Penjelasan Disdik Pekanbaru Terkait,
Viral Anak SD Belajar di Halaman Sekolah Karena Kekurangan Kelas
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, membantah ada sekolah di Pekanbaru yang kekurangan lokal atau ruang belajar hingga mengakibatkan anak-anak terpaksa belajar di halaman sekolah.
“Untuk kasus yang ini dari kemarin sudah saya jelaskan. Tidak ada ruang sekolah di SDN 01 yang kurang. Bahkan, kami sudah siapkan ruangan hingga tiga kelas,” katanya, Kamis (11/7/2019).
Jamal berharap agar media dapat mengkroscek langsung sekolah yang belum lama ini viral di media sosial karena dianggap kekurangan jumlah ruangan belajar.
“Kemarin itu anak-anak sedang melakukan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Karena diadakan diluar, maka diviralkan seolah-olah sekolah tersebut kekurangan ruang belajar. Jadi saya tegaskan, tidak ada sekolah yang kekurangan ruang belajar,” cakapnya.
Jamal juga menyebutkan, informasi adanya sekolah yang akan kembali dimerger atau dilebur yakni SDN 01, SDN 10 dan SDN 156 Pekanbaru karena adanya perluasan pasar Kodim, tidaklah benar.
“Tidak benar ada merger di sekolah tersebut. Sampai saat ini disana masih ada tiga kepala sekolah karena saya sudah melakukan monitoring,” cakapnya. (ckp)
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)