• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2085 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4428 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4441 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4387 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4505 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Jalan Terjal Ustaz Somad

Redaksi Radarpku

Jumat, 05 Januari 2018 14:07:12 WIB
Cetak
Jalan Terjal Ustaz Somad

RADARPEKANBARU.COM - Dai fenomenal itu bernama Ustaz Abdul Somad (UAS). Ceramah-ceramahnya viral melalui media sosial, seperti Youtube, Facebook, dan Whatsapp.

Ceramahnya yang renyah ditonton jutaan orang sehingga namanya melambung dan tawaran ceramah datang dari berbagai penjuru negeri sampai luar negeri. Masyarakat tertarik dan antusias mendengar siraman rohaninya secara langsung.

Sependek pengetahuan penulis, berikut kelebihan UAS yang membuatnya fenomenal. Pertama, UAS menguasai ilmu agama. Alumnus Al-Azhar Mesir dan Maroko bidang hadis ini adalah anggota MUI Riau, pengurus NU Riau, dan dosen hadis UIN Riau.

Dia adalah antitesis dai selebritas yang sering muncul di televisi, yang diragukan kedalaman ilmu agamanya. Jawaban spontannya terhadap pertanyaan-pertanyaan jamaah, menunjukkan keluasan dan kedalaman ilmunya.

Kedua, intonasi dan pilihan kata (diksi) dakwah UAS lembut, tidak keras, dan tidak kasar. Dia tidak berapi-api dan mengalir alami sehingga sesuai selera banyak kelompok Muslim. Dakwah yang keras dan kasar cenderung tidak bisa diterima Muslim Indonesia.

Dia juga bersedia menjawab pertanyaan jamaah tentang persoalan keagamaan. Ketiga, UAS tidak mengejar dunia tapi akhirat. Dia (sampai saat ini) tidak pasang tarif. Meski sudah menjadi dai level nasional bahkan internasional.

Ia menyerahkan honor kepada kesanggupan panitia, bahkan (konon) rela tidak dibayar asal bisa berdakwah di tengah masyarakat.

Jam terbang tinggi, jadwal padat, dan honor tinggi menyebabkan dai-dai sebelumnya hanya milik kelompok muslim tertentu (elitis). Hanya masyarakat, pejabat, dan lembaga pemerintah berduit yang bisa mengundang dai yang pasang tarif tinggi. Padahal, dai itu milik umat, siapa saja, dan kalangan mana saja, yang membutuhkan pencerahan.

Keempat, UAS juga menjaga komitmen. Ia tidak mau membatalkan janji ceramah di tempat tertentu karena diundang pihak yang lebih penting (istana, misalnya) atau karena bayarannya lebih besar. Ia mementingkan menepati janji kepada umat daripada mengejar uang dan popularitas.

Kelima, kecuali lembut dan santai, ceramah UAS juga tidak membosankan karena lucu. Ia mampu membuat jamaah tertawa atau tersenyum.

Ia secara spontan mampu menyelipkan guyonan dalam ceramahnya, seperti Zainudin MZ dan Aa Gym. Selain materi ceramah berbobot penuh ilmu, menjawab persoalan riil masyarakat, guyonan yang tidak berlebihan diperlukan agar dakwah tidak membosankan dan membikin kantuk.

Popularitas UAS tidak lepas dari peran media sosial. Media cetak dan daring turut membesarkan UAS. Dia dianggap dai harapan baru umat dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Bobot ceramah dan gayanya menarik banyak media massa dan umat. Tiap-tiap masa ada tokohnya, mungkin inilah masanya UAS. Peluang ini harus dimanfaatkan UAS sebaik-baiknya. Umat membutuhkan dai yang sejuk, santun, sederhana, dan konsisten.

Dai yang dekat dan diterima semua golongan masyarakat. Dai yang mengabarkan Islam yang lembut, moderat, penuh cinta, mendukung NKRI, dan Pancasila. Perjalanan UAS dalam dakwah tidak akan mudah.

Jalan yang telah dan akan dilalui pasti terjal dan berliku. Fitnah mendukung khilafah, anti-NKRI dan Pancasila, tidak mendukung pemerintah, pendukung teroris, membuatnya dipersekusi dan ditolak di Bali dan dideportasi dari Bandara Hong Kong.

UAS juga batal tampil di Masjid Nurul Falah, Kompleks PLN Gambir, Jakarta Pusat (28/12/2017).Tahun politik 2018-2019 juga akan menguji konsistensi UAS dalam dakwah.

Popularitasnya bisa dimanfaatkan tokoh, ormas, atau partai politik tertentu untuk menaikkan elektabilitas. Dia sebaiknya tetap konsisten dalam gerakan dakwah, tidak menjadi partisan partai. Dia milik semua umat bukan golongan tertentu.

UAS juga harus bisa menundukkan ego dirinya. Saat ini masyarakat se-Indonesia mengelu-elukan, memuji, dan membanggakannya. Kultus masyarakat terhadapnya bukan hal mustahil-sesuatu yang pasti disadari dan tidak diinginkannya.

Ia harus bisa melewati fase berada di atas dan puja-puji ini agar tidak lupa diri dan terpuruk. Sebaliknya, UAS tidak boleh mundur dari gelanggang dakwah hanya karena takut kalah atau lupa diri.

Sebaliknya, ia harus tetap melanjutkan perjalanan panjang dakwah ini dengan tetap tawadhu sehingga banyak masyarakat tercerahkan. Ini baru fase awal dakwah UAS, fase-fase berikutnya akan lebih menantang sekaligus penuh tantangan.

Tantangan terakhir UAS adalah keseimbangan sebagai dosen dan dai. Dia saat ini jauh berbeda dengan yang dulu. Ia tidak lagi milik kampus UIN Riau tapi milik umat Islam Indonesia dan dunia. Waktu ceramahnya padat dan dari Sabang sampai Merauke.

Lelah, pasti. Meski demikian, ia harus tetap mengajar dan mendidik mahasiswa agar bisa mewariskan ilmunya yang luas. Popularitas dai ada masa dan batasnya, tetapi menjadi dosen tiada ada batasnya.

Dengan mengajar di kampus, siapa tahu kelak lahir muridnya yang meneruskan jejak dakwah lisannya. Di kampus, UAS bisa mencetak kader-kader ulama masa depan.

Popularitasnya saat ini adalah hanya bonus tambahan dari hasil ketekunan dan kerja kerasnya selama ini. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur panjang kepada dosen, ulama, dan dai ini sehingga umat Islam menjadi panutan penghuni bumi.(rap)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:27:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.

Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
06 Oktober 2026
KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
06 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
06 Oktober 2026
Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
06 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
06 Oktober 2026
Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia
06 Oktober 2026
PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah
05 Oktober 2026
Babak Baru Polda Riau: Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
05 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
05 Oktober 2026
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
05 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
  • 2 KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
  • 3 Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
  • 4 Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
  • 5 Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
  • 6 Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia
  • 7 PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com