Dua Kebahagiaan Orang yang Berpuasa Ramadhan
RADARPEKANBARU.COM -- Puasa di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi kaum Muslimin. Tidak hanya itu, puasa itu juga termasuk salah satu Rukun Islam. Demikianlah arti penting puasa yang disyariatkan Nabi Muhammad SAW.
Setidak-tidaknya, terdapat dua jenis kebahagiaan yang akan dirasakan orang berpuasa. Pertama, secara jasmani atau duniawi. Maknanya, ada perasaan lega ketika seseorang yang telah berpuasa seharian, kemudian berbuka di kala maghrib tiba. Mereka bersyukur kepada Allah SWT atas karunia sajian untuk berbuka puasa. Tidak hanya itu, rasa senang juga timbul dari dalam diri karena dapat menuntaskan perintah-Nya.
Belasan jam lamanya diri berpuasa, menahan dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya. Apa-apa yang selama ini boleh untuk memenuhi kebutuhan biologis, menjadi tertahan (imsak). Karena itu, momentum berbuka puasa adalah kebahagiaan tersendiri. Itu menjadi sebuah pencapaian paling berharga secara lahiriah.
Kedua, secara ruhaniah atau ukhrawi. Kebahagiaan jenis ini hanya akan dirasakan bagi mereka yang berpuasa secara total. Dalam arti, imsak tidak hanya menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fikih. Seseorang yang berpuasa juga menahan lisannya dari berkata buruk, perbuatannya dari perilaku yang jahat, serta hati dan pikirannya dari melalaikan perintah Allah SWT.
Puasa berbeda daripada ibadah-ibadah lain. Puasa hanya bisa diketahui antara diri seorang hamba dan Rabbnya. Dalam suatu hadis qudsi disebutkan, puasa adalah untuk Allah. "Allah telah berkata: 'Semua amalan anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku. Akulah yang memberi ganjarannya."
Karena itu, kebahagiaan ruhaniah ini terpicu dari kian dekatnya diri seorang Muslim dengan ridha Allah Ta'ala. Inilah dimensi ibadah puasa yang sejati, lantaran mengubah seseorang agar kian bertakwa.
Dua jenis kebahagiaan tersebut sesungguhnya sudah diisyaratkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah, "Seseorang yang berpuasa akan berbahagia karena dua hal: ketika dia berbuka puasa dan dia bahagia karenanya ketika dia bertemu dengan Tuhannya, ia akan berbahagia bahwa dia telah puasa."(rep)
Kunci Surga Menurut Hadits Nabi: Syahadat dan Sholat
Kalimat tauhid La ilaha illallah merupakan kunci.
Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya salah satu kebutuh.
Seberapa Sering Kita Merasakan Waktu Berjalan Begitu Cepat? Ini Penjelasan Ulama
RADARPEKANBARU.COM - Betapa cepatnya hari-hari berla.
Teguran Nabi Isa kepada Ahli Ibadah yang Enggan Bekerja Mencari Nafkah
RADARPEKANBARU.COM - Islam tidak memisahkan antara i.








