• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3814 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3808 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3779 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3866 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3790 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Tanda Kezaliman Intelektual

Redaksi Radarpku

Kamis, 16 April 2026 09:52:28 WIB
Cetak
Tanda Kezaliman Intelektual

RADARPEKANBARU.COM - Sejatinya, kedudukan ilmu ('ilm) dan orang berilmu ('aalim) dalam Islam sangat mulia. Ketika ayat-ayat Alquran merangkai kata iman dan amal saleh (amanuu wa 'amilish-shalihat), maka di antara keduanya ada ilmu.

Sebab, ilmu yang mentransformasikan iman dalam kalbu menjadi amal saleh dalam kehidupan. Tanpa ilmu, iman akan melahirkan amal sayyi'ah (buruk). Oleh karenanya, setiap Muslim wajib menuntut ilmu, baik ilmu keagamaan maupun kemanusiaan dan kealaman (HR Ibnu Majah).

Dalam buku Inilah Rasulullah SAW yang ditulis Salman Al-Audah mengutip riwayat dari Abu Darda' RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat merendahkan sayapnya sebagai tanda ridha bagi penuntut ilmu.

Bagi orang berilmu akan diminta ampunan oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan di dasar lautan. Keutamaan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Ulama adalah pewaris para nabi dan mereka tidak mewariskan dinar ataupun dirham, dan hanya mewariskan ilmu. Maka, siapa saja yang mengambilnya maka ia telah memperoleh bagian yang banyak" (HR at-Tirmidzi).

Dalam pandangan dunia Islam, ilmu bukanlah untuk ilmu semata atau bebas nilai, tetapi ilmu harus bermakna dan berpihak pada kebenaran dan kebaikan. Sebab, ilmu bersumber dari Zat Yang Mahabenar dan Mahabaik, yakni Allah SWT.

Manakala ilmu didapatkan dengan cara salah (manipulatif) yang bertentangan kaidah ilmiah dan digunakan untuk menindas umat manusia dan lingkungan alam, maka terjadi kezaliman intelektual.

Sikap kemunafikan selalu menimbulkan kezaliman intelektual dalam tindakan yang destruktif terhadap tatanan sosial dan alam. Data atau hasil penelitian bukan lagi didasarkan pada objektivitas, tetapi sesuai subjektivitas penguasa atau pemilik modal.

Kezaliman intelektual kadang tidak telihat secara kasat mata, akan tetapi wujudnya mencederai dan menghancurkan kehidupan umat manusia.

Setidaknya, kezaliman intelektual dapat dibagi tiga macam.

Pertama, ilmu yang tak diajarkan. Ketika seorang berilmu, tetapi enggan mengajarkan. Maka, ia telah berlaku zalim terhadap dirinya dan orang yang berhak menerimanya.

Ia khawatir tidak mendapat apresiasi jika orang lain lebih pandai. Ilmunya tidak mendatangkan kebaikan bahkan menimbulkan dosa.

Ketiga, ilmu yang disalahgunakan. Orang pintar yang tidak punya rasa kemanusiaan (integritas moral, adab) akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan duniawi (ketenaran, kekayaan, dan kekuasaan).

Kepintaran hanya digunakan untuk menipu, merekayasa kebijakan, dan keputusan hukum demi kepentingan pribadi dan kroni. Data dan informasi yang diperoleh dimanipulasi agar layak dijadikan pijakan, tapi dikemas seakan kebebaran.

Ketika hakim Mahkamah Konstitusi memutuskan syarat calon presiden dan wakil presiden, lalu dinyatakan melanggar etik oleh Majelis Kehormatan, maka perilaku hakim tersebut merupakan kezaliman intelektual, sebab mengkhianati adab keilmuan.

Abdullah bin Mas'ud RA berkata, "Seandainya ahli ilmu menjaga ilmu dan meletakkan pada ahlinya, niscaya akan memelihara penduduk zamannya. Akan tetapi, mereka menyerahkan kepada ahli dunia untuk memperoleh harta, sehingga merendahkan diri di hadapan ahli dunia."

"Barang siapa yang ditanya mengenai suatu ilmu dan ia menyembunyikannya, maka Allah akan memasukkan tali kekang dari api ke dalam mulutnya pada hari kiamat." (HR Abu Daud).

Mengajarkan ilmu (tarbiyah dan dakwah) adalah kewajiban setiap Muslim. Nabi SAW bersabda, "Sampaikan dariku walau hanya satu ayat dan ceritakanlah kisah-kisah dari Bani Israil, sebab itu tidak mengapa." (HR Bukhari).

Kedua, ilmu yang tak diamalkan. Betapa merugi orang yang mengajarkan ilmu tapi tidak mengamalkan. Ia pandai berdebat hingga mengundang decak kagum khalayak ramai.

Ilmunya tinggi melangit tapi tidak membumi. Allah SWT murka kepada orang yang pandai bicara tapi tak melakukan (QS ash-Shaf [61]: 2-3).

Nabi SAW berpesan, "Barang siapa menuntut ilmu untuk mendebat orang-orang bodoh, menyaingi para ulama, atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka" (HR Turmidzi).

Demikian juga orang yang menyuruh berbuat baik tapi tidak menjalankannya. "Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia tapi ia melupakan dirinya sendiri, laksana lilin yang menerangi orang sambil membakar dirinya" (HR Thabrani).

Pepatah Arab mengatakan, "Ilmu yang tak diamalkan bagaikan pohon tak berbuah." Pohon rindang hanya indah dipandang dan tempat berteduh di kala terik matahari, tapi tidak memberikan buah bagi orang yang berlalu. Sebenarnya, mereka telah berlaku zalim terhadap dirinya sendiri.(rep)

 


 

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?

Kamis, 03 September 2026 - 10:02:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Duduk dengan posisi memeluk lut.

Dakwatuna

Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil

Rabu, 02 September 2026 - 09:30:51 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Angan-angan yang terus dipeliha.

Dakwatuna

Berkontribusi untuk Dakwah

Selasa, 01 September 2026 - 09:57:56 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Al-Hayatu jihadun, hidup.

Dakwatuna

Agar Hidup Terasa Tenteram

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:06:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Ahmad bin Muhammad bin At.

Dakwatuna

Lalaikan Shalat, Rugikan Diri Sendiri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:43:08 WIB

"Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat .

Dakwatuna

Anjuran Memakai Tutup Kepala saat Sholat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:32:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsy.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com