PILIHAN +INDEKS
Wabup Kampar : "Saya Belum Merdeka"
Ibrahim Ali
BANGKINANG, RADARPEKANBARU.COM - Wakil Bupati (Wabup) H Ibrahim Ali merasa dirinya belum merdeka. Tudingan itu disebutkannya karena banyak hak-haknya sudah dikebiri. Seperti halnya fasilitas mobil dinas, saat ini, dirinya masih menggunakan kendaraan lama. Berbeda halnya dengan Bupati Kampar H Jefri Noer yang sudah diberikan mobil dinas baru.
"Sampai saat ini, banyak hak saya yang dikebiri dan sepertinya ada perbedaan hak antara saya dengan Bupati Kampar H Jefri Noer. Coba tanyakan sama beliau kenapa bisa begini," cetus Ibrahim dengan nada tinggi, usai melaksanakan acara HUT RI ke 69 di lapangan pelajar Kabupaten Kampar, Minggu (17/8/14).
Disebutkannya, mobil yang dipergunakannya saat sekarang ini masih fasilitas milik mantan Wakil Bupati Kampar yang lama, Teguh Sahono. Ironisnya, Ibrahim mengatakan bahwa kondisi mobil plat merah tersebut mengalami kerusakan yang parah karena perawatan tidak pernah dilakukan.
"Bahkan saya pernah mengeluarkan biaya sendiri untuk perawatannya. Untuk sekarang ini saja, saya mau kemana-mana harus meminjam mobil saudara saya sebab mobil yang biasa rusak. Karena tidak ada mobil pengganti terpaksa harus pinjam mobil saudara,"sebutnya.
Ibrahim katakan, untuk saat ini, rakyat Indonesia bukanlah dijajah bangsa asing, namun bangsa sendirilah yang melakukan penjajahan itu.
"Termasuk saya pribadi selaku Wakil Bupati Kampar yang telah dijajah oleh bangsa sendiri. Kalau tidak terjajah mungkin kondisi saya tidak seperti sekarang,"ungkapnya.
Dirinya terlihat geram. Pasalnya, bila ia bercerita tentang semua yang dialaminya, dipastikan akan banyak isu-isu miring yang timbul.
"Karena banyak orang-orang penjilat yang cari muka sama bupati Kampar saat ini. Kalau saya cerita pasti dikatakan yang aneh-aneh yang saya cengenglah, saya ginilah," bebernya.
Ibrahim menghimbau, Khusus untuk masyarakat kampar harus berhati-hati bila ingin mencari pemimpin lagi.
"Kedepan kenali. Jangan lihat luarnya saja tapi lihat juga dalamnya. Untuk masalah seperti ini, biarlah saya yang mengalaminya. Biar menjadi pengalaman saya dan juga contoh bagi masyarakat," tutupnya.(Aulia)
"Sampai saat ini, banyak hak saya yang dikebiri dan sepertinya ada perbedaan hak antara saya dengan Bupati Kampar H Jefri Noer. Coba tanyakan sama beliau kenapa bisa begini," cetus Ibrahim dengan nada tinggi, usai melaksanakan acara HUT RI ke 69 di lapangan pelajar Kabupaten Kampar, Minggu (17/8/14).
Disebutkannya, mobil yang dipergunakannya saat sekarang ini masih fasilitas milik mantan Wakil Bupati Kampar yang lama, Teguh Sahono. Ironisnya, Ibrahim mengatakan bahwa kondisi mobil plat merah tersebut mengalami kerusakan yang parah karena perawatan tidak pernah dilakukan.
"Bahkan saya pernah mengeluarkan biaya sendiri untuk perawatannya. Untuk sekarang ini saja, saya mau kemana-mana harus meminjam mobil saudara saya sebab mobil yang biasa rusak. Karena tidak ada mobil pengganti terpaksa harus pinjam mobil saudara,"sebutnya.
Ibrahim katakan, untuk saat ini, rakyat Indonesia bukanlah dijajah bangsa asing, namun bangsa sendirilah yang melakukan penjajahan itu.
"Termasuk saya pribadi selaku Wakil Bupati Kampar yang telah dijajah oleh bangsa sendiri. Kalau tidak terjajah mungkin kondisi saya tidak seperti sekarang,"ungkapnya.
Dirinya terlihat geram. Pasalnya, bila ia bercerita tentang semua yang dialaminya, dipastikan akan banyak isu-isu miring yang timbul.
"Karena banyak orang-orang penjilat yang cari muka sama bupati Kampar saat ini. Kalau saya cerita pasti dikatakan yang aneh-aneh yang saya cengenglah, saya ginilah," bebernya.
Ibrahim menghimbau, Khusus untuk masyarakat kampar harus berhati-hati bila ingin mencari pemimpin lagi.
"Kedepan kenali. Jangan lihat luarnya saja tapi lihat juga dalamnya. Untuk masalah seperti ini, biarlah saya yang mengalaminya. Biar menjadi pengalaman saya dan juga contoh bagi masyarakat," tutupnya.(Aulia)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








