PILIHAN +INDEKS
Cinta Ditolak, Guru SD Diperkosa Lalu Dibunuh
Ilustrasi
GARUT, RADARPEKANBARU.COM - Cinta ditolak, seorang guru SD Bojong 2 Pameungpeuk di Garut, Jawa Barat tewas dibunuh oleh seorang pria beranak satu yang baru dikenalnya selama dua minggu. Selain dibunuh, tersangka juga memperkosa dan merampas barang-barang milik korban.
Perbuatan bejat dan sadis dilakukan Indra Bin Emen (27), warga Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Pria pengangguran duda satu anak ini tega menghabisi korbannya yang diketahui bernama Neti Sugiarti (20), warga Kampung Manisi, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Garut lantaran cintanya ditolak.
Kejadian bermula, saat pelaku mencoba melakukan pendekatan dengan menjemput korban sepulang kuliah dari Universitas Terbuka Garut yang bertempat di Kecamatan Bayongbong. Namun, setelah dijemput, korban bukannya langsung diantarkan pulang ke rumah melainkan pelaku membawanya jalan-jalan terlebih dahulu.
Di sela-sela kebersamaan inilah, pelaku mengutarakan perasaannya kepada korban untuk menjadi kekasihnya. Namun, korban menolak dan menganggapnya sebagai teman biasa hingga akhirnya pelaku memperkosa dan membunuhnya.Selain itu, pelaku juga merampas barang-barang milik korban.
Pelaku ditangkap, satu hari setelah kejadian. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti milik korban berupa, tas, pakaian, buku, handphone, sepatu dan kerudung yang dipakai untuk menghabisi korban.
Pelaku mengaku sebelum dibunuh, korban diperkosa satu kali kemudian dibekapnya dengan kain kerudung yang dipakai korban karena kesal terhadap korban. Setelah itu, dia mencekiknya hingga akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi, mengatakan pelaku melakukan pemerkosaan dan pembunuhan kepada seorang guru honorer di Landasan TNI Angkatan Udara Lapan di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Garut dengan motif masalah birahi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal berlapis dengan ancman hukuman diatas lima belas tahun penjara.
Sebelumnya, jenazah korban Senin, 20 Oktober kemarin ditemukan oleh seorang petani yang sedang menggembalakan sapi miliknya di sekitar lokasi landasan pacu. Dari tubuh korban terdapat sejumlah luka lebam. Setelah dilakukan identifikasi polisi jenazah pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.
(okz)
Perbuatan bejat dan sadis dilakukan Indra Bin Emen (27), warga Desa Paas, Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Pria pengangguran duda satu anak ini tega menghabisi korbannya yang diketahui bernama Neti Sugiarti (20), warga Kampung Manisi, Desa Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Garut lantaran cintanya ditolak.
Kejadian bermula, saat pelaku mencoba melakukan pendekatan dengan menjemput korban sepulang kuliah dari Universitas Terbuka Garut yang bertempat di Kecamatan Bayongbong. Namun, setelah dijemput, korban bukannya langsung diantarkan pulang ke rumah melainkan pelaku membawanya jalan-jalan terlebih dahulu.
Di sela-sela kebersamaan inilah, pelaku mengutarakan perasaannya kepada korban untuk menjadi kekasihnya. Namun, korban menolak dan menganggapnya sebagai teman biasa hingga akhirnya pelaku memperkosa dan membunuhnya.Selain itu, pelaku juga merampas barang-barang milik korban.
Pelaku ditangkap, satu hari setelah kejadian. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti milik korban berupa, tas, pakaian, buku, handphone, sepatu dan kerudung yang dipakai untuk menghabisi korban.
Pelaku mengaku sebelum dibunuh, korban diperkosa satu kali kemudian dibekapnya dengan kain kerudung yang dipakai korban karena kesal terhadap korban. Setelah itu, dia mencekiknya hingga akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi, mengatakan pelaku melakukan pemerkosaan dan pembunuhan kepada seorang guru honorer di Landasan TNI Angkatan Udara Lapan di Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Garut dengan motif masalah birahi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal berlapis dengan ancman hukuman diatas lima belas tahun penjara.
Sebelumnya, jenazah korban Senin, 20 Oktober kemarin ditemukan oleh seorang petani yang sedang menggembalakan sapi miliknya di sekitar lokasi landasan pacu. Dari tubuh korban terdapat sejumlah luka lebam. Setelah dilakukan identifikasi polisi jenazah pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.
(okz)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








