Kartu Pers Seorang Wartawan disita Hakim PN Bengkalis
RADARPEKANBARU.COM-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis merampas kartu pers milik salah seorang wartawan dari Harian Posmetro Mandau Sukardi yang sedang bertugas melakukan peliputan sidang perkara pembunuhan dengan empat terdakwa di Kecamatan Pinggir Rabu, 23 Maret 2016. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi mahkota dan keterangan terdakwa tersebut dipimpin Ketua Majelis Fitrizal Yanto.
Kejadian kartu pers disita oleh majelis hakim tersebut berawal ketika ketua majelis hakim mengetahui wartawan sedang mengambil gambar berlangsungnya sidang tanpa seizinnya. Menyaksikan ada seorang wartawan mengambil gambar itu, Fitrizal Yanto, juga menjabat sebagai Wakil Ketua PN Bengkalis langsung membentak dan marah-marah disaksikan sejumlah awak media lain yang juga sedang melakukan peliputan.
“Sini-sini kau, berdiri di tengah. Kenapa mengambil foto di ruang sidang ini, kau anggap kami yang ada di meja ini patung. Kalau mau foto-foto kau ambil foto rumah dinas bupati sana, jangan ambil di ruangan ini, karena kalau di ruangan ini harus izin dulu, bisa saya tangkap kamu, lihat disana ada polisi dan jaksa” demikian sebut Fitrizal Yanto dengan nada tinggi dan membentak kepada salah seorang wartawan.
Adanya reaksi hakim tersebut, wartawan bersangkutan mengajukan permohonan maaf dan mengucapkan 'siap salah' berkali-kali, karena tanpa izin dirinya mengambil gambar. Tidak terima dengan permohonan maaf wartawan, ketua majelis hakim langsung menahan kartu pers.
“Siap salah, siap salah tak ada siap-siap salah. Saya suruh nanti polisi dan jaksa tangkap kamu, dari wartawan mana kamu, kayak intel saja. Curi-curi gambar” bentaknya.
Sementara itu, menurut Sukardi, tindakan Wakil Ketua PN Bengkalis Fitrizal Yanto tidak menerima permohonan maaf dan tetap menyita kartu pers adalah sikap hakim arogan.
“Saya sudah minta maaf dengan tindakan ini, tapi tetap saja Hakim itu menahan kartu pers saya. Saya tidak terima dengan sikap hakim yang terlihat arogan, membentak-bentak di ruang sidang” ungkap Sukardi.
Menurutnya, sikap hakim tersebut memperlihatkan bahwa hakim tidak bisa menahan emosi dan merugikan serta melecehkan dirinya.
"Oleh karena itu, dengan sikap arogansi tersebut saya akan segera melaporkan ke Polres Bengkalis, lantaran selain sudah melecehkan wartawan, juga telah merampas kartu pers saya" katanya. (rls/rit)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








