PILIHAN +INDEKS
Dianggap Gagal Mejalankam Fungsi Kontrol
Akademisi Tolak Ahmad Fikri Menjadi Ketua DPRD Kampar Periode Mendatang
Drs H Nasharuddin Yusuf MA Sekjend Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau.
radarpekanbaru.com
Perjuangan Ahmad Fikri menuju singgasana kursi ketua DPRD kampar ternyata tidak semulus yang di harapkan olehnya,banyak pihak meragukan kredibilitas ahmad fikri dalam memimpin lembaga DPRD periode 2014-2019 mendatang. Pasalnya kader golkar yang satu ini dianggap sebagai sosok yang memiliki Track Record yang cendrung oportunis dan tidak bisa memperjuangkan aspirasi rakyat.
Pemimpin lembaga DPRD kampar mendatang di harapkan orang yang terbebas dari perselingkuhan dengan pejabat eksekutif,akhir-akhir ini lembaga DPRD Kampar kurang menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan Bupati kampar. Banyak aspirasi penting yang disampaikan rakyat terkait sejumlah permaslahan Jefry Noer ke lembaga DPRD kampar namun satupun tidak ada yang diselesaikan selama Ahmad Fikri menjabat ketua DPRD Kampar pengganti Syafrizal.
Demikian di sampaikan Drs H Nasharuddin Yusuf MA kepada radarpekanbaru.com ,rabu (20/8) di Fakultas Tarbiyah UIN Suska Riau,Panam,Pekanbaru.
Menurut Nasharuddin yang juga Sekjend Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau ini, seharusnya partai golkar selaku pemenang pemilu di kabupaten kampar harus memilih kader yang mumpuni dan terbebas pengaruh intervensi Jefry Noer selaku Bupati kampar agar fungsi kontrol lembaga DPRD Kampar berjalan dengan baik." janganlah orang yang terhutang budi dengan Jefry Noer di pilih menjadi ketua DPRD Kampar, nanti kerjanya justru hanya menjadi pengaman kebijakan bupati, percuma rakyat menggaji mereka tapi tak ada kerjanya", katanya.
Dosen Kelahiran tapung ini mengugkapkan bahwa dirinya selaku akademisi tidak punya kepentingan apa-apa terkait siapa yang akan menjadi ketua DPRD Kampar mendatang, "Saya ini dosen tak punya kepentingan politik apapun, ini hanya bentuk keprihatinan saya terhadap kabupaten kampar",ungkapya.
Ditanyakan kepadanya siapa menurutnya yang layak dan mempunyai Track Record yang baik untuk memimpin lembaga DPRD Kampar mendatang,Nasharuddin mangatakan ada banyak kader golkar yang layak menduduki ketua DPRD Kampar,"ada banyak lah, salah satunya Repol,.ya Repol,SAg -saya rasa bagus juga orang nya," kata pria yang dekat dengan Gubernur Riau Annas Maamun ini.
Tidak hanya jabatan ketua DPRD Kampar menurutnya yang perlu di Evaluasi, Nasharuddin menyarankan kepada pengurus Golkar kampar agar jabatan ketua DPD II Golkar kampar juga harus di evaluasi," sebenarnya untuk jabatan ketua Golkar Kampar ahmad Fikri juga tidak layak, kalau golkar ingn eksis dikampar ya harusnya fikri juga di evaluasi" ,pintanya.
"Saya lebih tertarik dengan sosok anak muda seperti Eka Sumahamid, orang nya tegas dan lebih berani menentang arus, tipe seperti itu yang seharusnya di tunjuk menjadi ketua Golkar kampar",katanya.
Masih menurut Nasharuddin bahwa apa yang disampaikan nya hanya bersifat kritik untuk golkar kampar tanpa ada maksud apa-apa,"sekali Lagi ini hanya pendapat saya pribadi, dan pada prinsipnya kembali kapada golkar kampar, saya rasa partai golkar adalah partai modren yang terbuka dikritik oleh siapa saja", kata Nasharuddin mengakhiri pembicaraan. (als)
Editor : Ramli
Perjuangan Ahmad Fikri menuju singgasana kursi ketua DPRD kampar ternyata tidak semulus yang di harapkan olehnya,banyak pihak meragukan kredibilitas ahmad fikri dalam memimpin lembaga DPRD periode 2014-2019 mendatang. Pasalnya kader golkar yang satu ini dianggap sebagai sosok yang memiliki Track Record yang cendrung oportunis dan tidak bisa memperjuangkan aspirasi rakyat.
Pemimpin lembaga DPRD kampar mendatang di harapkan orang yang terbebas dari perselingkuhan dengan pejabat eksekutif,akhir-akhir ini lembaga DPRD Kampar kurang menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan Bupati kampar. Banyak aspirasi penting yang disampaikan rakyat terkait sejumlah permaslahan Jefry Noer ke lembaga DPRD kampar namun satupun tidak ada yang diselesaikan selama Ahmad Fikri menjabat ketua DPRD Kampar pengganti Syafrizal.
Demikian di sampaikan Drs H Nasharuddin Yusuf MA kepada radarpekanbaru.com ,rabu (20/8) di Fakultas Tarbiyah UIN Suska Riau,Panam,Pekanbaru.
Menurut Nasharuddin yang juga Sekjend Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau ini, seharusnya partai golkar selaku pemenang pemilu di kabupaten kampar harus memilih kader yang mumpuni dan terbebas pengaruh intervensi Jefry Noer selaku Bupati kampar agar fungsi kontrol lembaga DPRD Kampar berjalan dengan baik." janganlah orang yang terhutang budi dengan Jefry Noer di pilih menjadi ketua DPRD Kampar, nanti kerjanya justru hanya menjadi pengaman kebijakan bupati, percuma rakyat menggaji mereka tapi tak ada kerjanya", katanya.
Dosen Kelahiran tapung ini mengugkapkan bahwa dirinya selaku akademisi tidak punya kepentingan apa-apa terkait siapa yang akan menjadi ketua DPRD Kampar mendatang, "Saya ini dosen tak punya kepentingan politik apapun, ini hanya bentuk keprihatinan saya terhadap kabupaten kampar",ungkapya.
Ditanyakan kepadanya siapa menurutnya yang layak dan mempunyai Track Record yang baik untuk memimpin lembaga DPRD Kampar mendatang,Nasharuddin mangatakan ada banyak kader golkar yang layak menduduki ketua DPRD Kampar,"ada banyak lah, salah satunya Repol,.ya Repol,SAg -saya rasa bagus juga orang nya," kata pria yang dekat dengan Gubernur Riau Annas Maamun ini.
Tidak hanya jabatan ketua DPRD Kampar menurutnya yang perlu di Evaluasi, Nasharuddin menyarankan kepada pengurus Golkar kampar agar jabatan ketua DPD II Golkar kampar juga harus di evaluasi," sebenarnya untuk jabatan ketua Golkar Kampar ahmad Fikri juga tidak layak, kalau golkar ingn eksis dikampar ya harusnya fikri juga di evaluasi" ,pintanya.
"Saya lebih tertarik dengan sosok anak muda seperti Eka Sumahamid, orang nya tegas dan lebih berani menentang arus, tipe seperti itu yang seharusnya di tunjuk menjadi ketua Golkar kampar",katanya.
Masih menurut Nasharuddin bahwa apa yang disampaikan nya hanya bersifat kritik untuk golkar kampar tanpa ada maksud apa-apa,"sekali Lagi ini hanya pendapat saya pribadi, dan pada prinsipnya kembali kapada golkar kampar, saya rasa partai golkar adalah partai modren yang terbuka dikritik oleh siapa saja", kata Nasharuddin mengakhiri pembicaraan. (als)
Editor : Ramli
BERITA LAINNYA +INDEKS
PCR dan SPS Riau Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kurikulum dan Magang Mahasiswa
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau.
HUT ke-80 SPS, Saidul Tombang: Pers Harus Tetap Menjadi Pilar Demokrasi
PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau memperingati Hari Ulan.
AMA Riau Dorong Reformasi Sistem Pemilu, Minta Keterwakilan Daerah dan Masyarakat Adat Diperkuat
PEKANBARU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau mengusulkan adanya refor.
PWI Riau Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing pada Iduladha 1447 H
PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban .
Hari Ini KAHMI Riau Sembelih Hewan Qurban
PEKANBARU — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Riau meng.
Isu Anak Bupati Terlibat Narkoba Hoaks, Penyebar Fitnah di Medsos Bisa Dijerat Hukum
PEKANBARU – Aliansi Mahasiswa Riau (AMR) meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi bohong .
TULIS KOMENTAR +INDEKS






.jpg)

