PILIHAN +INDEKS
Dua Oknum TNI Telah ditahan di sel POM TNI AU
Azizah Dalang Pemukulan Anggota DPRD Riau Belum di Tetapkan Sebagai TSK Oleh Polisi
Jajaran Polresta Pekanbaru melaksanakan apel di Markas Polresta Pekanbaru Jalan Ahmad Yani beberapa waktu yang lalu.
RADARPEKANBARU.COM- Polisi Belum Menetapkan status tersangka terhadap Azizah dalang pemukulan anggota DPRD Riau, Sementara Dua Oknum TNI suruhan Azizah sedang menjalani proses hukum di institusi militer dan telah ditahan di sel POM TNI AU.
Dikutip Radar Pekanbaru dari situs riauterkini.com, Sugeng Pranoto dengan wajah yang masih tampak lemas,Anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan ini merupakan korban pemukulan dua oknum TNI, sambil terbaring ia membeberkan kronologis kejadian yang sedang menimpanya.
Selain menceritakan kronologis kejadian, anggota Komisi E DPRD Riau ini pun sempat memberitahukan inisial dua oknum TNI yang telah memukulnya di Kantor DPD PDI Perjuangan Riau, Kamis malam yang lalu.
"Pelakunya dua orang, inisial keduanya yakni Ro dengan Ag, dia anggota TNI AU, Pekanbaru," kata Sugeng Pranoto di Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru, Sabtu (17/01/15).
Ia pun lantas menceritakan kronologis kejadian, awalnya ia sedang mengikuti acara di Kantor DPD PDI Perjuangan Riau, seketika itu ia dipanggil keluar oleh dua oknum TNI tersebut. "Awalnya ia meminta saya untuk menandatangani berkas yang dibawanya, saya tolak dan kemudian ia meminta kunci mobil operasional dewan saya, seketika itu juga saya tolak," terangnya.
Setelah menolak, dua oknum tersebut langsung melayangkan pukulan kepada dirinya. Ia pun sempat ditendang sampai tidak sadarkan diri waktu itu. "Ini hanya persoalan bisnis saya dengan Azizah (salah seorang staf di DPRD Kota Pekanbaru), tidak ada keterkaitan dengan hutang piutang, murni persoalan bisnis," ungkap anggota dewan dari daerah pemilihan Inhu-Kuansing ini.
Diwakili keluarganya, ia pun menyebut, kejadian ini sudah dilaporkan ke Mapolersta Pekanbaru.
Sementara Danlanud Roesmin Noerjadin, Kolonel Penerbang Khairil Lubis mengakui, dua pelaku pemukulan Sugeng Pranoto, Anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan, Kamis malam di Kantor PDI Perjuangan Riau merupakan anak buahnya.
"Keduanya anggota Paskas TNI AU," kata Kolonel Penerbangan Khairil Lubis usai membesuk Sugeng Pranoto di Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru, Sabtu (17/01/15).
Setelah dilakukan interogasi, keduanya langsung ditahan di sel POM TNI AU. Dari hasil introgasinya juga, kedua pelaku merupakan suruhan dari Azizah, salah seorang staf DPRD Kota Pekanbaru.
"Atas persoalan ini, kami minta maaf kepada semua pihak, terutama kepada Pak Sugeng. Segala biaya pengobatan beliau sampai beliau sembuh, itu tanggung jawab kami," tegasnya.
Ia pun mengatakan, persoalan ini bukanlah persoalan instansi, melainkan persoalan personal antara kedua belah pihak.
Sementara itu, Suryadi Khusaini, Ketua DPD PDI Perjuangan Riau menerima permohonan maaf yang disampaikan Danlanud tersebut. Ia pun berharap, persoalan ini tidak melebar ke permasalahan lainnya.
"DPP PDI Perjuangan sudah mengetahui ini. Perlu ditegaskan, ini bukan persoalan instansi, melainkan persoalan personal diantara kedua belah pihak," tutupnya. ***
Sumber :riauterkini
Dikutip Radar Pekanbaru dari situs riauterkini.com, Sugeng Pranoto dengan wajah yang masih tampak lemas,Anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan ini merupakan korban pemukulan dua oknum TNI, sambil terbaring ia membeberkan kronologis kejadian yang sedang menimpanya.
Selain menceritakan kronologis kejadian, anggota Komisi E DPRD Riau ini pun sempat memberitahukan inisial dua oknum TNI yang telah memukulnya di Kantor DPD PDI Perjuangan Riau, Kamis malam yang lalu.
"Pelakunya dua orang, inisial keduanya yakni Ro dengan Ag, dia anggota TNI AU, Pekanbaru," kata Sugeng Pranoto di Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru, Sabtu (17/01/15).
Ia pun lantas menceritakan kronologis kejadian, awalnya ia sedang mengikuti acara di Kantor DPD PDI Perjuangan Riau, seketika itu ia dipanggil keluar oleh dua oknum TNI tersebut. "Awalnya ia meminta saya untuk menandatangani berkas yang dibawanya, saya tolak dan kemudian ia meminta kunci mobil operasional dewan saya, seketika itu juga saya tolak," terangnya.
Setelah menolak, dua oknum tersebut langsung melayangkan pukulan kepada dirinya. Ia pun sempat ditendang sampai tidak sadarkan diri waktu itu. "Ini hanya persoalan bisnis saya dengan Azizah (salah seorang staf di DPRD Kota Pekanbaru), tidak ada keterkaitan dengan hutang piutang, murni persoalan bisnis," ungkap anggota dewan dari daerah pemilihan Inhu-Kuansing ini.
Diwakili keluarganya, ia pun menyebut, kejadian ini sudah dilaporkan ke Mapolersta Pekanbaru.
Sementara Danlanud Roesmin Noerjadin, Kolonel Penerbang Khairil Lubis mengakui, dua pelaku pemukulan Sugeng Pranoto, Anggota DPRD Riau dari PDI Perjuangan, Kamis malam di Kantor PDI Perjuangan Riau merupakan anak buahnya.
"Keduanya anggota Paskas TNI AU," kata Kolonel Penerbangan Khairil Lubis usai membesuk Sugeng Pranoto di Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru, Sabtu (17/01/15).
Setelah dilakukan interogasi, keduanya langsung ditahan di sel POM TNI AU. Dari hasil introgasinya juga, kedua pelaku merupakan suruhan dari Azizah, salah seorang staf DPRD Kota Pekanbaru.
"Atas persoalan ini, kami minta maaf kepada semua pihak, terutama kepada Pak Sugeng. Segala biaya pengobatan beliau sampai beliau sembuh, itu tanggung jawab kami," tegasnya.
Ia pun mengatakan, persoalan ini bukanlah persoalan instansi, melainkan persoalan personal antara kedua belah pihak.
Sementara itu, Suryadi Khusaini, Ketua DPD PDI Perjuangan Riau menerima permohonan maaf yang disampaikan Danlanud tersebut. Ia pun berharap, persoalan ini tidak melebar ke permasalahan lainnya.
"DPP PDI Perjuangan sudah mengetahui ini. Perlu ditegaskan, ini bukan persoalan instansi, melainkan persoalan personal diantara kedua belah pihak," tutupnya. ***
Sumber :riauterkini
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








