• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1982 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4319 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4327 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4273 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4394 Kali

  • Home
  • Opini

50 Tahun Roh Komunisme Bangkit Lagi di Anak Cucu Mereka?

Redaksi Radarpku

Rabu, 30 September 2015 22:12:16 WIB
Cetak
50 Tahun Roh Komunisme Bangkit Lagi di Anak Cucu Mereka?
50 Tahun Roh Komunisme Bangkit Lagi di Anak Cucu Mereka?
RADARPEKANBARU.COM - PKI (Partai Komunis Indonesia), menganut sistem ideologi komunisme yang athies (anti tuhan). Tidak percaya Tuhan. Proletar (kerakyatan), tanpa kelas, sama rasa dan sama rata. Perjuangan mereka mewujudkan masyarakat yang makmur tanpa kelas.Mereka membenci kelas borjuis (pemilik modal atau orang kaya). Agama itu dianggap racun seperti candu yang mencekoki rakyat, dan membuat rakyat lemah.
 
Maka ketika Kamboja jatuh ke tangan Komunis (Vietkong), rakyat kota dibawa ke desa-desa dan disuruh bekerja paksa di sawah. Sebagian besar mereka dibunuh. Karena sesudah Komunis berkuasa, orang-orang kota yang borjuis itu, dianggap musuh negara. Mereka menjadi komprador (begundal) asing, kaum kapitalis, dan harus dimusnahkan.
 
Dunia pernah dikungkung oleh imperium Komunis, di bawah Uni Soviet. Lebih 1 miliar penduduk bumi menganut paham komunis, dan di bawah telapak kaki Soviet. Saat itu Soviet menjadi super power. Belum satu abad kemudian Uni Sovyet runtuh saat kalah perang di Afghanistan.
Para kader komunis memiliki militansi yang luar biasa. Mereka rata-rata 'diehard' (kepala batu). Tak kenal menyerah. Mereka memiliki kemampuan menjajakan ideologi komunisme dengan sangat luar biasa. 
 
Para kader komunis itu, pandai dalam melakukan 'agitrop' (agitasi dan propaganda). Mereka semua pembaca aktif surat kabar dan media di zaman itu.PKI berkembang dengan sangat cepat, dari sekitar 3.000-5.000 anggota pada 1950, menjadi 165.000 pada 1954 dan bahkan 1,5 juta pada 1959. 
 
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mencatat pada tahun 1963 jumlah anggota PKI telah mencapai 2 juta, bahkan ada yang menyebut 3 juta orang. Partai Komunis di Indonesia pada saat itu menjadi partai terbesar ketiga di dunia setelah negara RRC dan Uni Soviet.
Kader PKI Sungguh sangat ajaib. Tahun l947 mereka melakukan pemberontakan di Madiun “Madiun Affairs' dan gagal sehingga banyak kader dan tokoh komunis yang dibunuh. 
 
Tapi tahun l950 PKI direhabilitir, dan tahun l955 ikut pemilu. Saat itu PKI sudah menjadi kekautan politik nomor tiga. Pertama PNI, kedua Masyumi, dan ketiga PKI. Begitu cepat mereka tumbuh kembali.
 
Pemilu 1955 merupakan bukti besarnya dukungan rakyat jelata terhadap PKI, karena berhasil mengantongi dukungan suara 6.176.914 suara atau 16,3 persen dari 37.875.299 suara pemilih yang sah. Hebatnya lagi PKI tahun l965 sudah melakukan kudeta, meskipun gagal. PKI sudah menyusup di militer, terutama angkatan darat dan udara.
 
Bung Karno pun disusupi oleh PKI. Dengan membuat kebijakan politik yang dikenal jargon Naskom (Nasionalis, Agama, Komunis), dan memberi angin segar kepada kader, anggota, pendukung dan simpatisan PKI yang mayoritas adalah orang-orang miskin dari kalangan buruh, tani, dan nelayan.
 
PKI cepat mendapat dukungan dari kalangan masyarakat bawah, karena masalah “perut”, yaitu keadilan dalam bidang ekonomi. Rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto berhasil menghabisi PKI, tetapi gagal mengentaskan dan memajukan ekonomi dan pendidikan orang-orang miskin.
Begitu pula, rezim Orde Reformasi. Kegagalan pembangunan ekonomi Indonesia bisa menjadi entry point bangkitnya kembali PKI dan kekuatan lama yang telah dihancurkan.
 
Setelah 50 tahun pemberontakan G 30 S PKI, di mana anak, cucu-cucu dan keluarga dari pimpinan, kader, anggota, dan simpatisan PKI? Di partai mana anak keturunan PKI menyusup?
 
Bisa saja anak keturunan PKI merubah dan membuat strategi dalam melanjutkan perjuangan orang tua mereka dengan menyusup ke pusat-pusat kekuasaan, partai-partai politik, lembaga-lembaga negara dan menjadi pemimpin di daerah, di LSM dan lain-lain, yang ketika sudah di pusaran kekuasaan, berani berkata “Aku Bangga Menjadi Anak PKI”.
 
Di era Jokowi ini, kembali lagi sebuah arah baru yang sangat jelas, di mana dibangun poros Jakarta - Beijing (Peking). Mirip zaman Soekarno yang membangun poros Jakarta-Peking atau Jakarta – Moskow. Roh komunis yang sekarang masih tersimpan di dada anak keturunan para tokoh Komunis itu, bangkit lagi. Wallahu'alam.(voa-islam)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
30 September 2026
Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
30 September 2026
Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
30 September 2026
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
30 September 2026
Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
30 September 2026
Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
30 September 2026
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
  • 2 Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
  • 3 Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
  • 4 Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
  • 5 Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
  • 6 Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
  • 7 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com