PILIHAN +INDEKS
Bantah Ada Suap Pengesahan APBD Riau 2015, Suparman Diduga Lakukan Pengalihan Isu
KPK
RADARPEKANBARU.COM-
Ada dugaan upaya pengalihan isu dari beberapa oknum terkait kasus suap pengesahan APBD Riau 2015. Fakta aliran uang suap yang ditemukan KPK untuk pengesahan APBD seolah di plesetkan ke isu lain.
Kasus dugaan suap APBD Perubahan 2014 dan Murni 2015 yang dialamatkan kepada A.Kirjuhari (mantan anggota DPRD Riau periode 2009-2014) membuat sejumlah anggota DPRD Riau Dag..dig..dug , Ketua DPRD Riau yang juga anggota Komisi A DPRD Riau periode 2009-2014, mengaku telah mempertanyakan kebenaran hal tersebut kepada A.Kirjuhari.
"Saya pernah tanya soal kebenaran berita yang beredar, terkait dugaan suap ke dia langsung. Dia membantahnya dan mengatakan, tidak ada uang suap APBD kata dia waktu itu," kata Suparman, Ketua DPRD Riau saat menceritakan pertemuannya dengan A.Kirjuhari di Bandara SSQ II, Pekanbaru beberapa waktu yang lalu.
Politisi Golkar ini sepertinya sedang mengarang cerita,ia mengatakan waktu itu A.Kirjuhari mengakui, memang ada uang yang dikumpulkan pihaknya. Uang tersebut ceritanya untuk mengurus operasional proses pemekaran pembentukan Provinsi Riau Pesisir (pecahan Provinsi Riau).
"Katanya, uang itu bukan pelicin APBD, uang itu untuk operasional pembentukan Riau Pesisir. Waktu itu saya sampaikan juga, jika uang itu merupakan uang yang bermasalah, lebih baik kembalikan kepada orang-orang yang sudah berpartisifasi mengumpulkan uangnya untuk pembentukan Riau Pesisir," ungkap Suparman sebagaimana dikutip Radar Pekanbaru dari riauterkini.com.
Berhubung uang itu merupakan uang yang digunakan untuk pemekaran Riau Pesisir, ia pun tidak mempertanyakan dari mana saja asal uang itu, termasuk jumlah uang yang dikumpulkannya. Karena baginya, hal itu tidak ada keterkaitan dengan dirinya.
"Karena tidak ada keterkaitan uang itu dengan saya, saya pun tidak menanyakan secara mendalam tentang asal usul uang itu, apalagi tidak menanyakan total uang tersebut," tutupnya.
Sebagaimana yang diberitakan, A.Kirjuhari sudah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap APBD Perubahan 2014 dan Murni tahun 2015. A.Kirjuhari ditetapkan sebagai penerima uang suap dari gubernur Riau saat itu, Annas Maamun.
Sampai berita ini dimuat, Radar Pekanbaru belum mendapatkan konfirmasi dari A.Kirjauhari terkait keterangan yang di sampaikan Suparman ke sejumlah media.(rtc/adr/)
Editor : Alamsah
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








