• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2577 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2515 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2542 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2515 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2517 Kali

  • Home
  • Opini

Akhir Petualangan Robi Sugara, Dokter Gigi Palsu di Pekanbaru

Redaksi Radarpku

Senin, 26 September 2016 12:01:12 WIB
Cetak
Akhir Petualangan Robi Sugara, Dokter Gigi Palsu di Pekanbaru
ilustrasi

RADARPEKANBARU.COM - "Dokter gigi" muda itu tampak kebingungan di balik meja kerjanya di salah satu sudut ruangan toko butik. Kebingungannya semakin membuncah saat sejumlah orang yang ternyata bukan pasien menggeledah ruang praktiknya.
   
Sekilas bagi orang awam tidak akan menyangka ruang kecil berukuran 4 meter persegi dan berada di sudut ruko itu adalah ruang praktik kedokteran. Bagaimana tidak, ruang kecil itu tertutupi gantungan baju-baju yang di pajang.
   
Memang, ruko kecil bewarna kuning di Jalan Surabaya, Harapan Raya, Pekanbaru itu terpampang jelas tulisan MR Behel Shop (Spesialis Orthodentic). Plank berukuran 3x1 meter itu bahkan lebih besar dibanding nama butik itu sendiri.
   
Kisah sukses Robi Sugara, pemuda 24 tahun yang mengaku lulusan kedokteran Universitas Sumatera Utara itu pun berakhir. Dengan gugup dia menjawab satu persatu pertanyaan polisi.
     
Sebelum penggerebekan dan penggeledahan yang dilakukan petugas gabungan pada Kamis kemarin (22/9), petugas sebelumnya telah melakukan penyamaran sejak beberapa hari sebelumnya.
     
Petugas yang menyamar sebagai pasien terus menggali informasi dari tersangka. Salah satunya adalah saat dia mengaku sebagai lulusan Kedokteran. Setelah di kroscek, ternyata perguruan tinggi yang ia klaim tidak pernah mencacat nama Robi Sugara.
     
"Kita terus gali dan kembangkan informasi sebelum melakukan penggeledahan bersama polisi dan Dinkes Pekanbaru," kata ketua PDGI Pekanbaru, Drg Chairul Sahri kepada Antara.
   
Praktik dokter gigi palsu spesialis Orthodontic menjadi target utama PDGI, kata Sahri. Menurut dia, praktik tersebut sangat meresahkan karena telah berjalan lebih daru dua tahun. Ratusan pasien telah menjadi korban "dokter" Robi.
   
Menurut dia, praktik semacam tersebut bisa beakibat sangat fatal bagi kesehatan mulut pasiennya. Praktik Orthodontic yang dijalankan tersangka meliputi pemasangan kawat gigi, pemeliharaan, pembersihan karang gigi, cabut gigi dan lainnya.
     
"Jika itu dilakukan dengan salah. Maka sangat berpotensi menyebabkan peradangan dan berbagai penyakit lainnya bagi pasien," ujarnya.
   
PDGI menyatakan bahwa praktik semacam itu cukup banyak di Pekanbaru. Ia mengatakan perlu kerjasama yang baik antara masyarakat, petugas dan penegak hukum untuk membasmi praktik ilegal seperti yang dilakukan Robi.
   
Dia mengatakan dengan terungkapnya praktik ilegal yang dilakukan Robi, diaharapkan dapat memberikan efek jera kepada orang-orang tidak bertanggung jawab lainnya.
   
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru terus menelusuri pasien korban praktik dokter ilegal. Tidak hanya pasien Robi, namun juga praktik ilegal lainnya yang se-paham dengan Robi.
   
Tentu tidak mudah, namun Dinas Kesehatan Pekanbaru sangat berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan jika menjadi korban si Robi maupun sejenisnya.
   
"Sejauh ini kita belum terima laporan secara tertulis. Namun kita akan telusuri dan membuka pengaduan masyarakat bagi pasien yang menjadi korban tersangka dan praktik ilegal lainnya," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Fira Septiyanti.
   
Senada dengan PDGI, Dinkes Pekanbaru mencatat cukup banyak praktik dokter ilegal sejenis Robi di Kota Bertuah itu.
   
Namun, kendala yang dihadapi Dinkes Pekanbaru adalah kurangnya sumber daya manusia untuk terus memantau pergerakan mereka. Sekali lagi, ia meminta kerjasama masyarakat agar dapat bersama membersihkan wabah praktik ilegal.
   
Belajar dari Internet.
   
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru berhasil menyelidiki bagaimana awal Robi bisa menjadi dokter gadungan dan nekat membuka praktik dua tahun lamanya.
   
Hasilnya, polisi menyatakan bahwa Robi memiliki ilmu kedokteran secara autodidak melalui dunia maya atau internet.
   
"Tersangka ini belajar sendiri melalui internet. Nonton video bagaimana cara memasang dan merawat gigi terutama kawat gigi melalui media YouTube," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Toni Hermawan.
   
Hasil pemeriksaan menyebutkan bahwa tersangka belajar dari internet selama sebulan sebelum akhirnya berani membuka praktik Orthodontic.
   
Namun, sebelum memutuskan untuk membuka praktik, ternyata tersangka pernah menjadi penjual alat-alat kesehatan gigi secara daring.
   
"Dari situ awal ketertarikan dia untuk membuka praktik gigi spesialis Orthodontic. Kemudian memutuskan belajar dan membuka sendiri," ujarnya.
   
Dalam menjalankan praktiknya, tersangka terlihat cukup meyakinkan. Setelan baju dokter putih alat dokter bertuliskan Drg Robi Sugara dengan kemeja dipadu dasi menjadi tipu daya tersangka untuk membohongi pasien.
   
Selain itu, tersangka juga memiliki alat praktik dokter yang terbilang lengkap. Hanya saja, ruang praktiknya cukup kecil berukuran sekitar 2x2 meter dan menjadi satu dengan toko butik milik orang tuanya.
   
Dalam sehari, tersangka bisa menerima 3 pasien. Baik untuk memasang kawat gigi baru, kontrol, maupun membersihkan gigi atau memutihkan gigi.
   
Tarif yang dipatok pun beragam antara Rp30 ribu hingga Rp7,5 juta, tergantung jenis kebutuhan dan keluhan pasien.
   
Toni mengatakan, dalam 2 tahun terakhir, ratusan pasien telah ditangani tersangka yang merupakan tamatan di salah satu SMA Negeri di Pekanbaru itu.
   
Robi Sugara kini mendekam dibalik jeruji akibat perbuatan nekatnya itu. Ia dijerat dengan Pasal 77 juncto 73 ayat (1) dan atau Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (ant)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Menjaga Kemabruran Ibadah Haji
19 Juni 2026
Walikota Pekanbaru Apresiasi Kinerja LPS, 95 Persen Warga Terlibat Pengelolaan Sampah
19 Juni 2026
Enam Perusak Pos Satgas PKH di Tesso Nilo Divonis 6 Bulan Penjara
19 Juni 2026
Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi
19 Juni 2026
Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran
19 Juni 2026
Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Takkan Tunduk pada Amerika
19 Juni 2026
Afiat Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin ICF Pekanbaru, Siap Perkuat Pembinaan dan Prestasi Atlet
18 Juni 2026
Riduan Siagian Ditunjuk Jadi Nahkoda RAMPAS Setia 08 Berdaulat Riau
18 Juni 2026
Diupah Rp100 Juta, Kurir Jemput Narkoba Dari Malaysia Ditangkap Di Bengkalis
18 Juni 2026
Pekanbaru Job Fair 2026 Hadir di Mal SKA, 1.417 Lowongan Kerja Tersedia
18 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Menjaga Kemabruran Ibadah Haji
  • 2 Walikota Pekanbaru Apresiasi Kinerja LPS, 95 Persen Warga Terlibat Pengelolaan Sampah
  • 3 Enam Perusak Pos Satgas PKH di Tesso Nilo Divonis 6 Bulan Penjara
  • 4 Plt Gubri Dorong Percepatan Data TORA dan Akses Ekonomi
  • 5 Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran
  • 6 Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Takkan Tunduk pada Amerika
  • 7 Afiat Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin ICF Pekanbaru, Siap Perkuat Pembinaan dan Prestasi Atlet

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com