• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2831 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2786 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2788 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2773 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2773 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Tiga Perang Besar yang Membentuk Peradaban Islam Setelah Rasulullah Wafat

Redaksi Radarpku

Jumat, 12 Juni 2026 11:06:34 WIB
Cetak
Tiga Perang Besar yang Membentuk Peradaban Islam Setelah Rasulullah Wafat

RADARPEKANBARU.COM - Sejumlah peperangan besar terjadi setelah wafatnya Rasulullah SAW. Namun, menurut para sejarawan Muslim, peperangan tersebut bukan ditujukan untuk menjajah, merampas wilayah, atau menindas penduduk suatu negeri, melainkan untuk menghadapi pemberontakan, kemurtadan, serta ancaman terhadap stabilitas negara Islam yang baru berdiri.

Sejarawan dan ulama menjelaskan bahwa sebagian konflik yang muncul pasca wafat Rasulullah dipicu oleh munculnya nabi-nabi palsu, penolakan terhadap kewajiban zakat, pemberontakan terhadap pemerintahan Islam yang sah, hingga ancaman militer dari kekuatan besar di luar Jazirah Arab.

Perang Riddah

Salah satu peperangan terbesar pada awal masa Khulafaur Rasyidin adalah Perang Riddah yang terjadi pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Dalam buku Fikih Tamkin: Panduan Meraih Kemenangan dan Kejayaan Islam, Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi menjelaskan bahwa setelah Rasulullah SAW wafat, sejumlah kabilah Arab keluar dari Islam dan terpecah menjadi beberapa kelompok.

Kelompok pertama adalah mereka yang mengikuti nabi-nabi palsu seperti Thulaihah bin Khuwailid Al-Asadi dan Musailamah Al-Kadzdzab. Mereka meninggalkan ajaran Islam, termasuk shalat dan zakat, serta kembali kepada tradisi jahiliyah.

Sementara kelompok kedua masih mengakui kewajiban shalat, tetapi menolak membayar zakat kepada negara Islam. Di antaranya berasal dari Bani Tamim yang dipimpin Malik bin Nuwairah dan sejumlah kabilah lainnya.

Menurut Ash-Shalabi, para sahabat sempat berbeda pendapat mengenai kelompok yang menolak zakat. Namun Abu Bakar tetap berpendapat bahwa mereka harus diperangi demi menjaga keutuhan syariat Islam dan persatuan umat.

A.R. Shohibul Ulum dalam bukunya Kemelut Perang di Zaman Rasulullah menyebut kemenangan kaum Muslim dalam Perang Riddah menjadi titik penting yang menyelamatkan Jazirah Arab dari kembalinya praktik jahiliyah dan perpecahan yang lebih luas.

Perang Yamamah

Perang Yamamah juga terjadi pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq. Konflik ini dipicu oleh perlawanan Musailamah Al-Kadzdzab yang mengaku sebagai nabi dan menentang kekhalifahan Islam.

Perang Yamamah menjadi salah satu pertempuran paling menentukan pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Saat itu, pasukan Muslim yang dipimpin Khalid bin Walid menghadapi pasukan Musailamah Al-Kadzdzab yang jumlahnya jauh lebih besar dan terdiri dari para pengikut fanatik nabi palsu tersebut.

Pada awal pertempuran, pasukan Muslim justru mengalami tekanan berat. Serangan bertubi-tubi dari pasukan Musailamah membuat sebagian barisan Muslim mundur dan formasi pasukan sempat terguncang. Bahkan sejumlah sahabat dan penghafal Alquran gugur dalam pertempuran sengit tersebut.

Melihat kondisi itu, Khalid bin Walid segera melakukan reorganisasi pasukan. Ia memerintahkan agar pasukan dikelompokkan kembali berdasarkan kabilah dan unit-unit tempur yang lebih teratur sehingga koordinasi di medan perang menjadi lebih efektif. Langkah ini berhasil memulihkan semangat tempur pasukan Muslim yang sebelumnya terdesak.

Setelah formasi diperbaiki, Khalid memimpin serangan balasan yang lebih terarah ke pusat pertahanan Musailamah. Pertempuran kemudian berpusat di sebuah kawasan yang dikenal sebagai Hadiqatul Maut atau "Taman Kematian", sebuah kebun berpagar tempat pasukan Musailamah bertahan setelah mundur dari medan terbuka.

Di lokasi inilah pertempuran mencapai puncaknya. Pasukan Muslim berusaha menembus benteng pertahanan yang dijaga ketat oleh pengikut Musailamah. Salah satu tokoh yang berperan penting adalah Al-Bara' bin Malik yang meminta agar dirinya diangkat melewati dinding benteng untuk membuka jalan bagi pasukan Muslim. Setelah gerbang berhasil dibuka, pasukan Khalid menyerbu masuk dan pertempuran berubah menjadi pertempuran jarak dekat yang sangat sengit.

Dalam kekacauan pertempuran itu, Musailamah akhirnya terbunuh. Sejumlah riwayat menyebut Wahsyi bin Harb, orang yang pada masa jahiliyah pernah membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, ikut berperan dalam tewasnya Musailamah dengan tombaknya. Kematian pemimpin mereka membuat semangat pasukan pemberontak runtuh dan perlawanan pun berakhir.

Kemenangan di Yamamah bukan hanya mengakhiri ancaman Musailamah Al-Kadzdzab, tetapi juga menjadi titik balik penting dalam Perang Riddah. Keberhasilan Khalid bin Walid menumpas gerakan nabi palsu tersebut memperkuat posisi Khalifah Abu Bakar dan membantu memulihkan stabilitas Jazirah Arab yang saat itu dilanda gelombang kemurtadan dan pemberontakan pasca wafatnya Rasulullah SAW.

Banyak sejarawan menilai bahwa tanpa kemenangan di Yamamah, negara Islam yang baru berdiri saat itu berpotensi menghadapi perpecahan yang jauh lebih besar. Karena itu, Perang Yamamah sering disebut sebagai salah satu pertempuran yang menentukan kelangsungan persatuan umat Islam pada masa awal Khulafaur Rasyidin. 

Perang Al-Qadisiyyah

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kaum Muslim menghadapi Kekaisaran Persia dalam Perang Al-Qadisiyyah.

Ensiklopedi Sejarah Islam terbitan Pustaka Al-Kautsar menjelaskan bahwa pertempuran tersebut menjadi salah satu perang paling menentukan dalam sejarah Islam karena membuka jalan runtuhnya dominasi Persia di kawasan tersebut.

Perang itu terjadi di tengah hubungan yang terus memburuk antara Kekaisaran Persia dan negara Islam. Bangsa Persia saat itu dipimpin Kaisar Yazdegerd III.

Para sejarawan menyebut Al-Qadisiyyah sebagai salah satu pertempuran terbesar pada masa Khulafaur Rasyidin karena dampaknya yang luas terhadap peta politik kawasan.

Menurut berbagai sumber sejarah Islam, perang-perang yang terjadi setelah wafat Rasulullah SAW umumnya berkaitan dengan upaya mempertahankan stabilitas negara, menghadapi pemberontakan, serta melindungi umat Islam dari ancaman yang muncul baik dari dalam maupun luar wilayah kekuasaan Islam saat itu.(rep)


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Cerdas Menghadapi Kematian

Jumat, 03 Juli 2026 - 09:21:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam Alquran surah Ali Imran a.

Dakwatuna

5 Hiasan Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 - 10:07:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dunia ini hanyalah sementara. N.

Dakwatuna

Empat Tipu Daya Iblis Terhadap Orang Kaya

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:24:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Harta merupakan nikmat sekaligu.

Dakwatuna

Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia? Apakah Cuma Kekayaan dan Keturunan?

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41:30 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Manusia terus mencari kebahagia.

Dakwatuna

Rasulullah Berpesan agar Umat Islam Memperlakukan Wanita dengan Baik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:18:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Bersegera dalam Kebaikan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:17:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam kehidupan yang serba cepa.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Hasil SPMB Tingkat SD di Pekanbaru Diumumkan Hari Ini, Jalur Domisili Mendominasi
03 Juli 2026
Pemprov Riau Minta Plt Bupati Kuansing Sukseskan MTQ dan Pacu Jalur
03 Juli 2026
Ronaldo Cetak Gol, Portugal Melaju 16 Besar Usai Bungkam Kroasia 2-1
03 Juli 2026
Cerdas Menghadapi Kematian
03 Juli 2026
Menhut Dua Kali Bertemu Bupati Kuansing dalam 36 Hari
03 Juli 2026
AS Pimpin Dialog Keamanan Regional di Bahrain, Bahas Stabilitas Timur Tengah dan Selat Hormuz
03 Juli 2026
Jejak Hidup Suhardiman Amby Dari Tiga Gelar Adat, Tiga Istri, Berakhir Di Rutan KPK
02 Juli 2026
Kunjungan Wisatawan Asing ke Riau Melonjak 24,68 Persen, Malaysia Mendominasi Sektor Perhotelan Bergairah
02 Juli 2026
Harga Emas Antam Naik, Buyback Menguat Lebih Tinggi
02 Juli 2026
Suhardiman Amby Tersangka, Muklisin Jabat Plt Bupati Kuansing
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Hasil SPMB Tingkat SD di Pekanbaru Diumumkan Hari Ini, Jalur Domisili Mendominasi
  • 2 Pemprov Riau Minta Plt Bupati Kuansing Sukseskan MTQ dan Pacu Jalur
  • 3 Ronaldo Cetak Gol, Portugal Melaju 16 Besar Usai Bungkam Kroasia 2-1
  • 4 Cerdas Menghadapi Kematian
  • 5 Menhut Dua Kali Bertemu Bupati Kuansing dalam 36 Hari
  • 6 AS Pimpin Dialog Keamanan Regional di Bahrain, Bahas Stabilitas Timur Tengah dan Selat Hormuz
  • 7 Jejak Hidup Suhardiman Amby Dari Tiga Gelar Adat, Tiga Istri, Berakhir Di Rutan KPK

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com