PILIHAN +INDEKS
Terkait Kasus Pembunuhan Bayi Jannete
Polisi Serahkan Berkas Tersangka Yulia ke Jaksa
RADARPEKANBARU.COM - Berkas kasus pembunuhan bayi Jannete dengan tersangka Yulia alias Dona (19), diserahkan ke Jaksa Senin (15/9). Berkas tersebut diserahkan setelah pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan juga para pihak terkait.
Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Kombes Pol Robert Haryanto W SH SSos MH, melalui Kasat Reskrim Kompol Hariwiyawan Harun Sik, kepada wartawan diruangannya Selasa (15/9).
"Kalau tidak salah sekarang kita limpahkan berkasnya. Ini kalau tidak salah saya mau tanda tangani dulu," ujar Hari.
Menurutnya, semua pemeriksaan terhadap tersangka Yulia, sudah selesai. Sekarang gimana petunjuk selanjutnya dari Kejaksaan, "Ini baru yang pertama kita limpahkan berkasnya," kata Kasat.
Ia juga mengatakan, selain melimpahkan berkas tersangka Yulia, pihaknya juga menerima kembali tim psikologi dari Polda Riau, "Kalau tidak salah tim psikolog datang lagi kesini (Polresta, red).
"Dia (Psikolog, red) datang untuk melakukan penelitian. Karena kasus ini menarik," ungkapnya.
Untuk diketahui, kasus penculikan anak tersebut menguak setelah keluarga korban kehilangan Jeanette pada Jumat (25/7) sekitar pukul 08.00 WIB di rumahnya yang berada di Jalan Lili I Kecamatan Sukajadi yang diduga dibawa lari oleh pambantu rumah tangga yang baru tiga hari bekerja dirumah tersebut. Saat kejadian, kedua orangtua korban sedang keluar rumah, sementara hanya ada tiga orang didalam rumah termasuk korban, neneknya dan pembantu.
Sebelum diketahui hilang, dari rekaman kamera CCTV dirumah korban sebelum menghilang tampak pembantu menggendong korban dan menemui seseorang didepan rumah. Kemudian setelah itu, pembantu keluar dari pintu belakang dan membawa korban kemudian mengkunci rumah dari luar.
Setelah itu, pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polresta Pekanbaru dan bersama-sama melakukan pencarian. Beberapa pengumuman melalui sosial media juga dilakukan, baru pada Ahad (27/7) pagi sekitar pukul 09.00 WIB jasat korban ditemukan di Jalan Angkasa sekitar 100 meter dari rumah korban. Setelah ditemukan jasat koban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan otopsi. (zul)
Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Kombes Pol Robert Haryanto W SH SSos MH, melalui Kasat Reskrim Kompol Hariwiyawan Harun Sik, kepada wartawan diruangannya Selasa (15/9).
"Kalau tidak salah sekarang kita limpahkan berkasnya. Ini kalau tidak salah saya mau tanda tangani dulu," ujar Hari.
Menurutnya, semua pemeriksaan terhadap tersangka Yulia, sudah selesai. Sekarang gimana petunjuk selanjutnya dari Kejaksaan, "Ini baru yang pertama kita limpahkan berkasnya," kata Kasat.
Ia juga mengatakan, selain melimpahkan berkas tersangka Yulia, pihaknya juga menerima kembali tim psikologi dari Polda Riau, "Kalau tidak salah tim psikolog datang lagi kesini (Polresta, red).
"Dia (Psikolog, red) datang untuk melakukan penelitian. Karena kasus ini menarik," ungkapnya.
Untuk diketahui, kasus penculikan anak tersebut menguak setelah keluarga korban kehilangan Jeanette pada Jumat (25/7) sekitar pukul 08.00 WIB di rumahnya yang berada di Jalan Lili I Kecamatan Sukajadi yang diduga dibawa lari oleh pambantu rumah tangga yang baru tiga hari bekerja dirumah tersebut. Saat kejadian, kedua orangtua korban sedang keluar rumah, sementara hanya ada tiga orang didalam rumah termasuk korban, neneknya dan pembantu.
Sebelum diketahui hilang, dari rekaman kamera CCTV dirumah korban sebelum menghilang tampak pembantu menggendong korban dan menemui seseorang didepan rumah. Kemudian setelah itu, pembantu keluar dari pintu belakang dan membawa korban kemudian mengkunci rumah dari luar.
Setelah itu, pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polresta Pekanbaru dan bersama-sama melakukan pencarian. Beberapa pengumuman melalui sosial media juga dilakukan, baru pada Ahad (27/7) pagi sekitar pukul 09.00 WIB jasat korban ditemukan di Jalan Angkasa sekitar 100 meter dari rumah korban. Setelah ditemukan jasat koban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan otopsi. (zul)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








