PILIHAN +INDEKS
Gawat,,Pasien Peserta Askes ditolak RS Awal Bross
RADARPEKANBARU.COM - Ternyata jaminan peserta pemegang kartu Askes (Asuransi Kesehatan) maupun BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) diterima atau dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit (RS). Ironisnya lagi, RS yang telah bekerjasama dengan Askes yang kini disebut BPJS menolak pasien pemegang kartu tersebut.
Seperti pasien Askes yang dialami Sofyan (49) warga Perumahan Bumi Tangor Lestari Blok E nomor 4 Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Sofyan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru ini, kecewa dengan pelayanan pihak RS Awal Bross yang membayar atau dipungut biaya usai menjalani pengobatan atau perawatan di Instalasi Gawat Darurat(IGD).
Tidak hanya itu lagi-lagi kekecewaan Sofyan, juga kembali setelah pihak RS swasta (Awal Bross, red) itu untuk membayar kamar atau ruangan rawat inap-nya yang seharusnya gratis sebagai peserta Askes atau kelompok program terdahulu yang kini disebut BPJS.
"Awal Bross yang saya tahu kan bekerjsama dengan BPJS. Termasuk Askes, dianggap atau dikategori sama dengan BPJS. Nah, kejadiannya saat itu, saya kan kecelakaan Kamis sore (2/10) lalu dan saya pergi ke Rumah Sakit Awal Bross. Saat itu saya langsung masuk ke IGD dan langsung ditangani oleh Dokter yang di IGD. Singkat cerita, setelah saya ditangani dengan di Rotgen Dokter mengatakan kalau tulang bahu saya retat. Lalu saya disuruh dokter untuk dirawat," cerita Sofyan, kepada radarpekanbaru.com dikediamannya Sabtu malam (4/10) lalu.
Atas saran dari Dokter harus dirawat, Sofyan, lalu menerimanya, "Nah, disinilah permasalahannya terjadi. Setelah saya menjalani di IGD, karena saya kan peserta Askes, ternyata saya harus membayar kamar atau ruang inap? Alasan petugas adminstrasi Rumah Sakit kalau golongan kamar atau ruangan rawat inap dengan kartu Askes yang dimilikinya, penuh sehingga ruangan atau kamar tersebut harus membayar," kata Sofyan.
Tidak hanya itu, berdalih kamar golongan kelas peserta Askes miliknya penuh dan harus membayar ingin kamar lain, Sofyan pun ternyata juga membayar uang perawatan di IGD sebelumnya , "Kamar atau ruangan yang disuruh bayar itu di Gedung baru kalau tidak salah yaitu ruangan VVIP. Ini kan kesal, di IGD sebelumnya saya juga membayar hampir Rp1 juta. percuma donk peserta Askes, jadi ini semua bayarkan?," terang Sofyan, yang saat itu disaksikan sang istri dan juga anaknya dirumah sakit.
Melihat kondisi seperti itu, Sofyan lalu berubah pikiran. Seharusnya, peserta Askes maupun BPJS dilayani dengan sebaik-baiknya kalau terkecuali. Kalau seperti ini kan percuma saja peserta Askes. mengenai administrasi, biasanya bisa diurus, "Kalau seperti ini kan tidak ada rasa manusiawinya. Ini kok masalah biaya-biaya yang diselesaikan atau ditanya jadi
percuma saja kalau gitu. Kesalnya lagi saya kok malah dirujuk kerumah sakit lain, dengan jaminan yang tak jelas." ujar bapak 2 orang anak ini.
Ia juga mengatakan pihak rumah sakit memberikan dua opsi, yaitu dirujuk kerumah sakit lain tanpa jaminan atau kembali kerumah sakit Awal Bross jika kamar atau ruangannya kosong pada Senin (6/10), "Saya kan ke Awal Bross, karena Awal Bross menerima pasien Askes atau BPJS dan juga kondisi saya yang begini." tuturnya. Ini sudan melantarkan pasien, tambahnya. Dulu saya juga pernah dirawat dan diterima dirumah sakit ini (Awal Bross, red), "Jadi sekarang begini, hanya dirumah saja. Saya gak tahu bagaimana sakit saya ini. Rencananya saya akan mempertanyakan dengan pihak Askes atau BPJS," Tutupnya.
Sementara petugas Custemer Care RS Awal Bross Sri Wahyuni, yang dikonfirmasi radarpekanbaru.com melalui sambungan teleponya Sabtu (4/10) lalu, mengaku kalau membenarkan tentang adanya peserta Askes dengan pasien bernama Sofyan, yang masuk atau ditangani pihak IGD Rumah Sakit Awal Bross, "Begini pak, ada tingkatan-tingkatan atau kriteria-kriterianya seperti pasien emergency atau tidaknya. Jadi kalau Emergency pasien tidak membayar begitupun sebaliknya itu tergantung Dokter yang melakukan pemeriksaan," ujarnya. (*/ram)
Seperti pasien Askes yang dialami Sofyan (49) warga Perumahan Bumi Tangor Lestari Blok E nomor 4 Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Sofyan, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru ini, kecewa dengan pelayanan pihak RS Awal Bross yang membayar atau dipungut biaya usai menjalani pengobatan atau perawatan di Instalasi Gawat Darurat(IGD).
Tidak hanya itu lagi-lagi kekecewaan Sofyan, juga kembali setelah pihak RS swasta (Awal Bross, red) itu untuk membayar kamar atau ruangan rawat inap-nya yang seharusnya gratis sebagai peserta Askes atau kelompok program terdahulu yang kini disebut BPJS.
"Awal Bross yang saya tahu kan bekerjsama dengan BPJS. Termasuk Askes, dianggap atau dikategori sama dengan BPJS. Nah, kejadiannya saat itu, saya kan kecelakaan Kamis sore (2/10) lalu dan saya pergi ke Rumah Sakit Awal Bross. Saat itu saya langsung masuk ke IGD dan langsung ditangani oleh Dokter yang di IGD. Singkat cerita, setelah saya ditangani dengan di Rotgen Dokter mengatakan kalau tulang bahu saya retat. Lalu saya disuruh dokter untuk dirawat," cerita Sofyan, kepada radarpekanbaru.com dikediamannya Sabtu malam (4/10) lalu.
Atas saran dari Dokter harus dirawat, Sofyan, lalu menerimanya, "Nah, disinilah permasalahannya terjadi. Setelah saya menjalani di IGD, karena saya kan peserta Askes, ternyata saya harus membayar kamar atau ruang inap? Alasan petugas adminstrasi Rumah Sakit kalau golongan kamar atau ruangan rawat inap dengan kartu Askes yang dimilikinya, penuh sehingga ruangan atau kamar tersebut harus membayar," kata Sofyan.
Tidak hanya itu, berdalih kamar golongan kelas peserta Askes miliknya penuh dan harus membayar ingin kamar lain, Sofyan pun ternyata juga membayar uang perawatan di IGD sebelumnya , "Kamar atau ruangan yang disuruh bayar itu di Gedung baru kalau tidak salah yaitu ruangan VVIP. Ini kan kesal, di IGD sebelumnya saya juga membayar hampir Rp1 juta. percuma donk peserta Askes, jadi ini semua bayarkan?," terang Sofyan, yang saat itu disaksikan sang istri dan juga anaknya dirumah sakit.
Melihat kondisi seperti itu, Sofyan lalu berubah pikiran. Seharusnya, peserta Askes maupun BPJS dilayani dengan sebaik-baiknya kalau terkecuali. Kalau seperti ini kan percuma saja peserta Askes. mengenai administrasi, biasanya bisa diurus, "Kalau seperti ini kan tidak ada rasa manusiawinya. Ini kok masalah biaya-biaya yang diselesaikan atau ditanya jadi
percuma saja kalau gitu. Kesalnya lagi saya kok malah dirujuk kerumah sakit lain, dengan jaminan yang tak jelas." ujar bapak 2 orang anak ini.
Ia juga mengatakan pihak rumah sakit memberikan dua opsi, yaitu dirujuk kerumah sakit lain tanpa jaminan atau kembali kerumah sakit Awal Bross jika kamar atau ruangannya kosong pada Senin (6/10), "Saya kan ke Awal Bross, karena Awal Bross menerima pasien Askes atau BPJS dan juga kondisi saya yang begini." tuturnya. Ini sudan melantarkan pasien, tambahnya. Dulu saya juga pernah dirawat dan diterima dirumah sakit ini (Awal Bross, red), "Jadi sekarang begini, hanya dirumah saja. Saya gak tahu bagaimana sakit saya ini. Rencananya saya akan mempertanyakan dengan pihak Askes atau BPJS," Tutupnya.
Sementara petugas Custemer Care RS Awal Bross Sri Wahyuni, yang dikonfirmasi radarpekanbaru.com melalui sambungan teleponya Sabtu (4/10) lalu, mengaku kalau membenarkan tentang adanya peserta Askes dengan pasien bernama Sofyan, yang masuk atau ditangani pihak IGD Rumah Sakit Awal Bross, "Begini pak, ada tingkatan-tingkatan atau kriteria-kriterianya seperti pasien emergency atau tidaknya. Jadi kalau Emergency pasien tidak membayar begitupun sebaliknya itu tergantung Dokter yang melakukan pemeriksaan," ujarnya. (*/ram)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








