Amalan Khusus pada Bulan Dzulhijjah Ini Datangkan Pahala Besar
RADARPEKANBARU.COM - Bulan Dzulhijjah tidak hanya menjadi momen bagi umat Islam untuk merayakan Idul Adha dan menyembelih hewan kurban. Lebih dari itu, bulan mulia ini menyimpan berbagai keutamaan yang dapat diraih melalui amalan-amalan khusus. Merujuk pada pandangan fikih, terdapat lima amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan, mulai dari puasa sunnah hingga ibadah sholat.
Ustaz Muhammad Ajib Lc dalam buku Fikih Kurban Perspektif Mazhab Syafi'i terbitan Rumah Fiqih menjelaskan bahwa ada beberapa amalan khusus yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Di antaranya puasa, ibadah haji, kurban, zikir dan sholat.
1. Puasa
Disunahkan bagi kita untuk berpuasa mulai dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Dalam hal ini Imam An-Nawawi mengatakan, di antara puasa sunah adalah puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi dengan sangat tegas menyatakan bahwa puasa tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah sangat disunahkan.
Imam an-Nawawi berkata, "Bahkan sangat disunahkan untuk berpuasa di hari-hari ini, karena puasa termasuk amalan yang paling utama." (An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim).
Dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi juga kemudian memberikan dalil shahih mengenai syariat puasa tersebut. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW.
"Dari Hunaidah Ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi, mereka berkata, Rasulullah biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya. (HR Imam Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa'i. Ahmad dan Nasa'i menambahkan, dan dua Kamis).
Dari kesembilan hari tersebut, ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah.
"Dari Abi Qatadah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura menghapuskan dosa tahun sebelumnya. (HR Jamaah kecuali Imam Bukhari dan Imam At-Tirmidzi).
2. Haji
Ibadah haji jelas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Meski hanya wajib atas mereka yang mampu, akan tetapi karena kerinduan yang dalam banyak orang berusaha untuk bisa mendapatkan panggilan Allah SWT agar menjadi tamu-Nya.
Salah satu keutamaan itu adalah mereka disebut sebagai tamu-tamu Allah. Maka kemuliaan apalagi yang akan dikejar seorang manusia jika dia sudah mendapatkan predikat tamu Allah. Kemuliaan lain yang akan diperoleh tamu-tamu Allah itu adalah kemudahan jalan ke surga. Jika haji mereka mabrur, maka tidak ada balasan dari Allah kecuali surga.
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, dari satu umrah ke umrah yang lainnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga. (HR Imam Bukhari dan Muslim).
3. Kurban
Ibadah kurban termasuk ibadah yang pahalanya sangat luar biasa jika kita lakukan karena Allah SWT. Dalam banyak riwayat Nabi Muhammad SAW senantiasa melakukan ibadah kurban setiap datang bulan Dzulhijjah. Ibadah kurban ini tidak hanya dilakukan sekali saja dalam seumur hidup.
Namun tidak mudah bagi sebagian orang untuk merelakan sebagian harta yang merupakan hasil keringatnya untuk diberikan kepada orang lain melalui ibadah kurban. Ada banyak yang akan berpikir panjang sebelum melakukan kurban.
Lalu bagaimana jika diminta menyerahkan anak semata wayang untuk dikurbankan? Ini bukan lagi harta yang bisa dicari jika tidak memilikinya. Ini adalah darah daging yang sangat disayangi. Bahkan kelahirannya sudah diidam-idamkan sejak sangat lama.
Pada saat sudah terlahir, tumbuh sedikit besar, dalam kondisi sangat dicintai, tiba-tiba harus rela untuk dilepaskan. Bukan dilepaskan ke panti asuhan atau bos. Akan tetapi dilepaskan sebagai kurban yang disembelih dan dipersembahkan.
Namun ketika iman sudah terpatri dalam dada, maka mempersembahkannya kepada Sang Pencipta adalah ibadah agung dengan penuh keikhlasan. Itulah persembahan Nabi Ibrahim Alaihissalam kepada Allah SWT dalam bentuk anak kesayangannya yaitu Ismail.
Untuk meneladani dan menghidupkan sunnah itu dan untuk melatih kerelaan melepas sebagian hak milik kepada sebenar-benarnya Pemilik, maka ibadah kurban ini disyariatkan untuk umat Nabi Muhammad SAW. Ada keutamaan ampunan, keutamaan pahala berbagi, bahkan sekedar menyaksikan prosesinya saja bagi yang tidak mampu menyembelih hewan kurban adalah keutamaan.(rep)








