M Amin : Pemerintah Berhasil, Modal Kerja UEK-SP Pekanbaru Capai Rp33M
RADARPEKANBARU.COM- Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mengungkapkan saat ini modal kerja yang dimiliki Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam di wilayah setempat pada tahun 2015 mencapai Rp33 miliar.
"Dari modal bantuan awal hanya Rp29 miliar pada tahun 2005, sekarang bertambah menjadi Rp33 miliar" ucap Kepala BPMKB Pekanbaru, M Amin, di Pekanbaru, Selasa.
Dikatakan, program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah kota maupun provinsi selama ini dinilai berhasil untuk membantu usaha simpan pinjam di tingkat kelurahan.
Dari 58 Kelurahan yang ada di Pekanbaru saat ini sudah semua menerima dana bantuan begulir ini.
"Dalam kurun waktu lima tahun bantuan bergulir yang digelontorkan berkembang Rp190 miliar," ujar M. Amin.
Bukan hanya itu pihaknya juga mencatat ada pertumbuhan keanggotaan yang menjadi pengguna dana pemberdayaan tersebut.
"Jumlah pemanfaat dana UEK-SP tahun ini mencapai 21.870 orang di 58 kelurahan," beber M. Amin.
Sementara tingkat pengembaliannya sejauh ini cukup baik karena rata-rata diatas 96 persen.
"Kalaupun ada yang dinilai macet bukanlah karena tidak kembali tetapi ada keterlambatan saja tetapi tetap berbayar,"tuturnya.
Menurut M, Amin sumber dana yang digunakan UEK-SP hasil keroyokan antara Pemprov Riau dengan Pemko Pekanbaru.
Penyalurannya memang dilakukan secara bertahap bagi kelurahan sejak tahun 2005. Hingga 2015 ke 58 kelurahan sudah menerima gelontoran dana.
Dana bergulir ini disalurkan pengelola dalam hal ini rapat dan musyawarah desa bagi masyarakatnya. Besaran pinjaman serta peruntukannya tergantung kesepakatan.
"Mereka didampingi 17 sarjana pendamping yang membantu mengarahkan dan membuat laporan keuangan dana bergulir," katanya.(alam)
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)