• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3481 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3465 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3432 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3490 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3448 Kali

  • Home
  • Opini

Menyoalkan Regenerasi Partai Politik

Redaksi Radarpku

Rabu, 13 Mei 2015 05:39:38 WIB
Cetak
Menyoalkan Regenerasi Partai Politik
"Pemimpin yang berhasil itu adalah seseorang yang ketika sedang memimpin ia 'mampu' mengembangkan orang-orang yang ia pimpin, sehingga pada masanya nanti (akhirnya) orang-orang yang ia pimpin itu tidak lagi 'memerlukannya'. (Lao Tzu, seorang ahli filsafat China [570-470 SM]). 
 
Salah satu fungsi partai politik berdasarkan Pasal 11 Ayat (1) Undang-Undang (UU) 2/2008 Tentang Partai Politik adalah sebagai rekruitmen politik. Ini dimaksudkan bagaimana partai politik bisa menghasilkan pemimpin-pemimpin yang unggul. Ada regenarasi di sana. Artinya partai politik tidak diidentik dengan "satu orang" atau "orang-orang" atau dipimpin oleh "orang tua" melulu. 
 
Namun lagi-lagi dalam praktiknya, itu semua hanyalah isapan jempol belaka. Baru saja realitas politik kembali menunjukkan bahwa partai politik di Indonesia minus regenerasi. Dimana kongres PDIP keempat di Bali tertanggal 9-12 April lalu, mendudukkan kembali Megawati sebagai ketua umum. Ini bukannya periode Megawati kali kedua. Namun ini adalah periode keempat Megawati dipercayakan kembali untuk memimpin partai berlambangkan banteng dengan moncong putihnya itu. 
 
Sebenarnya tak hanya PDIP yang terlalu bergantung pada satu sosok figur. Rata-rata partai di Indonesia seperti itu. Partai Demokrat bergantung kepada SBY, Partai Gerindra ada Prabowo, Partai Hanura ada Wiranto, dan Nasdem ada Surya Paloh. 
 
Mencermati uraian di atas, timbul pertanyaan, mengapa partai politik di Indonesia cenderung menempatkan kembali pemimpin sebelumnya atau sulit menghasilkan pemimpin baru? Atau dalam bahasa lain mengapa partai politik di Indonesia masih mengandalkan kekuatan "orang tua"? Bagaimana dampak yang akan ditimbul dari suksesi yang tidak mampu menghasilkan pemimpin baru yang unggul?
 
Penempatan "orang tua" di pucuk pimpinan partai poltik di negeri ini, tak lain adalah karena alasan pragmatis. Pertama, untuk mendongkrak suara partai politik yang bersangkutan. Kedua, asumsi tidak ada kader yang bisa menandingi "kesaktian" dari "orang tua" tersebut. Ketiga, "orang tua" tersebut mumpuni dan mampu menjaga stabilitas dan kesolidan di internal partai.
 
Hal ini bisa kita buktikan dengan mengamati partai politik yang tidak memiliki "orang tua yang sakti" di internal mereka yang kemudian membuka selebar-lebarnya kran demokrasi dalam suksesi kepemimpinan di internal partai mereka. Suksesi bukannya membawa partai ke arah yang lebih baik dan menghasilkan generasi atau nakhoda yang mumpuni dan dihormati, namun yang terjadi sebaliknya. Internal partai politik menjadi rontok dan goyah secara kelembagaan. Sesama kader saling sikut menyikut. Ada kisruh di sana.
Misalkan yang paling ekstrim kisruhnya sebagai dampak dari suksesi dan mandeknya regenerasi itu adalah Golkar dan PPP. Kisruh yang berkepanjangan dan melebar kemana-mana. 
 
Di internal Golkar ada dualisme kepemimpinan, yaitu kubu Aburizal Bakri versus kubu Agung Laksono. Saling gugat menggugat. Tak hanya secara perdata, administrasi, tetapi juga secara pidana. Yang terbaru secara pidana adalah Mabes Polri telah menetapkan dua tersangka perihal pemalsuan mandat dari kubu Agung Laksono. 
 
Seperti halnya Golkar, jauh sebelumnya hal itu telah menimpa PPP. Ada  dualisme kepemimpinan juga, yaitu PPP di bawah kepemimpinan Djan Faridz dan PPP di bawah kepemimpinan Romahurmuziy. Juga saling gugat menggugat. Islah tak menemukan titik temu. Wajar saja saja kalau kemudian "pohon beringin" tak mampu menyatukan Golkar. Ka'bah saja tidak mampu mempersatukan mereka. Lalu apa yang bisa menyatukan mereka?
 
Merugikan Rakyat
Terlalu menggantungkan hidup atau matinya partai politik pada satu figur, sisi ini tentu saja menguntungkan internal partai politik yang bersangkutan. Ingat, itupun hanya untuk sementara waktu. Suatu ketika akan jadi bom waktu seperti halnya yang menimpa Golkar dan PPP hari ini. Mesin suksesi dan regenerasi tidak berjalan dengan baik.
 
Kalau ditarik secara lebih mendalam, ketika internal partai politik yang berkepanjangan, ini tidak hanya merugikan partai politik yang bersangkutan, namun yang lebih besarnya lagi adalah merugikan kepentingan rakyat yang lebih luas. Artinya mengganggu stabilitas pemerintahan. Bagaimana pula mencapai tujuan yang dicita-citakan dan bekerja secara maksimal ketika partai politik sibuk dengan gugat-menggugat, membenahi internal, dan mengobati partai mereka yang sedang "sakit".
 
Oleh karena itu, hendaknya "orang tua" di partai politik menyiapkan generasi-generasi terbaik atau kader-kader utama ketika sedang memimpin yang akan menggantikannya ketika tidak memimpin lagi. Bukan berpikiran pragmatis dengan tidak memikirkan eksistensi partai ke depan. Beri kesempatan yang lain juga. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Belajarlah dari kisruh yang menimpa Golkar dan PPP hari ini. Padahal kedua partai ini adalah partai tertua di negeri ini. 
 
Oleh:  Wira Atma Hajri, S.H., M.H  (Dosen Ilmu Hukum UIR)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
Puluhan Siswa SD di Dumai Keracunan Usai Santap MBG, Menu Bakso Berbau Basi
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 2 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 3 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 4 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 5 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 6 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
  • 7 DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com