• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1987 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4324 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4332 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4278 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4400 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Bicara Tanpa Menusuk

Redaksi Radarpku

Jumat, 14 Februari 2025 08:40:47 WIB
Cetak
Bicara Tanpa Menusuk
RADARPEKANBARU.COM - KITA semua pasti pernah mengalami situasi ketika kata-kata terasa lebih tajam dari pedang. Pedang, paling tidak, kalau sudah menusuk akan segera terasa sakitnya. Tapi kata-kata? Kadang menyelinap diam-diam ke dalam hati, lalu mengendap bertahun-tahun, menyiksa tanpa terlihat.

Inilah mengapa Nonviolent Communication (NVC) atau komunikasi tanpa kekerasan, menjadi sesuatu yang begitu penting —dan betapa sayangnya, sering diabaikan. Saya sudah mencoba memperkenalkan dan mempraktikkan model komunikasi ini di lingkungan pesantren. Hasilnya? Lingkungan sosialnya jadi harmonis dan bebas perundungan.

Berangkat dari teori Marshall Rosenberg tentang NVC, ada empat proses dalam komunikasi tanpa kekerasan: pengamatan faktual, perasaan, kebutuhan, dan permintaan. Berbicaralah berdasarkan pengamatan faktual, bukan penghakiman; libatkan perasaan alias bersimpati; ungkapkan kebutuhan; dan terakhir ajukan permintaan sebagai solusi.

Namun, dalam tradisi Islam, komunikasi ternyata bukan sekadar masalah teknik atau metode seperti di NVC, melainkan juga perkara moral dan spiritual. Maka, mari kita lihat bagaimana konsep komunikasi tanpa kekerasan ini sejalan dengan ajaran al-Qur’an, khususnya tentang jenis-jenis "qawl" (perkataan) yang dimuatnya.

Pertama, Qawlan Sadidan Berkatalah yang Tegas dan Jujur. Firman Allah Swt dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (sadid)." (Qs. Al-Ahzab [33]: 70)

Dalam NVC, tahap pertama adalah pengamatan —melihat fakta dan menyampaikan perkataan berbasis fakta tanpa interpretasi emosional. Nah, di sinilah qawlan sadidan berperan. Artinya, kita harus berbicara tegas, jujur, mengemukakan fakta hasil pengamatan, yang tidak menyakiti. Namun, di sini kita sering tergelincir.

Contoh perkataan buruk yang menyakitkan: "Aduh, bajumu hari ini seperti gorden nenekku!" Padahal, kalau mengikuti qawlan sadidan, kita cukup berkata: "Warna bajumu batik Cirebonan, ada cerita di balik pemilihannya?" Tegas? Iya. Jujur? Tentu. Tapi tidak menusuk seperti belati.

Kedua, Qawlan Kariman Berkata dengan Penuh Kemuliaan. Allah Swt berfirman, yang artinya: "Dan janganlah engkau mengatakan kepada kedua orang tuamu perkataan 'ah', dan jangan membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia (karim)." (Qs. Al-Isra’ [17]: 23)

Tahap kedua dalam NVC adalah perasaan —mengungkapkan apa yang dirasakan dengan cara yang baik, alias memberi simpati kepada lawan bicara, apa pun kondisinya. Sayangnya, sering kali kita berkata terlalu jujur tanpa memikirkan apakah kata-kata kita menghormati orang lain.

Contoh buruk: "Pak, ibu… cara berpikir kalian itu jadul banget." Padahal, jika mengikuti qawlan kariman, kita akan berkata penuh simpati: "Pak, Bu, saya menghargai pengalaman hidup kalian. Tapi saya merasa lebih nyaman dengan cara ini. Bagaimana menurut kalian?" Sama-sama jujur, tapi yang satu berbunyi seperti gugatan, yang satu lagi terdengar seperti undangan untuk berdiskusi.

Ketiga, Qawlan Ma’rufan Berkata yang Baik dan Pantas. Ini disebutkan dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Dan mereka yang (memelihara hartanya) tidak mengharapkan balasan atau terima kasih, tetapi (memberikan bantuan) karena mencari wajah Tuhan yang Maha Tinggi. Maka kelak mereka akan mendapat keridaan (Allah). Dan lidah mereka mengucapkan perkataan yang baik (ma'ruf)." (Qs. Al-Baqarah [2]: 263)

Dalam NVC, tahap ketiga adalah mengidentifikasi kebutuhan —memahami kebutuhan kita dan orang lain sebelum berbicara. Ini selaras dengan makna qawlan ma’rufan, yaitu berkata dengan baik dan pantas, bukan sekadar asal bicara.

Contoh perkataan buruk: "Duh, anak-anak zaman sekarang nggak ada sopan-sopannya!" Lebih baik katakan dengan qawlan ma’rufan, seperti: "Saya merasa lingkungan yang penuh rasa hormat itu penting. Bagaimana kita bisa membangun kebiasaan yang lebih sopan?" Alih-alih menyalahkan, kita mengajak mencari solusi.

Keempat, Qawlan Layyinan Berkata dengan Lembut. Disebut dalam Al-Qur'an, yang artinya: "Maka berbicaralah kepadanya (Firaun) dengan perkataan yang lemah lembut (layyin), mudah-mudahan dia ingat atau takut." (Qs. Thaha [20]: 44)

Tahap terakhir NVC adalah permintaan, bukan tuntutan. Qawlan layyinan mengajarkan kita berbicara dengan kelembutan, bahkan kepada seorang Firaun sekalipun. Tapi lihatlah cara kita berbicara di media sosial —bukan hanya jauh dari layyin, tapi sering lebih ganas dari pasukan Perang Badar!

Contoh buruk: "Bodoh banget sih, masa gitu aja nggak ngerti?" Mari coba dengan qawlan layyinan, seperti: "Aku merasa ini konsep yang agak rumit. Boleh aku jelaskan dengan cara yang lebih sederhana?" Dampaknya jauh lebih baik, bukan?

Menerapkan Nonviolent Communication dan prinsip qawl dalam Islam bukan berarti menjadi orang yang selalu "yes-man" atau menahan diri dari berkata jujur. Sebaliknya, inilah seni berbicara dengan penuh kesadaran, keseimbangan, dan kebaikan. Jika lidah bisa menjadi pedang, maka dengan komunikasi yang benar, lidah juga bisa menjadi obat.

Maka, sebelum berbicara, tanyakanlah pada diri sendiri: Apakah kata-kata saya ini sadid? (Jujur dan tegas); Apakah ini karim? (Mulianya terjaga); Apakah ini ma’ruf? (Sesuai dengan kebaikan dan pantas); Dan apakah ini layyin? (Disampaikan dengan kelembutan).

Kalau jawabannya "tidak" untuk salah satunya, mungkin lebih baik diam. Seperti kata pepatah Arab: "Jika perkataanmu bukan emas, lebih baik diam dan jadilah perak."

Atau dalam versi modernnya: Kalau tak bisa berkata baik, setidaknya jadilah seperti sinyal WiFi —diam tapi tetap memberi manfaat(rml)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

Dakwatuna

Hakikat Rumah Tangga Ladang Ibadah

Senin, 28 September 2026 - 10:53:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Berumah tangga bagi seorang Mus.

Dakwatuna

Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Sabtu, 26 September 2026 - 09:59:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Doa bukan sekadar permohonan se.

Dakwatuna

Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam

Jumat, 25 September 2026 - 09:46:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Di antara bentuk kemurahan dan .

Dakwatuna

Jangan Terlalu Memuji Orang , Lalu Harus Bagaimana? Ingat Selalu Pesan Rasulullah SAW Ini

Kamis, 24 September 2026 - 09:03:00 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Seringkali kita mendengar seseo.

Dakwatuna

Tanda Kiamat Kian Dekat, Umat Islam akan Hancur Bukan oleh Musuh tetapi Penyakit Wahn

Rabu, 23 September 2026 - 08:26:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
30 September 2026
Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
30 September 2026
Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
30 September 2026
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
30 September 2026
Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
30 September 2026
Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
30 September 2026
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
  • 2 Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
  • 3 Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
  • 4 Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
  • 5 Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
  • 6 Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
  • 7 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com