Kampar--Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kampar, Edward, merupakan birokrat Kampar dengan segudang prestasi.
"Sulit mencari pengganti orang yang mampu mengalola keuangan daerah tanpa ada tunda bayar pada setiap kegiatan di Kabupaten Kampar" kata Romzizi pengurus KNPI Kampar, Kamis siang.
Menurut Romzizi pihaknya juga mendapat informasi dari Kontraktor di Kampar bahwa pelayanan dan kenyamanan berusaha di Kampar ketika administrasi keuangan tidak pernah dipersulit dimasa kepemimpinan Edo di BPKAD Kampar.
"Kalau untuk sekarang belum ada sosok yang bisa menggantikan posisi bang Edo (Edward, red) orangnya santun dan penyabar" tambah Romzizi.
Lebih lanjut Romzizi mengatakan bahwa jika Edo mau bermain dengan jabatannya maka dia akan kaya raya, namun dapat kita lihat kenyataan bahwa Edo adalah orang yang sederhana.
"Edo adalah sosok pejabat yang sederhana dan calon pemimpin dimasa akan datang" tambah Romzizi.
Perjuangan Edo Kampar Raih WTP.
Sebagaimana diketahui BPKAD Kampar sudah meng-iventarisir aset milik pemda senilai 8 triliun lebih.
Hal itu disampaikan oleh Edward kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.
Edward menjelaskan, proses inventarisir aset ini setidaknya telah dilakukan sejak medio 2014 lalu. Berkat pengelolaan aset yang baik ini, pada tahun 2017, sebut Edward, Pemda Kampar berhasil mendapatkan hasil audit Badan Pemeriksa Kuangan (BPK) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau disingkat WTP.
Kata Edo, sapaan akrabnya, aset senilai 8 triliun lebih tersebut diantaranya berbentuk barang, bangunan, tanah, dan lain-lain.
“Aset-aset tersebut ada yang berbentuk barang, bangunan, ada yang berupa tanah, dan lain-lain,” bebernya.
Sebagai informasi, Pemda Kampar sendiri sejak tahun 2017 sampai 2021 mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK. Pengelolaan aset yang baik disebut-disebut menjadi faktor yang sangat penting dari keberhasilan dalam meraih predikat WTP dalam laporan keuangan daerah selama beberapa tahun ini.
Sebagai koreksi berita beberapa hari yang lalu terkait informasi pokir yang tidak merata di Kampar ternyata adalah informasi yang keliru.
Radar memperoleh informasi bahwa penganggaran pokir Kampar sudah sesuai aturan dan usulan dewan mewakili dapilnya.
Redaksi menyampaikan permohonan maaf kepada para pembaca dan BPKAD Kampar yang telah menyampaikan informasi keliru terkait proses penganggaran pokir dewan. (*)