PILIHAN +INDEKS
Penjara Minta Kejati Riau Usut Keterlibatan Jefri Noer
Jefri Noer
RADARPEKANBARU.COM - Puluhan massa dari Pemantau Kinerja Aparat Negara (Penjara) mendesak penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) menangkap Bupati Kampar Jefry Noer karena diduga terlibat sejumlah dugaan korupsi.
Hal itu disampaikannya pendemo saat berunjuk rasa di Kantor Kejati Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin lalu (15/14), "Tangkap Jefry Noer. Kejati jangan tebang pilih menangani kasus di Kampar," seru Sunardi, Ketua DPD Penjara Wilayah Riau.
Menurutnya Sunardi, Jefry diduga terlibat kasus plesiran ke Manchester, Inggris. Dalam kasus ini, HM Syafri selaku mantan Direktur BPR Sarimadu telah divonis majelis hakim di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
Dalam putusan Nomor 15/Pidsus.TPK/2014/PN.PBR disebutkan keterlibatan Jefry. Semua saksi yang dihadirkan menyatakan Bupati Kampar, isterinya Eva Yulia dan dua anaknya (Rachmat Jevari Juniardo dan Jery Vermata,red) menggunakan APBD Kampar dalam perjalanan tersebut.
"Kedua anaknya itu disebut sebagai ajudan untuk mempelancar administrasi pengggunaan APBD," kata Sunardi.
Tambah Sunardi, hakim berkesimpulan bahwa perbuatan tindak pidana itu bukan hanya dilakukan HM Syafri. Akan tetapi dilakukan secara bersama-sama, diantaranya Jefri, Eva dan kedua anaknya.
Selain kasus tersebut, Sunardi juga menuding Jefry terlibat korupsi pengadaan baju koko di seluruh kecamatan di Kampar. Kegiatan ini digagas oleh Jefry.
"Kenapa Kejati Riau hanya menetapkan Asril Jasda, mantan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Kampar, dan Firdaus selaku kontraktor sebagai tersangka," ucap Sunardi.
Selain itu, Penjara juga mendesak Kejati Riau mengusut tuntas dugaan pesangon yang diberikan Jefry kepada HM Syafri senilai Rp656 juta. Anggaran itu diberikan setelah Bank Indonesia melakukan pemeriksaan rutin di BPR Sarimadu.
"Jefry juga memberikan seunit mobil Chevrolet Captiva BM 139 FI ke Syafri. Ini harus diusut tuntas," tegas Sunardi.
Selain kasus tersebut, masih banyak kasus korupsi di Kampar yang diduga dilakukan Jefry. Kejati diminta menuntaskan satu persatu.
Pendemo ditemui Asisten Intelijen Kejati Riau M Naim. Ia menyampaikan, sejumlah kasus tersebut tengah diproses Tindak Pidana Khusus Kejati Riau. Pendemo diminta sabar.
"Kami akan selidiki dulu dan mohon dukungannya untuk menyelesaikan kasus ini," ucap Naim singkat. (zul)
Hal itu disampaikannya pendemo saat berunjuk rasa di Kantor Kejati Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin lalu (15/14), "Tangkap Jefry Noer. Kejati jangan tebang pilih menangani kasus di Kampar," seru Sunardi, Ketua DPD Penjara Wilayah Riau.
Menurutnya Sunardi, Jefry diduga terlibat kasus plesiran ke Manchester, Inggris. Dalam kasus ini, HM Syafri selaku mantan Direktur BPR Sarimadu telah divonis majelis hakim di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
Dalam putusan Nomor 15/Pidsus.TPK/2014/PN.PBR disebutkan keterlibatan Jefry. Semua saksi yang dihadirkan menyatakan Bupati Kampar, isterinya Eva Yulia dan dua anaknya (Rachmat Jevari Juniardo dan Jery Vermata,red) menggunakan APBD Kampar dalam perjalanan tersebut.
"Kedua anaknya itu disebut sebagai ajudan untuk mempelancar administrasi pengggunaan APBD," kata Sunardi.
Tambah Sunardi, hakim berkesimpulan bahwa perbuatan tindak pidana itu bukan hanya dilakukan HM Syafri. Akan tetapi dilakukan secara bersama-sama, diantaranya Jefri, Eva dan kedua anaknya.
Selain kasus tersebut, Sunardi juga menuding Jefry terlibat korupsi pengadaan baju koko di seluruh kecamatan di Kampar. Kegiatan ini digagas oleh Jefry.
"Kenapa Kejati Riau hanya menetapkan Asril Jasda, mantan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Kampar, dan Firdaus selaku kontraktor sebagai tersangka," ucap Sunardi.
Selain itu, Penjara juga mendesak Kejati Riau mengusut tuntas dugaan pesangon yang diberikan Jefry kepada HM Syafri senilai Rp656 juta. Anggaran itu diberikan setelah Bank Indonesia melakukan pemeriksaan rutin di BPR Sarimadu.
"Jefry juga memberikan seunit mobil Chevrolet Captiva BM 139 FI ke Syafri. Ini harus diusut tuntas," tegas Sunardi.
Selain kasus tersebut, masih banyak kasus korupsi di Kampar yang diduga dilakukan Jefry. Kejati diminta menuntaskan satu persatu.
Pendemo ditemui Asisten Intelijen Kejati Riau M Naim. Ia menyampaikan, sejumlah kasus tersebut tengah diproses Tindak Pidana Khusus Kejati Riau. Pendemo diminta sabar.
"Kami akan selidiki dulu dan mohon dukungannya untuk menyelesaikan kasus ini," ucap Naim singkat. (zul)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








