk dengan dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden dan Yaqut Cholil Qoumas—adik kandung Gus Yahya—sebagai Menteri Agama. Di sisi lain, mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pernah menyatakan adanya “cawe-cawe” politik Jokowi dalam Muktamar 2021 untuk mencegahnya terpilih kembali.

“Di Lampung semua itu diatur sehingga saya kalah,” kata Said dalam sebuah siniar. Ia menyebut dirinya tidak sekuat Gus Dur yang tetap menang meski menghadapi intervensi lebih keras.

Gus Yahya kemudian menang dalam Muktamar ke-34 PBNU dengan 337 suara, mengalahkan Said yang memperoleh 210 suara.

Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf menilai pernyataan Said Aqil hanya bersifat spekulatif.

“Cawe-cawe itu multitafsir. Semua yang memiliki kekuatan politik bisa cawe-cawe,” ujarnya.

Ia menegaskan pemilihan Ketua Umum PBNU saat itu berlangsung demokratis dan sesuai AD/ART.

Kini, ketika isu pemakzulan kembali bergulir, dinamika PBNU memasuki fase sensitif yang mengingatkan pada sejarah panjang konflik internal organisasi terbesar di Indonesia ini. Publik menunggu bagaimana langkah berikutnya—apakah konflik mereda, atau justru memasuki babak baru yang lebih kompleks. (grc)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK

Sabtu, 05 September 2026 - 08:37:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - PT Pertamina Patra Niaga menega.

Nasional

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 - 08:54:20 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil

Kamis, 03 September 2026 - 09:54:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Menhut: Karhutla Terjadi karena Dibakar

Rabu, 02 September 2026 - 09:19:12 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kementerian Kehutanan (Kemenhut.

Nasional

Guru PPPK Dapat Kesempatan Ikut Seleksi CPNS mulai 2027

Selasa, 01 September 2026 - 10:01:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah memberikan kesempata.

Nasional

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031 Secara Mufakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:57:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Melalaikan Shalat, Rugi
05 September 2026
Wakil Wali Kota Pekanbaru Imbau Warga Waspadai Dampak Buruk Asap Karhutla
05 September 2026
Sekdaprov Riau Tegaskan ASN Harus Berintegritas dan Berorientasi Pelayanan
05 September 2026
Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
05 September 2026
Trump Dukung Jalur Alternatif Suriah untuk Hindari Selat Hormuz
05 September 2026
Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Turun Jadi Rp3.931,55 Per Kg
04 September 2026
Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional
04 September 2026
APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksi Rp3,18 Triliun, Pajak Warga Ditargetkan Tembus Rp1,56 Triliun
04 September 2026
Maksiat Menghalangi Ilmu dan Rezeki
04 September 2026
Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok
04 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Melalaikan Shalat, Rugi
  • 2 Wakil Wali Kota Pekanbaru Imbau Warga Waspadai Dampak Buruk Asap Karhutla
  • 3 Sekdaprov Riau Tegaskan ASN Harus Berintegritas dan Berorientasi Pelayanan
  • 4 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
  • 5 Trump Dukung Jalur Alternatif Suriah untuk Hindari Selat Hormuz
  • 6 Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Turun Jadi Rp3.931,55 Per Kg
  • 7 Disdik Pekanbaru Siapkan Rp2 Miliar Anggaran Operasional

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com