• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1882 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4206 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4210 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4167 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4280 Kali

  • Home
  • Hukrim

Thailand Diam-diam Perdagangkan Pengungsi Rohingya

Redaksi Radarpku

Jumat, 06 Desember 2013 07:46:57 WIB
Cetak
Thailand Diam-diam Perdagangkan Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya (int)
Bangkok,(radarpekanbaru.com)-Suatu sore di bulan Oktober, di wilayah tak bertuan antara Thailand dan Myanmar, Muhammad Ismail lenyap. Pejabat imigrasi Thailand mengatakan ia dideportasi ke Myanmar. Benarkah demikian?

Penelusuran Reuters, Ismail dan ratusan pengungsi lainnya masuk dalam "bursa" perdagangan manusia. Dia dipekerjakan di kamp-kamp di tengah hutan.

Reportase investigasi Reuters di tiga negara menemukan adanya kebijakan rahasia untuk melenyapkan pengungsi Rohingya dari pusat-pusat penahanan imigrasi Thailand. Para pembeli sudah menunggu dengan perahu di tengah laut.

Mereka kemudian diangkut melintasi Thailand selatan dan "disimpan" di dalam kamp yang tersembunyi di dekat perbatasan dengan Malaysia sampai kerabat mereka membayar ribuan dolar untuk membebaskan mereka.

Berdasarkan pengendusan Reuters dan kesaksian warga Rohingya yang ditahan di sana, lokasi penahanan mereka ada di dekat sebuah desa bernama Baan Klong Tor. "Dalam jumlah tak terhitung, mereka meninggal di sana," kata salah seorang saksi.

Seorang narasumber di kepolisian Thailand mengakui adanya kebijakan rahasia yang disebut "opsi kedua" ini. Opsi yang dimaksud adalah menyingkirkan etnis Rohingya dari fasilitas penahanan.

Ismail pada Reuters mengaku dirinya termasuk salah satu di antara lima pemuda Rohingya yang dijual para pejabat imigrasi Thailand. "Tampaknya begitu resmi pada awalnya," kata Ismail. "Mereka memotret dan mengambil sidik jari kami. Mereka kemudian ke perahu yang menunggu di laut dan 20 menit kemudian kembali untuk memberitahu kami telah dijual."

Ismail mengatakan ia digiring ke perahu, kemudian menempuh jalan darat dan berakhir di sebuah kamp di Thailand selatan. Kamp dijaga oleh pria-pria bersenjata lengkap. "Setidaknya satu orang meninggal setiap hari karena dehidrasi atau penyakit."

Bozor Mohammed, pengungsi Rohingya lainnya, mengaku mengalami kelaparan dan beberapa kali pemukulan, sementara sang penyandera terus meneror keluarganya meminta tebusan US$ 2.000.

Pengungsi yang tak ditebus keluarganya akan dikirim ke perusahaan pelayaran atau pertanian. Mereka dijual seharga 5.000 sampai 50 ribu baht, atau antara US$ 155 dan US$ 1.550, sesuai keahlian mereka.

The Arakan Project, sebuah kelompok advokasi Rohingya yang berbasis di Thailand, mengatakan telah mewawancarai puluhan warga Rohingya yang pernah disekap di kamp rahasia. "Banyak dari mereka yang tidak dapat membayar berakhir sebagai juru masak atau penjaga di kamp-kamp itu," kata Chris Lewa, Direktur Arakan Project.

Tarit Pengdith, Kepala Departemen Investigasi Khusus, badan setara setara FBI di Thailand, membenarkan adanya kamp-kamp itu. "Kami telah mendengar tentang kamp-kamp ini di Thailand selatan," katanya, "Tapi kami tidak menyelidiki masalah ini."

Sumber : REUTERS | Tempo


BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Marwah Pacu Jalur Jadi Sorotan, Kuasa Hukum DT Darwis Akan Laporkan Dugaan Penghinaan Usai Polemik Pamer Tuak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:10:48 WIB

KUANTAN SINGINGI — Polemik yang bermula dari aksi memamerkan minuman yang dise.

Hukrim

Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru

Rabu, 22 April 2026 - 23:06:20 WIB

PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.

Hukrim

287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar

Rabu, 08 April 2026 - 16:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.

Hukrim

Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata

Ahad, 01 Februari 2026 - 19:00:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.

Hukrim

Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:58:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.

Hukrim

Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum

Sabtu, 05 Juli 2025 - 21:50:31 WIB

KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
24 September 2026
Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
24 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
24 September 2026
Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
24 September 2026
KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
24 September 2026
Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
24 September 2026
Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam
23 September 2026
Sekdaprov dan Tiga Pejabat Pemprov Riau Bersaksi di Sidang Ajudan Abdul Wahid
23 September 2026
Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn
23 September 2026
APBD Perubahan Riau Ditetapkan Rp8,378 Triliun, Fokus Lunasi Tunda Bayar
23 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Belanja Riau Naik Rp56,63 Miliar, Efisiensi Jadi Kunci APBD Perubahan 2026
  • 2 Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau Sore hingga Malam Hari
  • 3 Pemko Pekanbaru Siapkan Subsidi DP dan Bunga Kredit Rumah bagi Warga
  • 4 Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini
  • 5 KPU: Permohonan Denny Indrayana Cs Masuk Kategori Pemakzulan
  • 6 Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar
  • 7 Marahi Guru yang Viralkan Kondisi Sekolah Berdinding Triplek, Wabup Kampar Dikecam

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com