• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2505 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2445 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2473 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2446 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2449 Kali

  • Home
  • Nasional

Konflik di Tubuh PBNU Memuncak, Gus Yahya Tantang Legalitas Surat Syuriyah

Redaksi Radarpku

Senin, 24 November 2025 10:36:04 WIB
Cetak
Konflik di Tubuh PBNU Memuncak, Gus Yahya Tantang Legalitas Surat Syuriyah

RADARPEKANBARU.COM - Tekanan terhadap Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memasuki fase baru setelah rapat harian Syuriyah PBNU di Jakarta pada Kamis (20/11/2025) mengeluarkan rekomendasi agar ia mengundurkan diri dalam waktu tiga hari. Forum itu juga menyatakan, jika Gus Yahya tidak mundur, Syuriyah PBNU akan memberhentikannya dari jabatan.

Situasi yang cepat memanas ini membuat PBNU menggelar rapat koordinasi bersama PWNU se-Indonesia di Surabaya pada Sabtu malam (22/11) hingga Ahad dini hari (23/11). Namun rapat tersebut justru menimbulkan tanda tanya baru karena tidak dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf dan Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz.

Usai rapat, Gus Yahya menanggapi surat Syuriyah dengan nada tenang namun tegas. Ia mempertanyakan keabsahan dokumen tersebut.

“Kalau dokumen resmi itu tanda tangannya digital, sehingga benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Kan sekarang mudah membuat tanda tangan scan. Maka kita lihat nanti,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa rapat harian Syuriyah tidak memiliki kewenangan mencopot Ketua Umum PBNU, karena mekanisme pemberhentian pengurus telah diatur jelas dalam AD/ART.

“Rapat harian Syuriyah menurut AD/ART tidak berwenang memberhentikan ketua umum,” jelasnya.

Meski demikian, Gus Yahya mengaku yakin organisasi akan menemukan jalan keluar dari polemik ini.

“NU ini organisasi besar dan sudah mengalami segala macam gelombang. Saya optimistis NU bisa mengatasi masalah ini,” katanya.

Gejolak PBNU, Bukan yang Pertama

Aroma konflik internal ini mengingatkan publik pada muktamar Cipasung tahun 1994, ketika pemerintah Orde Baru berupaya menggulingkan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat itu, muncul kelompok internal anti-Gus Dur dipimpin Abu Hasan dan bahkan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim.

Kritik terhadap Gus Dur kala itu dimulai dari isu tata kelola, gaya kepemimpinan, hingga pandangannya yang kerap berseberangan dengan pemerintah. Kampanye “ABG – Asal Bukan Gus Dur” pun digulirkan. Muktamar Cipasung bahkan dijaga ribuan personel militer dan intelijen.

Namun meski mengalami tekanan besar, Gus Dur tetap menang dan memimpin PBNU selama tiga periode hingga reformasi 1998.

Bayang-Bayang Politik Era Jokowi

Dalam satu dekade pemerintahan Joko Widodo, NU mendapat peran politik besar, termasuk dengan dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden dan Yaqut Cholil Qoumas—adik kandung Gus Yahya—sebagai Menteri Agama. Di sisi lain, mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pernah menyatakan adanya “cawe-cawe” politik Jokowi dalam Muktamar 2021 untuk mencegahnya terpilih kembali.

“Di Lampung semua itu diatur sehingga saya kalah,” kata Said dalam sebuah siniar. Ia menyebut dirinya tidak sekuat Gus Dur yang tetap menang meski menghadapi intervensi lebih keras.

Gus Yahya kemudian menang dalam Muktamar ke-34 PBNU dengan 337 suara, mengalahkan Said yang memperoleh 210 suara.

Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf menilai pernyataan Said Aqil hanya bersifat spekulatif.

“Cawe-cawe itu multitafsir. Semua yang memiliki kekuatan politik bisa cawe-cawe,” ujarnya.

Ia menegaskan pemilihan Ketua Umum PBNU saat itu berlangsung demokratis dan sesuai AD/ART.

Kini, ketika isu pemakzulan kembali bergulir, dinamika PBNU memasuki fase sensitif yang mengingatkan pada sejarah panjang konflik internal organisasi terbesar di Indonesia ini. Publik menunggu bagaimana langkah berikutnya—apakah konflik mereda, atau justru memasuki babak baru yang lebih kompleks. (grc)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:54:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

BGN Bantah Isu Prabowo Terima Keuntungan dari Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45:23 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Gizi Nasion.

Nasional

Sony Sonjaya Serang Nanik S Deyang: Dia Nggak Bersih-bersih Amat!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:20:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Bukti Lemahnya Keberpihakan Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:28:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Survei Adidaya Institute: Prabowo Capres Terpopuler 2029, KDM dan AHY Nyodok Cawapres

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:21:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Survei Adidaya Institute mengel.

Nasional

Defisit Rp 2 T, BPJS Kesehatan Potensi Gagal Bayar pada Juli 2027

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:49:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - BPJS Kesehatan menghadapi risik.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
17 Juni 2026
Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
17 Juni 2026
31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
17 Juni 2026
Mengenal 3 Jenis Hijrah
17 Juni 2026
Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf
17 Juni 2026
Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
17 Juni 2026
Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci
15 Juni 2026
Tahun Ini, Pemprov Riau Targetkan Penerimaan Sekolah Rakyat Capai 420 Siswa
15 Juni 2026
BGN Bantah Isu Prabowo Terima Keuntungan dari Program MBG
15 Juni 2026
Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain
15 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
  • 2 Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
  • 3 31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
  • 4 Mengenal 3 Jenis Hijrah
  • 5 Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf
  • 6 Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
  • 7 Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com