PILIHAN +INDEKS
Sekda Inhu Ditetapkan Sebagai TSK,Raja Erisman : Hanya Kesalahan Administrasi
ilustrasi
RENGAT,RADARPEKANBARU.COM-Menyikapi penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi sisa anggaran 2011 sebesar Rp.2,7 miliar, Sekda Inhu Raja Erisman menegaskan fungsi Sekda hanya administrasi, untuk masalah keuangan bendahara yang lebih mengetahui.
Penegasan Sekda Inhu Raja Erisman ini disampaikan melalui selulernya Senin (19/1/15) menyikapi penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi sisa anggaran APBD Inhu sebesar Rp.2,7 miliar, walau dirinya belum begitu mengetahui apa yang disangkakan. karena belum melihat langsung surat panggilan.
“Saya tidak ingin berkomentar banyak tentang masalah tersebut. Saya ingin melihat faktanya terlebih dahulu, karena satu pekan ini saya sedang berada di Pekanbaru. Namun fungsi Sekda hanya sebagai adminsitrasi. Untuk masalah keuangan, bendahara yang lebih mengetahuinya," tegasnya.
Diungkapkan Raja Erisman dirinya tidak mengetahui adanya pengeluaran sisa kas senilai Rp 2,7 miliar dan hanya disodorkan bukti setoran terhadap uang yang diakui telah disetorkan. “Saat itu, Kabag Keuangan dan Inspektorat mendesak karena sekretariat daerah saja yang belum membuat laporan bulanan,” tandasnya.
Setelah mendapatkan desakan tersebut, dirinya langsung menghubungi bendahara pengeluaran Rosdianto dan langsung menegurnya, namun Rosdianto minta waktu untuk menyelesaikan laporan karena bendahara pembantu pengeluaran belum menyampaikan laporannya.
Setelah semuanya selesai, Rosdianto langsung memberikan bukti setoran tersebut, namun karena semuanya harus cepat diserahkan, makanya ia langsung memberikan bukti tanda setor yang sudah diparaf tersebut kepada Kabag keuangan. “Bukan tanda tanda tangan, tetapi paraf yang saya bubuhkan,” jelasnya.
Seperti diketahui, penyidik Kejaksaan Negeri Rengat telah menetapkan Sekda Inhu Raja Erisman (RE) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi sisa anggaran APBD Inhu sebesar Rp 2,7 miliar. Penetapan status tersangka terhadap Sekda Inhu Raja Erisman ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Rengat Teuku Rahman kepada sejumlah wartawan dalam acara press briefing target capaian Kejaksaan Negeri Rengat tahun 2015, Senin (19/1/15). ***
riauterkini
Penegasan Sekda Inhu Raja Erisman ini disampaikan melalui selulernya Senin (19/1/15) menyikapi penetapan dirinya sebagai tersangka dugaan korupsi sisa anggaran APBD Inhu sebesar Rp.2,7 miliar, walau dirinya belum begitu mengetahui apa yang disangkakan. karena belum melihat langsung surat panggilan.
“Saya tidak ingin berkomentar banyak tentang masalah tersebut. Saya ingin melihat faktanya terlebih dahulu, karena satu pekan ini saya sedang berada di Pekanbaru. Namun fungsi Sekda hanya sebagai adminsitrasi. Untuk masalah keuangan, bendahara yang lebih mengetahuinya," tegasnya.
Diungkapkan Raja Erisman dirinya tidak mengetahui adanya pengeluaran sisa kas senilai Rp 2,7 miliar dan hanya disodorkan bukti setoran terhadap uang yang diakui telah disetorkan. “Saat itu, Kabag Keuangan dan Inspektorat mendesak karena sekretariat daerah saja yang belum membuat laporan bulanan,” tandasnya.
Setelah mendapatkan desakan tersebut, dirinya langsung menghubungi bendahara pengeluaran Rosdianto dan langsung menegurnya, namun Rosdianto minta waktu untuk menyelesaikan laporan karena bendahara pembantu pengeluaran belum menyampaikan laporannya.
Setelah semuanya selesai, Rosdianto langsung memberikan bukti setoran tersebut, namun karena semuanya harus cepat diserahkan, makanya ia langsung memberikan bukti tanda setor yang sudah diparaf tersebut kepada Kabag keuangan. “Bukan tanda tanda tangan, tetapi paraf yang saya bubuhkan,” jelasnya.
Seperti diketahui, penyidik Kejaksaan Negeri Rengat telah menetapkan Sekda Inhu Raja Erisman (RE) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi sisa anggaran APBD Inhu sebesar Rp 2,7 miliar. Penetapan status tersangka terhadap Sekda Inhu Raja Erisman ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Rengat Teuku Rahman kepada sejumlah wartawan dalam acara press briefing target capaian Kejaksaan Negeri Rengat tahun 2015, Senin (19/1/15). ***
riauterkini
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








