Jangan Khawatirkan Uang, Itu Rencana Allah
RADARPEKANBARU.COM -- Seorang Muslim diharapkan tidak khawatir tentang masalah uang karena itu ada dalam rencana Allah. Allah memberikan kepada mereka yang Dia kasihi dengan cukup agar mereka tidak melampaui batas mereka. Allah tahu seberapa besar kemampuan kita. Jika Allah memberi kita segalanya, maka kita akan melampaui apa yang halal.
Nabi Muhammad SAW pun mengetahui hal ini dan dia tidak memberikan uang kepada orang-orang jika dia pikir akan menyeret mereka ke api neraka. Yasir Qadhi di laman About Islam menjelaskan salah satu hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari.
Nabi Muhammad memberikan uang kepada sekelompok orang. Salah satu sahabatnya berkata, “Mengapa Anda tidak memberikan kepada dia? Saya pikir dia adalah seorang mukmin, dia adalah orang yang baik, berikan padanya.” Namun, Nabi mengabaikannya dan terus memberikan kepada orang lain. Kedua kali, sahabat Nabi itu berkata lagi, “Ya Rasul Allah, berikan padanya. Saya pikir dia adalah seorang mukmin.”
Nabi tetap mengabaikan permintaan sahabatnya. Untuk ketiga kalinya, sahabatnya tetap meminta Nabi. Lalu, Nabi mengabaikannya dan dia berbalik. Dia berkata “Terkadang saya memberikan uang kepada orang-orang dan saya tidak memberikan kepada mereka yang lebih saya cintai, yaitu yang terkasih, saya tidak memberi. Karena takut uang itu akan menjadi godaan yang menyeret mereka ke Jahannam.”
“Dengan kata lain Nabi kita mengenal orang-orang dan dia berkata, apa yang Anda katakan tentang orang ini mungkin benar, dia adalah mukmin, dia orang baik. Tetapi dia tidak memiliki kesabaran seperti itu. Bisa jadi dengan uang, dia mungkin melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan uang itu. Dan oleh karena itu saudara dan saudari terkasih apa yang kita pelajari sangatlah sederhana,” kata Qadhi dalam video di kanal youtube ILovUAllah.
Qadhi menyebut Muslim seharusnya puas karena Allah memiliki rencana. Allah berfirman dalam surat Asy-Syura ayat 49-50: “Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.”
Ini merupakan qadar Allah. Allah mengetahui kepada siapa Dia memberi, mengetahui berapa banyak yang Dia beri, serta tahu orang yang akan Dia uji. “Oleh karena itu, salah satu manfaat utama beriman kepada qadar adalah merasakan kepuasan hati. Apa pun yang terjadi,” kata dia.
Dikutip About Islam, Kamis (21/1), qadar digunakan untuk menenangkan dan menemukan pelepasan dari malapetaka. Qadar tidak digunakan untuk membenarkan dosa, tapi digunakan untuk menemukan kedamaian dalam apa pun yang telah ditetapkan Allah.
Muslim harus berusaha terhadap semua masalah yang sedang terjadi. Misal, jika ingin bekerja, carilah pekerjaan. Jika semua usaha sudah dilakukan dan tidak menghasilkan apa pun, itu baru bisa dikatakan takdir Allah. “Kita harus puas dengan apa yang kita miliki meskipun kita menginginkan sesuatu dan kita tidak mendapatkannya. Allah punya rencana. Kita harus percaya pada ketetapan Allah dan kita harus merasakan kepuasan dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita,” ucap dia. (rep)
Teguran Nabi Isa kepada Ahli Ibadah yang Enggan Bekerja Mencari Nafkah
RADARPEKANBARU.COM - Islam tidak memisahkan antara i.
Jauh Sebelum Islam Datang, Nusantara Sudah Terhubung dengan Timur Tengah
RADARPEKANBARU.COM - Hubungan antara Nusantara dan T.
Yang Kita Anggap Baik Belum Tentu Terbaik di Sisi Allah
RADARPEKANBARU.COM - Banyak orang yang menganggap di.
Mengapa Shalat Sunah Sebelum Subuh Lebih Baik Dibanding Dunia dan Seisinya?
RADARPEKANBARU.COM - Salah satu amalan sunah yang ru.
Tanda Kecil Menjelang Kiamat, Mana Saja yang Sudah Terjadi?
RADARPEKANBARU.COM - Dalam ajaran Islam, sebelum dat.








