• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2527 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2464 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2492 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2465 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2472 Kali

  • Home
  • Opini

Inilah Kronologi Insiden Pembubaran Paksa Acara Multi Level Marketing Q Net di Kampus UIN Suska Riau

Redaksi Radarpku

Rabu, 30 Maret 2016 08:30:58 WIB
Cetak
Inilah Kronologi Insiden Pembubaran Paksa Acara Multi Level Marketing Q Net di Kampus UIN Suska Riau
Suasana saat mahasiswa masuk dan meminta acara tersebut dibubarkan. Mahasiswa mendapat perlawanan dari pihak panitia (Foto : Lpm Gagasan)

RADARPEKANBARU.COM-Sekitar puluhan mahasiswa membubarkan acara 'Amoeba' yang diadakan multi level marketing Q Net di Islamic Center UIN Suska Riau. Mereka memprotes kegiatan tersebut karena dinilai telah melanggar aturan kampus dan tidak sesuai dengan etika kampus islam madani.

Sempat terjadi ketegangan saat mahasiswa masuk dan meminta acara dibubarkan. Mahasiswa masuk sekitar pukul delapan malam. Mereka sempat dilempari air mineral dan sejumlah properti oleh pihak panitia. Mendapat perlawanan, mahasiswa terpancing dan melakukan perlawanan. "Kami sempat dilempari kursi oleh panitia,"ujar Hengki salah seorang mahasiswa.
    
Dalam kondisi emosi, mahasiswa sempat adu jotos dengan panitia. Sejumlah pihak keamanan berseragam Ormas Pemuda Pancasila mencoba menahan mahasiswa yang emosi dan masuk dalam kerumunan massa. Sejumlah peserta wanita terlihat pingsan dalam insiden tersebut. Mahasiswa mengambil posisi diatas panggung Aula IC dan peserta serta panitia berhamburan keluar ruangan.

Sekitar setengah jam berlalu, Islamic Center tempat berlangsungnya acara berhasil dikuasai mahasiswa. Ketua BLU Kastulani datang dan mencoba menenangkan dengan memberi penjelasan runut pemberian izin kegiatan tersebut. Namun emosi mahasiswa kembali terpancing saat dua orang pihak keamanan acara berseragam Ormas Pemuda Pancasila (PP) masuk dan tampil kedepan dengan maksud memberi penjelasan.

Massa mahasiswa kembali tenang saat Kedua oknum PP tersebut keluar. Mereka melanjutkan orasi dengan melontarkan beragam pertanyaan kepada Kastulani. Tanya jawab berlangsung panas hingga akhirnya Wakil Rektor III datang dan meredam emosi mahasiswa. "Ini acara pertama dan terakhir yang ada di UIN,"kata WR III Dr Tohirin.

Panitia Acara 'Amoeba Award' Acara yang digelar sejak kemarin ini sudah dua kali diperingatkan oleh Ketua BLU UIN Suska Riau Kastulani sebagai pemberi izin. Salah satu mahasiswa sempat membacakan sikap BEM yang ia dapat. Mahasiswa kemudian menuntut BEM menindak lanjuti kejadian ini dan meminta Kastulani dipecat dari jabatannya.

"Saya menerima dan akan bertanggung jawab. Saya siap dipecat jika itu atas perintah Rektor,"Jawab Kastulani.

Acara ini menjadi topik pembicaraan sejak tadi pagi karena melanggar etika kampus. Sejumlah peserta wanita terlihat memakai pakaian yang fatal melanggar kode etik di kampus islam madani. Selain itu, musik yang digunakan dalam kegiatan tersebut dinilai melecehkan kampus dan terus dibunyikan saat waktu sholat dengan pencahayaan ala 'diskotik'.

Selain melanggar etika kampus islam madani. Acara ini juga menganggu sejumlah aktivitas warga akademik. Mahasiswa tafsir hadist terpaksa tidak kuliah karena ruangannya digunakan sebagai ruang medis dan 'Tamu VIP' kegiatan tersebut.

Sejumlah pegawai juga harus rela parkir di lahan sempit disamping IC karena lokasi parkir digunakan panitia sebagai area kegiatan dan parkir peserta. Bahkan lalu lintas disamping IC juga sempat ditutup oleh panitia meski akhirnya dibuka kembali karena diprotes mahasiswa.

Sebagai Info Tambahan Bisnis MLM QNet Pernah Tipu Masyarakat Rp 1,6 Miliar  

Radar mengutip dari tempo.co, setidaknya sekitar 200 anggota multi-level marketing PT QNet Indonesia melaporkan ke Kepolisian Resor Banyuwangi atas dugaan penipuan yang dilakukan perusahaan. Kerugian korban diduga mencapai Rp 1,6 miliar.

Wakil pelapor, Rudi Suprapto, 50 tahun, mengatakan, perusahaan itu dianggap tidak memenuhi janji memberikan satu unit Honda Jazz dan pendapatan Rp 2,5 juta per bulan kepada anggotanya. Apalagi, menurut dia, sejumlah produk kesehatan yang dijual tidak berkhasiat.

Kerugian materi, kata Rudi, dihitung dari biaya pendaftaran anggota QNet antara Rp 7 juta hingga Rp 10 juta tiap orang. Setiap anggota wajib mencari enam orang untuk bergabung dalam bisnis itu. Rudi kemudian mengajak istri dan ayah kandungnya. "Dapat satu anggota katanya kita dapat penghasilan Rp 2,5 juta per bulan," kata Rudi kepada wartawan di Mapolres Banyuwangi, Senin, 17 Juni 2013.

Ada tiga produk QNet yang diberikan kepada anggota, yakni Bio-Disc, Chi-Pendant, dan E-Guard. Bio-Disc berupa lempeng kaca yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Chi-Pendant berupa kalung liontin yang bisa membuat penggunanya kuat. Sedangkan E-Guard dipakai dalam rokok elektronik.

Rudi dan rekannya yang melapor mengklaim tidak pernah merasakan khasiat barang-barang tersebut. Saat melapor, Rudi membawa ratusan produk QNet, baju, dan sertifikat 200 anggota.

Sementara itu, Mahbub Effendi, Independent Representative QNet Jember, mengatakan, untuk mendapatkan penghasilan, anggota harus bekerja keras dengan mengajak enam orang untuk bergabung menjadi anggota. "Penghasilan saya sudah Rp 100 juta," kata dia. Dia membantah bila produk QNet tidak berkhasiat. Dia mengklaim testimoni keberhasilan produk QNet datang dari berbagai negara.

Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi, Ajun Komisaris Besar Nanang Masbudi, mengatakan, polisi masih mempelajari laporan tersebut. "Bila ditemukan unsur penipuan, polisi akan memprosesnya," katanya. (*)


Sumber : LPM gagasan
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
17 Juni 2026
Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
17 Juni 2026
31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
17 Juni 2026
Mengenal 3 Jenis Hijrah
17 Juni 2026
Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf
17 Juni 2026
Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
17 Juni 2026
Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci
15 Juni 2026
Tahun Ini, Pemprov Riau Targetkan Penerimaan Sekolah Rakyat Capai 420 Siswa
15 Juni 2026
BGN Bantah Isu Prabowo Terima Keuntungan dari Program MBG
15 Juni 2026
Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain
15 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
  • 2 Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
  • 3 31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
  • 4 Mengenal 3 Jenis Hijrah
  • 5 Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf
  • 6 Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
  • 7 Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com