• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3479 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3463 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3430 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3487 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3444 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Harga Kebodohan

Redaksi Radarpku

Senin, 06 Oktober 2025 08:56:56 WIB
Cetak
Harga Kebodohan

RADARPEKANBARU.COM - Seorang yang belum tahu, tidak patut disebut bodoh. Namun, orang yang sudah tahu tapi tidak mau tahu atau merasa paling tahu adalah kebodohan.

Ahli hikmah berkata, ”Setiap kali ilmumu bertambah, engkau akan mengerti bahwa masih banyak hal yang belum engkau ketahui."

Dahulu, ketika Nabi SAW hendak mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman, ia ditanya, ”Bagaimana engkau akan menghukum jika ada suatu perkara?"

Muadz menjawab, ”Aku akan memutuskan dengan Kitabullah."

Bagaimana kalau tidak ada dalam Kitabullah?" tanya Nabi SAW.

Ia menjawab, ”Aku akan memutuskan dengan sunah Rasulullah."

"Bagaimana jika tidak terdapat dalam sunah?"

Ia menjawab, ”Aku akan berijtihad dengan pandanganku dan tidak berlebihan (mengurangi)."

Rasulullah pun menepuk dadanya seraya berkata, ”Segala puji bagi Allah yang telah menyamakan utusan dari utusan Allah sesuai dengan yang diridhai Rasulullah” (HR Abu Daud).

Nabi SAW pernah bersabda, ”Hakim itu ada tiga golongan: satu orang di surga dan dua orang di neraka. Hakim yang berada di surga adalah seorang yang mengetahui kebenaran lalu menghukumi dengannya. Seorang hakim yang mengetahui kebenaran lalu berlaku zalim maka ia berada di neraka. Dan hakim yang memberikan keputusan untuk manusia di atas kebodohannya maka ia di neraka” (HR Abu Daud).

Beranjak dari riwayat tersebut, ada tiga macam hakim.

Pertama, hakim jujur, yakni seorang yang berpegang teguh dan berdiri di atas nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan berpihak kepada kaum tertindas. Mereka berani, tegas, lurus, dan tidak bisa disogok karena takut kepada Allah SWT.

Jasanya akan dikenang sepanjang zaman sebagai pejuang hukum dan hak asasi (QS al-Maidah [5]: 8).

Kedua, hakim culas, yakni seorang yang memiliki kualifikasi dan kompetensi, tapi kehilangan moralitas dan integritas. Kepentingan diri, keluarga, kelompok atau kekuasaan telah mematikan naluri kearifannya dalam memutus perkara dengan benar dan keadilan.

Mereka tergadai hawa nafsu yang merusak sistem hukum dan sosial (QS an-Nisa [4]: 58).

Ketiga, hakim pandir, yakni seorang yang tidak punya kapasitas keilmuan dan pengalaman dalam menegakkan hukum dan keadilan. Mereka menjadi hakim karena kolusi (persekongkolan) dan nepotisme (hubungan keluarga), sehingga amanah diabaikan. Sebab kedunguannya, orang yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan (HR Bukhari).

Sebuah tulisan almarhum KH Abdurrahman Arrosi dalam buku 30 Kisah Teladan (jilid 6), yang berjudul ”Bila Hukum di Tangan si Pandir” sangat berkesan.

Alkisah, suatu malam seorang pencuri memanjat tembok orang kaya yang bakhil. Ketika ia menaiki tembok dan menginjak ambang jendela, ternyata kayunya sudah rapuh. Ia pun terjatuh dan kakinya patah sehingga mudah diringkus dan dibawa ke pengadilan.

Hakim negeri itu baru diangkat dan masih keluarga raja. Ia pun bertanya ”Tahukah kau kenapa dibawa ke hadapanku?"

Pencuri itu menjawab, ”Saya dihadapkan untuk mengadukan suatu perkara. Saya baru saja memanjat tembok orang kaya itu. Pada waktu menginjak ambang jendela kamar, kayunya patah sehingga saya terjatuh. Maka saya menuntut agar Tuan menghukumnya karena teledor yang membuat saya celaka."

Hakim pandir itu pun mengangguk-angguk. Lalu bertanya kepada orang kaya, ”Apakah betul begitu?”

”Betul Tuan," jawab si kaya. "Bila demikian, kau akan dihukum tiga tahun penjara. Jika si pencuri meninggal, engkau pun akan dihukum mati," ujar tuan hakim.

Orang kaya itu menyanggah. “Seharusnya kesalahan tidak ditimpakan kepada saya, tetapi kepada tukang kayu yang memasang jendela."

Hakim dungu itu pun berpikir sambil bergumam, “Betul juga, yang salah memang tukang kayu, bukan orang kaya ini."

Setelah tukang kayu tiba, hakim bertanya, ”Betulkah kau yang memasang jendela di rumah orang kaya itu?" Tukang kayu mengangguk.

”Kalau begitu, kau akan dihukum. Sebab, lalai yang menyebabkan pencuri celaka. Kalau pencuri itu meninggal, kau pun akan dihukum mati.” ujar hakim.

”Maaf Tuan, memang saya membuat jendela, tapi yang salah seorang gadis berbaju merah melenggang lewat, sehingga saya terpesona," ujar tukang kayu.

Setelah melalui pemeriksaan, hakim pandir itu pun memutuskan si gadis bersalah. Namun, ia membantah. ”Kalau soal baju merah, tentu yang salah tukang celup.”

Malang nian nasib tukang celup karena tidak bisa membela diri. Ketika jerat terpasang di lehernya, pijakan kaki dilepas dan ia pun terjatuh ke tanah. Para algojo pun memastikan, tapi ternyata ia belum mati. Sebab, tukang celup lebih tinggi dari tiang gantungan.

Kejadian itu pun dilaporkan kepada hakim. ”Jika dia terlalu tinggi, carilah tukang celup yang pendek,” bentak sang hakim. Tukang celup yang pendek tidak bersalah, cuma karena hakim negeri itu seorang pandir.

Walhasil, agama menyuruh kita memberi amanah kepemimpinan kepada orang yang pantas memikulnya. Kemudian, rajin mendengar nasihat orang tua, membaca, dan bertanya kepada guru supaya terhindar dari kebodohan.

Jika tidak, akan terjadi petaka yang menyengsarakan diri, keluarga, dan orang lain. Itulah harga sebuah kebodohan.(rep)

 

 


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:32:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci dan Makna Kaya Menurut Ahli Hikmah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:36:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kaya dan miskin sejatinya adala.

Dakwatuna

Bersyukur, Hidup Berkah dan Masuk Surga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:58:54 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Allah SWT memerintahkan manusia.

Dakwatuna

Rasulullah SAW Perlakukan Ahli Maksiat dengan Bijak dan Kasih Sayang, Bagaimana dengan Kita?

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:56:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Islam bukanlah agama yang menga.

Dakwatuna

Kala Umar Kejar Sendiri Unta Baitul Mal yang Terlepas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:34:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Apa yang dilakukan seorang pemi.

Dakwatuna

Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT, Sebagian Besar Banyak Dijumpai Saat Ini

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:24:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Banyak ayat Alquran dan hadis y.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
15 Agustus 2026
Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
15 Agustus 2026
Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
15 Agustus 2026
Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
15 Agustus 2026
Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
15 Agustus 2026
Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
15 Agustus 2026
DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya
14 Agustus 2026
CPNS Khusus Guru Bakal Dibuka Tahun Ini
14 Agustus 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, DPRD Tegaskan Pemprov Tak Punya Andil Apa-apa
14 Agustus 2026
Puluhan Siswa SD di Dumai Keracunan Usai Santap MBG, Menu Bakso Berbau Basi
14 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Misteri Belasan Jeriken Di Minibus Yang Picu Kebakaran SPBU Pelalawan
  • 2 Bapenda Pekanbaru Minta Warga Segera Bayar PBB, Paling Lambat Akhir Agustus
  • 3 Wako Pastikan Kebijakan HGB STC Berjalan Sesuai Aturan
  • 4 Awalnya Hanya Segelas Miras, Berujung Zina dan Pembunuhan
  • 5 Gempa M 7,7 di NTT Picu Kerusakan Bangunan
  • 6 Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS
  • 7 DPRD Riau Umumkan Anggota KI dan KPID Terpilih, Ini Daftarnya

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com