• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2643 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4990 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5020 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4954 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5111 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Berjuang di Era Kepemimpinan Kaum Kuffar

Redaksi Radarpku

Selasa, 18 Februari 2025 09:33:25 WIB
Cetak
Berjuang di Era Kepemimpinan Kaum Kuffar
RADARPEKANBARU.COM - Keadaan yang dihadapi ummat Islam dewasa ini sangat mirip dengan keadaan yang dihadapi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat ketika berjuang menegakkan Islam di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Saat itu orang-orang beriman menjadi kaum minoritas yang tertindas dan dibatasi ruang geraknya. Kaum muslimin tidak memiliki bargaining position karena mereka masih lemah. Sedangkan yang memegang otoritas kepemimpinan ialah kaum musyrik kuffar Quraisy Mekkah. Meskipun Nabi shollallahu ’alaih wa sallam hadir di tengah kaum muslimin, namun Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak memiliki otoritas formal sebagai pemimpin masyarakat umum.

Keadaan ummat Islam dewasa ini mirip dengan keadaan generasi awal (para sahabat Nabi shollallahu ’alaih wa sallam) sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah. Ummat Islam dewasa ini minoritas menghadapi mayoritas masyarakat dunia yang beragama di luar agama Allah Al-Islam. Jumlah seluruh penduduk dunia enam milyar lebih. Sedangkan jumlah ummat Islam hanya sekitar 1,6 milyar. Jelas ummat Islam minoritas dibandingkan mayoritas masyarakat dunia yang beragama di luar Islam alias kafir.

Sebagai akibatnya dunia menyaksikan ummat Islam menjadi ummat yang tertindas di berbagai bidang kehidupan dan di berbagai belahan bumi Allah ta’aala. Baik itu di negeri-negeri yang jelas-jelas berada dalam konflik fisik seperti Palestina, Afghanistan, Irak, Kashmir, Chechnya dan Filipina. Maupun di negeri-negeri yang tidak dalam keadaan berperang. Ummat Islam berada pada posisi yang tidak berdaulat. Banyak hambatan yang dirasakan datang dari kalangan jelas-jelas kafir non-muslim maupun dari kalangan sekularis-liberalis-nasionalis sesama muslim.

Konsekeuensi lainnya yang dihadapi ummat Islam ialah ruang gerak mereka dibatasi. Mereka tidak diizinkan untuk menampilkan Islam sebagai suatu sistem kehidupan yang utuh dan lengkap. Semua dimensi kehidupan diharuskan untuk berfungsi mengikuti logika sekular dan liberal bebas dari nilai agama manapun, apalagi Islam. Kalaupun Islam dibenarkan hadir maka kehadirannya sangat parsial dan periferal. Islam tidak dibenarkan hadir menjadi kekuatan utama dan tunggal. Dan yang lebih memprihatinkan ialah bahwa Islam kalaupun boleh tampil, maka ia harus tampil dengan semangat ”berkoalisi” dengan nilai-nilai lain di luar Islam.

Disinilah pentingnya kita belajar dari Siroh Nabawiyyah (Sejarah Perjuangan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam). Bagaimanakah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat berjuang ketika masih dalam keadaan lemah? Dalam keadaan mereka menjadi kelompok minoritas, tertindas dan terbatas ruang geraknya? Bagaimana mereka berjuang ketika masih di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah? Bagaimana mereka berjuang di era kepemimpinan kaum kuffar?

Sekurang-kurangnya ada tiga ciri menonjol perjuangan mereka ketika masih di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah. Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat menunjukkan ke-istiqomahan yang luar biasa. Di tengah kejahiliyahan dan kemusyrikan yang menggejala mereka tampil dengan semangat:

“Berinteraksi (dengan masarakat) namun (menunjukkan) keistimewaan.”

Di satu sisi mereka aktif hidup di tengah masyarakatnya yang jahiliyyah dan menyembah berhala, namun mereka sanggup mempertahankan keistimewaan, terutama keistimewaan aqidah, keistimewaan fikrah (ideologi) dan keistimewaan akhlak. Mereka tidak mengucilkan diri dari masyarakat walaupun masyarakatnya tenggelam dalam kejahiliyahan dan kemusyrikan. Mereka tidak mengisolasi diri dari realitas masyarakat betapapun keadaannya. Namun interaksi para sahabat di tengah masyarakat seperti itu tidak juga menyebabkan mereka terkontaminasi dan menjadi ikut-ikutan jahiliyyah apalagi menjadi musyrik…!

Kedua, interaksi yang dijalin para sahabat di tengah masyarakat jahiliyyah mengandung kejelasan misi. Yaitu misi da’wah Islam. Para sahabat di bawah komando Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat aktif, intensif dan persuasif mengajak setiap anggota masyarakat musyrik Mekkah untuk menuju jalan Allah ta’aala. Mereka sangat faham bahwa menjadikan setiap manusia non-muslim mau mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan kegiatan paling mulia dan utama bila ingin menyaksikan terjadinya perubahan hakiki masyarakat ke arah perbaikan.

”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri” (QS Fushilat ayat 33)

Mereka tidak menghabiskan waktu untuk sebatas berdagang apalagi tenggelam dalam hiburan-hiburan bersama masyarakat musyrik dimana mereka hidup. Para sahabat sangat menginginkan keimanan menyebar dan masuk ke dalam hati setiap orang yang ia jumpai. Karena hanya dengan iman dan Islam sajalah seseorang akan meraih keselamatan sejati di sisi Allah ta’aala. Dan para sahabat telah merasakan sendiri betapa manisnya iman dibandingkan dengan kepahitan hidup sebelumnya dalam kekufuran dan kemusyrikan…!

Ketiga, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat ketika masih berjuang di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah tidak sedikitpun menunjukkan sikap kompromi terhadap sistem dan ideologi jahiliyyah. Oleh karenanya, sebelum hijrah Nabi dan para sahabat tidak pernah menjalin negosiasi apapun dengan kaum musyrikin. Negosiasi baru pertama kali disepakati antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin yaitu saat Perjanjian Hudaibiyah. Ketika itu muslimin telah hijrah dan memiliki kekuatan sehingga bargaining position mereka diperhitungkan musyrikin.

Pernah satu kali gembong musyrikin mengajak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berkompromi sewaktu masih di Mekkah sebelum hijrah, yaitu saat mereka menawarkan untuk bersama kaum muslimin menyembah tuhan kaum muslimin yaitu Allah ta’aala selama satu tahun asalkan selama satu tahun berikutnya kaum muslimin siap menyembah berhala-berhala kaum musyrikin bersama kaum musyrikin. Apa jawaban Nabi shollallahu ’alaih wa sallam? Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak menjawab, melainkan Allah ta’aala menurunkan wahyu sebagai berikut:

”Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS Al-Kafirun ayat 1-6).(emc)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Sabtu, 07 November 2026 - 09:05:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 - 08:56:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com