• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2669 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 5010 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5041 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4976 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5133 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Bicara Tanpa Menusuk

Redaksi Radarpku

Jumat, 14 Februari 2025 08:40:47 WIB
Cetak
Bicara Tanpa Menusuk
RADARPEKANBARU.COM - KITA semua pasti pernah mengalami situasi ketika kata-kata terasa lebih tajam dari pedang. Pedang, paling tidak, kalau sudah menusuk akan segera terasa sakitnya. Tapi kata-kata? Kadang menyelinap diam-diam ke dalam hati, lalu mengendap bertahun-tahun, menyiksa tanpa terlihat.

Inilah mengapa Nonviolent Communication (NVC) atau komunikasi tanpa kekerasan, menjadi sesuatu yang begitu penting —dan betapa sayangnya, sering diabaikan. Saya sudah mencoba memperkenalkan dan mempraktikkan model komunikasi ini di lingkungan pesantren. Hasilnya? Lingkungan sosialnya jadi harmonis dan bebas perundungan.

Berangkat dari teori Marshall Rosenberg tentang NVC, ada empat proses dalam komunikasi tanpa kekerasan: pengamatan faktual, perasaan, kebutuhan, dan permintaan. Berbicaralah berdasarkan pengamatan faktual, bukan penghakiman; libatkan perasaan alias bersimpati; ungkapkan kebutuhan; dan terakhir ajukan permintaan sebagai solusi.

Namun, dalam tradisi Islam, komunikasi ternyata bukan sekadar masalah teknik atau metode seperti di NVC, melainkan juga perkara moral dan spiritual. Maka, mari kita lihat bagaimana konsep komunikasi tanpa kekerasan ini sejalan dengan ajaran al-Qur’an, khususnya tentang jenis-jenis "qawl" (perkataan) yang dimuatnya.

Pertama, Qawlan Sadidan Berkatalah yang Tegas dan Jujur. Firman Allah Swt dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (sadid)." (Qs. Al-Ahzab [33]: 70)

Dalam NVC, tahap pertama adalah pengamatan —melihat fakta dan menyampaikan perkataan berbasis fakta tanpa interpretasi emosional. Nah, di sinilah qawlan sadidan berperan. Artinya, kita harus berbicara tegas, jujur, mengemukakan fakta hasil pengamatan, yang tidak menyakiti. Namun, di sini kita sering tergelincir.

Contoh perkataan buruk yang menyakitkan: "Aduh, bajumu hari ini seperti gorden nenekku!" Padahal, kalau mengikuti qawlan sadidan, kita cukup berkata: "Warna bajumu batik Cirebonan, ada cerita di balik pemilihannya?" Tegas? Iya. Jujur? Tentu. Tapi tidak menusuk seperti belati.

Kedua, Qawlan Kariman Berkata dengan Penuh Kemuliaan. Allah Swt berfirman, yang artinya: "Dan janganlah engkau mengatakan kepada kedua orang tuamu perkataan 'ah', dan jangan membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (karim)." (Qs. Al-Isra’ [17]: 23)

Tahap kedua dalam NVC adalah perasaan —mengungkapkan apa yang dirasakan dengan cara yang baik, alias memberi simpati kepada lawan bicara, apa pun kondisinya. Sayangnya, sering kali kita berkata terlalu jujur tanpa memikirkan apakah kata-kata kita menghormati orang lain.

Contoh buruk: "Pak, ibu… cara berpikir kalian itu jadul banget." Padahal, jika mengikuti qawlan kariman, kita akan berkata penuh simpati: "Pak, Bu, saya menghargai pengalaman hidup kalian. Tapi saya merasa lebih nyaman dengan cara ini. Bagaimana menurut kalian?" Sama-sama jujur, tapi yang satu berbunyi seperti gugatan, yang satu lagi terdengar seperti undangan untuk berdiskusi.

Ketiga, Qawlan Ma’rufan Berkata yang Baik dan Pantas. Ini disebutkan dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Dan mereka yang (memelihara hartanya) tidak mengharapkan balasan atau terima kasih, tetapi (memberikan bantuan) karena mencari wajah Tuhan yang Maha Tinggi. Maka kelak mereka akan mendapat keridaan (Allah). Dan lidah mereka mengucapkan perkataan yang baik (ma'ruf)." (Qs. Al-Baqarah [2]: 263)

Dalam NVC, tahap ketiga adalah mengidentifikasi kebutuhan —memahami kebutuhan kita dan orang lain sebelum berbicara. Ini selaras dengan makna qawlan ma’rufan, yaitu berkata dengan baik dan pantas, bukan sekadar asal bicara.

Contoh perkataan buruk: "Duh, anak-anak zaman sekarang nggak ada sopan-sopannya!" Lebih baik katakan dengan qawlan ma’rufan, seperti: "Saya merasa lingkungan yang penuh rasa hormat itu penting. Bagaimana kita bisa membangun kebiasaan yang lebih sopan?" Alih-alih menyalahkan, kita mengajak mencari solusi.

Keempat, Qawlan Layyinan Berkata dengan Lembut. Disebut dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Maka berbicaralah kepadanya (Firaun) dengan perkataan yang lemah lembut (layyin), mudah-mudahan dia ingat atau takut." (Qs. Thaha [20]: 44)

Tahap terakhir NVC adalah permintaan, bukan tuntutan. Qawlan layyinan mengajarkan kita berbicara dengan kelembutan, bahkan kepada seorang Firaun sekalipun. Tapi lihatlah cara kita berbicara di media sosial —bukan hanya jauh dari layyin, tapi sering lebih ganas dari pasukan Perang Badar!

Contoh buruk: "Bodoh banget sih, masa gitu aja nggak ngerti?" Mari coba dengan qawlan layyinan, seperti: "Aku merasa ini konsep yang agak rumit. Boleh aku jelaskan dengan cara yang lebih sederhana?" Dampaknya jauh lebih baik, bukan?

Menerapkan Nonviolent Communication dan prinsip qawl dalam Islam bukan berarti menjadi orang yang selalu "yes-man" atau menahan diri dari berkata jujur. Sebaliknya, inilah seni berbicara dengan penuh kesadaran, keseimbangan, dan kebaikan. Jika lidah bisa menjadi pedang, maka dengan komunikasi yang benar, lidah juga bisa menjadi obat.

Maka, sebelum berbicara, tanyakanlah pada diri sendiri: Apakah kata-kata saya ini sadid? (Jujur dan tegas); Apakah ini karim? (Mulianya terjaga); Apakah ini ma’ruf? (Sesuai dengan kebaikan dan pantas); Dan apakah ini layyin? (Disampaikan dengan kelembutan).

Kalau jawabannya "tidak" untuk salah satunya, mungkin lebih baik diam. Seperti kata pepatah Arab: "Jika perkataanmu bukan emas, lebih baik diam dan jadilah perak."

Atau dalam versi modernnya: Kalau tak bisa berkata baik, setidaknya jadilah seperti sinyal WiFi —diam tapi tetap memberi manfaat(rml)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Sabtu, 07 November 2026 - 09:05:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 - 08:56:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com