Kehidupan Dunia Bukan Akhir, Berpikirlah Ulang Jika Ingin Berbuat Maksiat?

Rabu, 29 November 2023

RADARPEKANBARU.COM - Sering kali sebagian orang menyatakan bahwa hidup ini hanya sekali, sehingga mereka lupa sampai melakukan perkara yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Kita juga perlu menyadari bahwa Allah SWT menyaksikan semua perbuatan kita. Dia mencatat semuanya, meskipun kita melupakan jutaan maksiat itu:

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Mahamenyaksikan segala sesuatu.” (QS. al-Mujadilah ayat 6)

Di saat manusia menghadap Allah SWT, semua harta maupun jabatan yang dia miliki, sama sekali tidak bermanfaat baginya. Allah SWT berfirman:

“Di hari harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang salim.” (QS as-Syu'ara ayat 88-89)

Bisa jadi saat di dunia ada orang yang berkuasa, terbebas dari pantauan KPK, bahkan kebal terhadap hukum negara. Namun, ini semua tidak berlaku di akhirat. Allah Mahamelihat, Dia menyaksikan dan akan menghakimi semuanya. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? Katakanlah: Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kalian.” (QS al-An'am ayat 19)

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Semua ayat di atas mengajarkan kepada kita bahwa kita harus sadar akhirat. Sadar bahwa semua perilaku kita akan dimintai pertanggungjawaban di depan Zat yang Mahammelihat.

Dengan berbekal prinsip sadar akhirat, seorang hamba akan lebih mudah untuk diingatkan terhadap aturan syariat dalam masalah harta, sekalipun bisa jadi aturan itu kurang menguntungkan bagi dunianya. Seperti dikutip dari buku Fiqih ASN dan Karyawan oleh Ustadz Ammi Nur Baits, pada bagian awal ditegaskan perihal akhirat, agar menjadi peringatan bagi kita bahwa hidup ini tidak sekali. Ada kehidupan kedua, tempat kita semua akan dihisab. Nikmat fisik, nikmat waktu, termasuk harta kita, semuanya akan kita pertanggung jawabkan di akhirat. Allah SWT berfirm

“Kemudian di hari itu, kalian akan ditanya tentang nikmat yang kalian rasakan.” (QS at-Takatsur ayat 8)

Dalam ayat yang lain Allah SWT menegaskan bahwa manusia akan dibangkitkan, lalu semua amalnya akan ditunjukkan kepadanya. Allah SWT berfirman,

“Katakanlah: Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.' Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS at-Taghabun ayat 7)

Baca juga: Syekh Isa, Relawan Daarul Quran di Gaza Syahid Sekeluarga dan Kisah Putri Dambaannya Allah SWT juga mengingatkan agar kita menyadari bahwa kita akan mati, lalu dibangkitkan untuk menjalani kehidupan kedua, menghadap Allah Yang Mahamengetahui.

“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS al-Jumuah ayat 8)

Kita juga perlu menyadari bahwa Allah SWT menyaksikan semua perbuatan kita. Dia mencatat semuanya, meskipun kita melupakan jutaan maksiat itu:

“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Mahamenyaksikan segala sesuatu.” (QS. al-Mujadilah ayat 6)

Di saat manusia menghadap Allah SWT, semua harta maupun jabatan yang dia miliki, sama sekali tidak bermanfaat baginya. Allah SWT berfirman:

“Di hari harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang salim.” (QS as-Syu'ara ayat 88-89)

Bisa jadi saat di dunia ada orang yang berkuasa, terbebas dari pantauan KPK, bahkan kebal terhadap hukum negara. Namun, ini semua tidak berlaku di akhirat. Allah Mahamelihat, Dia menyaksikan dan akan menghakimi semuanya. Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? Katakanlah: Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kalian.” (QS al-An'am ayat 19) (rep)