Tahun Baru Islam Sebentar Lagi, Ini Keutamaan Bulan Muharram
RADARPEKANBARU.COM - Umat Islam di seluruh dunia segera memasuki Tahun Baru 1448 Hijriyah atau yang dikenal dengan Tahun Baru Islam. Pergantian tahun tersebut menandai datangnya bulan Muharram, salah satu bulan yang memiliki kemuliaan dan keutamaan besar dalam Islam.
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah sekaligus termasuk satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (QS At-Taubah [9]:36)
Empat bulan suci tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah SAW menjelaskan hal itu dalam hadis shahih berikut:
”Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim).
Nama Muharram sendiri berasal dari kata "haram" yang menunjukkan kemuliaan dan kesuciannya. Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan-bulan suci memiliki konsekuensi yang lebih berat, sementara amal kebajikan akan mendapatkan pahala yang lebih besar.
Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengutip penjelasan sahabat Abdullah bin Abbas RA yang menyebut Allah SWT telah memilih empat bulan tersebut dan menjadikannya istimewa. Kemaksiatan yang dilakukan pada bulan-bulan suci lebih besar dosanya, sedangkan amal saleh akan dilipatgandakan pahalanya.
Ulama generasi tabi'in, Qatadah, mengatakan bahwa perbuatan zalim pada bulan-bulan suci lebih berat dibandingkan pada waktu-waktu lainnya. Meski demikian, dosa pada setiap waktu tetap merupakan perkara besar di sisi Allah SWT.
Selain menjadi salah satu bulan haram, Muharram juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).
Penyebutan Muharram sebagai "bulan Allah" dalam hadis tersebut menunjukkan keagungan dan keistimewaannya. Imam An-Nawawi dalam syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis tersebut merupakan anjuran untuk memperbanyak puasa sunnah pada bulan Muharram, bukan berpuasa sebulan penuh.
Karena itu, menjelang datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026, umat Islam dianjurkan memanfaatkan bulan Muharram dengan memperbanyak ibadah, puasa sunnah, zikir, sedekah, dan berbagai amal kebajikan lainnya.
Momentum pergantian tahun Hijriyah pun dapat menjadi sarana muhasabah diri sekaligus kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.(rep)








