Menjelang Jabatan Berakhir, Firdaus-Ayat Harus Tuntaskan Isu Lingkungan
RADARPEKAANBARU.COM - Satu tahun menjelang berakhirnya jabatan Firdaus-Ayat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru masih menyimpan isu lingkungan sebagai pekerjaan rumah.
Di tahun terakhir masa jabatannya, DPRD Pekanbaru mendukung serta mendesak agar Firdaus-Ayat dapat menyelesaikannya.
"Terutama isu lingkungan, ada beberapa aliran sungai yang ketika hujan meluap sehingga menjadikan banjir," kata anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla, Kamis (24/6/2021).
Politisi PAN ini mendesak serta mendukung agar walikota dan wakil walikota di akhir masa jabatannya menyelesaikan normalisasi sungai supaya aliran sungai yang mengalami pendangkalan dapat diatasi.
Selain itu untuk meringankan pekerjaan, Roni menyarankan agar Pemko Pekanbaru mau untuk berkirim surat ke Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS). "Terutama Sungai Sail yang setiap musim hujan meluap," tutupnya.
Normalisasi Sungai Sail
Rencana normalisasi Sungai Sail sampai kini belum terealisasi. Dinas PUPR Kota Pekanbaru masih menunggu alat berat dari Badan Wilayah Sungai Sumatra (BWSS).
"Kita masih menunggu alat dari BWSS," kata Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Rabu (23/6/2021).
Kata Indra, BWSS meminta PUPR yang menjadi penanggung jawab pekerjaan normalisasi Sungai Sail yang sering meluap dan menyebabkan banjir itu. Misalnya, kalau seandainya ada properti, tumbuhan dan lain itu menjadi tanggung jawab Dinas PUPR.
"Kita sekarang sedang menginventarisir itu. Nanti kita negosiasikan dengan yang punya, apakah dibayar atau mereka bisa mengikhlaskannya. Karena itu kan rata-rata di Sempadan Sungai," kata Indra.
Lanjutnya, dua alat yang ditunggu dari BWSS jenis Long Arm. Unit ini memudahkan mengeruk dasar sungai untuk membersihkan sedimen yang menumpuk.
Jika nanti pemilik properti meminta ganti rugi, kata Indra harus dibicarakan dengan dinas Pertanahan. Otomatis, harus ada juga anggaran untuk menyelesaikan itu.
Namun, Ia mengaku belum ada pembicaraan dengan dinas tersebut. "Belum (dibicarakan), baru kita data saja. Rumah tidak banyak, mungkin ada dua atau tiga rumah. Itu pun tidak rumah permanen juga," jelasnya.(ckc)
Kerugian Korupsi CSR PT SPRH Lebih Rp13 Miliar, Polda Riau segera Tetapkan Tersangka
RADARPEKANBARU.COM - Penyidikan dugaan korupsi penya.
Kesbangpol Riau: 12 Kabupaten/Kota Telah Lampaui Target Responden IHaI 2026
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalu.
JPU KPK Tuntut Arief Setiawan 5,5 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Abdul Wahid
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pe.
Sidang Pembacaan Tuntutan Abdul Wahid CS Digelar Hari Ini
RADARPEKANBARU.COM - Perkara dugaan korupsi yang men.
Percepat Pembangunan Daerah, Pemko Pekanbaru Gandeng Pemerintah Kota Bandung
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.
Dua Waste Station di Pekanbaru Sudah Bisa Penukaran Sampah
RADARPEKANBARU.COM - Pemko Pekanbaru telah men.








