Inovasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Layanan Pemerintah Dalam Rangka Mendukung Riau GO IT

Dibaca: 36416 kali  Senin,26 September 2016
Inovasi Teknologi Informasi Dan Komunikasi Layanan Pemerintah Dalam Rangka Mendukung Riau GO IT
Ket Foto : Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah membuat terobosan atau inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan dan melaksanakan program pembangunan. Inovasi itu diwujudkan Pemprov Riau dengan meluncurkan sistem pelayanan berbasis Informasi Teknologi (IT) atau e-goverment dengan Tagline "Riau Go IT".

Jajaran Pemerintah Provinsi Riau, seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, dan masyarakat Riau harus mempersiapkan diri dan melakukan langkah-langkah nyata untuk meraih keberhasilan, kejayaan dan kemaslahatan Provinsi Riau pada masa sekarang dan mendatang.

Dengan inovasi teknologi informasi yang telah tersedia mesti dimanfaatkan dan digunakan semaksimal mungkin dalam mendukung pelaksanaan Riau Go IT kedepannya. Ketersediaan perangkat sudah memadai dengan jaringan yang sudah menjangkau seluruh wilayah nusantara.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bahwa penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan pemerintah, baik di Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota telah mengalami kemajuan sangat pesat.

Pada tataran birokrasi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi trend baru, diawali dengan munculnya isu electronic government (e-Goverment) yaitu pemerintahanyang berbasis elektronik.

"Sekarang seluruh SKPD se-Provinsi Riau sudah menerapkan e-Government, melalui sistem yang kita bangun yakni Riau Go IT. Dimana sistem ini dapat terintegritas di seluruh SKPD," kata orang nomor satu di Provinsi Riau ini.

Menurutnya, reformasi birokrasi dilatarbelakangi atas tuntutan terhadap terbentuknya sistem kepemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara lebih efektif, melahirkan inspirasi penyediaan data informasi dan media komunikasi yang transparan melalui e-Government.

Untuk diketahui, e-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya. Mulai dari urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.

e-government intinya adalah proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan secara lebih efisien. Karena itu, demikian Andi Rachman, ada dua hal utama dalam pengertian e-Government, salah satunya adalah penggunaan teknologi informasi seperti internet sebagai alat bantu.

Kemudian yang kedua menurut dia adalah tujuan pemanfaatannya, sehingga pemerintahan dapat  berjalan  lebih efisien. Ketersediaan  informasi yang transparan dan setiap saat dapat diakses oleh masyarakat, tentu akan membuat sistem pemerintahan lebih baik.

Untuk diketahui pula, bahwa Pemerintah Pusat telah mengeluarkan Instruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-Government Indonesia. Itu kemudian ditindak lanjuti oleh Pemerintahan Presiden Jokowi.

"Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah menjalankan e-Government. Semua sistem pemerintahan termasuk berkaitan dengan keterbukaan informasi publik telah dijalankan," kata Gubri Andi Rachman.

Dengan sistem pelayanan modern ini, sebut Gubri, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tersedia selama 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor.  "Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan," katanya.

Masih kata dia, peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum harus koneksi, tentunya dengan adanya keterbukaan atau transparansi yang diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. "Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak," katanya lagi.

e-Government menurut Andi Rachman juga merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya.

Sistem pemerintahan modern ini juga dilaksanakan Pemprov Riau untuk membuat sistem pemerintahan lebih optimal dan tentunya lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan vidio conference. Karena sistem aplikasi e-Government jumlah dan jenisnya cukup beragam.

Dalam hal ini, kemampuan daerah dalam mengembangkan, memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan teknologi akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Makanya, dalam sebuah kesempatan Gubernur Riau meminta kepada pegawai untuk tidak gagab ternologi.   

Tak hanya itu, dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publik melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis teknologi, baru-baru ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Riau menggelar Forum Group Discussion (FGD) pembinaan, evaluasi, dan pengendalian e-Government lingkup SKPD Pemerintah Provinsi Riau.


Perpendek Jarak Pengurusan Administrasi
Pemerintah Provinsi Riau telah melanching tagline Riau Go IT, Program tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam menuju daerah maju dan modern. Dimana kedepan Riau akan menggunakan sistim informasi teknologi canggih sesuai kemajuan dan perkembangan zaman yang serba teknologi.

Menurut Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, penggunaan sistim teknologi informasi ini merupakan program yang wajib diterapkan dan ditingkatkan untuk seluruh instansi pemerintahan di Riau. Dimana pencanangannya akan didukung oleh semua pihak yang telah menggunakan sistim teknologi.

Meskipun lounching Riau Go IT baru ditegaskan pada hari jadi Riau. Namun, program tersebut sudah diwacanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan beberapa SKPD dilingkungan Pemprov Riau sudah mengintergrasikan sistim ini dan sudah berjalan sebelumnya. Dimana intinya program ini merupakan program yang merupakan moment atau keberhasilan pemerintah yang akan dijadikan kado pada hari jadi Riau ke 59 tahun.

Sistim teknologi informasi tersebut, katanya, juga sudah terintergrasi dengan pemerintahan pusat yang saat ini tinggal membumikan pada masyarakat dan pelaksanaan di Pemda Riau. Sedangkan manfaat sistim ini, tidak hanya pada masyarakat perkotaan, tapi juga pemerintahan desa yang juga harus menggunakan internet. Karena tujuan pemerintah memang untuk mengatasi ketertinggalan kita dengan daerah lain. Sehingga kedepannya tidak ada lagi Pemda Riau yang tidak bisa mengoperasikan teknologi.

“Masyarakat tidak perlu lagi repot untuk mencari informasi diseluruh bidang di Pemprov Riau. Cukup buka internet sesuai bidang yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Gubernur Riau.


Menuju Smart Province
Terobosan dalam pelayanan berbasis teknologi informasi ini merupakan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan maksimal. Sebab nanti tidak ada lagi masyarakat mengalami kesulitan dalam segala pengurusan administrasi, serta segala informasi yang dibutuhkan masyarakat dan Investor terhadap instansi terkait semuanya sudah dapat di akses dengan cepat dan mudah.

Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan lewat sistem ini, pengurusan izin dan administrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau akan diberlakukan dengan sistem online. Andi Rachman menyebutkan dengan diberlakukannya sistem ini akan lebih memberikan kemudahanpelayanan.

"Jadi ada banyak sistem nanti yang akan diterapkan melalui IT, misalnya mengurus surat sudah di paperless dengan sistem e-office. Dewa juga bisa melakukan fungsi pengawasan mereka dengan memanfaatkan sistem IT ini," tambahnya.

Sisi lain Laporan Pengaduan (Aspirasi & Layanan Pengaduan) dapat ditampung dengan cepat, adapun Website Kabupaten Kota juga bisa di akses langsung lewat internet tanpa mesti lagi datang kedaerah kabupaten kota, Informasi Data Petamenya jikan setiap lokasi serta alam atinstansi atau pun area destinasi kepada pihak yang berkepentingan.

Kemudahan lain dari pemanfaatan teknologi ini adalah Informasi Penyusunan RKPD dengan mudah di ketahui tanpa melakukan konfirmasi ke instansi terkait. Sistem teknologi informasi tersebut, dikatakan Gubri sudah terintegrasi dengan pemerintahan pusat yang saat ini tinggal membumikan pada masyarakat dan pelaksanaan di Pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Riau.Dan untuk dukungan satelit Pemprov Riau juga bekerjasama dengan pihak Bank yang memiliki satelit.Yaitu Bank Riau Kepri yang juga merupakan Bank

Daerah Provinsi Riau.Dimana untuk proses pelaksanaan program ini juga akan dibantu pihak Bank Riau Kepri kedepanya. Terkait manfaat sistem ini, tidak hanya pada masyarakat, tapi juga pemerintahan desa yang juga harus menggunakan internet. Karena tujuan pemerintah memang untuk mengatasi ketertinggalan kita dengan daerah lain. Sehingga kedepannya tidak ada lagi Pemda Riau yang tidak bisa mengoperasikan teknologi. "Kedepan masyarakat tidak perlu lagi repot untuk mencari informasi diseluruh bidang di Pemprov Riau. Cukup buka internet sesuai bidang yang dibutuhkan Seperti terkait perizinan dan kegiatan lainya," tutur Andi Rachman.

"Kita ingin informasi teknologi yang ada saat ini ditingkatkan sehingga bisa memberikan manfaat kepada jalannya roda pemerintahan maupun untuk kepentingan publik atau masyarakat. Sehingga tidak ada lagi alasan dalam pelayanan dan memperoleh informasi mengalami kesulitan serta tertunda suatu pelayanan semua sudah teratasi melalui Pelayanan berbasis IT sebagai penunjang dalam memaksimalkan pelayanan yang tentunya membawa Riau menuju Smart Center Of Exelent Information Teknologi, " ujarnya.


Tingkatkan Skill Aparatur
Kalau untuk dukungan satelit Pemprov Riau sudah bekerjasama dengan pihak bank yang memiliki satelit, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Untuk proses pelaksanaan program ini juga akan dibantu pihak Bank Riau Kepri kedepanya," papar Gubernur.

Selain itu, sistem teknologi informasi yang dibuat Pemprov Riau sudah terintegrasi (terhubung) dengan pemerintahan pusat. "Saat ini tinggal membumikan pada masyarakat dan pelaksanaan di Pemerintah Kabupaten/Kota di Riau," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman.

Dikatakan Gubernur kedepannya sistem IT tidak hanya pada masyarakat, tapi juga pemerintahan desa juga harus menggunakan internet. Karena tujuan pemerintah memang untuk mengatasi ketertinggalan dengan daerah lain.

"Jadi, kedepanya seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Riau harus bisa mengoperasikan dan memanfaatkan fasilitas informasi teknologi serta memantapkan koordinasi lintas sektoral," ujar Gubernur penuh harap.

Sehubungan dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Gubernur mengharapkan ASN meningkatkan kapasitas dan pengetahuan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menunjang implementasi e-Goverment.  "Kita harus optimis bahwa Go IT merupakan langkah awal Pemerintah Provinsi Riau (Pemrov) Riau menuju Smart Province atau Provinsi Cerdas," tutur Gubernur.

Sementara Kemenkominfo saat ini tengah berupaya untuk menyatukan Kominfo yang ada di seluruh Indonesia sebagai penyelenggara ekosistem smart-nation.

"Kelembagaan pemerintahan di Indonesia begitu besar, begitu banyak sistem layanan publik. Namun begitu minim SDM TIK yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan integrasi Kominfo," kata Kasubdit Teknologi dan Infrastruktur e-Goverment Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Bambang Dwi Anggono.

Soal kesiapan SDM, Gubri mengharapkan ASN meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang implementasi e-Government. Apalagi kecanggihan teknologi yang semakin berkembang sudah menjadi kebutuhan hampir setiap orang dan mesti dikuasai dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Termasuk bagi ASN di lingkungan pemrov Riau.

"Kita akan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam berbagai hal, terutama penyatuan website masing-masing SKPD yang terkoneksi dalam satu server di Dinas Komunikasi dan Informatika. Ini yang pertama harus kita terapkan, sehingga berbagai informasi yang ada di masing-masing SKPD bisa diketahui dengan mudah.Penerapan teknologi ini nantinya sangat mendukung keterbukaan informasi publik," Ungkapnya.


IT Pemprov Riau Dipuji Menteri  
Terkait dengan penerapan sistem pelayanan berbasis informasi teknologi (IT) atau e-Government di Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintahan Provinsi Riau untuk mewujudkan pemerintahan lebih efisien dan efektif, trasnparan dan memperluas akses publik memperoleh informasi mendapat apresiasi pujian dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI, Asman Abnur.

Apresiasi itu disampaikan Menpan-RB saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau. Menteri mengatakan sangat apresiatif bahkan akan menjadikan percontohan penerapan sistem pelayanan Informasi Teknologi dan Komunikasi (TIK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan tagline Riau Go IT.

"Saya tidak mengira Pemprov Riau sudah menggunakan IT dalam sistem pelayanannya. Saya tadi sudah minta sama pak Gubernur, agar sistem pelayanan di Riau dapat menjadi percontohan buat provinsi lainnya," kata Menpan-RB  Asman Abnur SE MSi,Rabu (7/9/2016).


Selain itu Menpan meminta sistem Riau Go IT yang dimiliki Pemprov Riau dapat diaplikasikan kabupaten/kota se-Indonesia, terutama daerah-daerah yang ada di Riau. Karena dengan adanya sistem pelayanan online masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi.

Lebih lanjut Menpan mengatakan dengan IT masyarakat yang mengusus perizinan, petugas tidak lagi harus bertemu pimpinan. Tapi di sini pimpinan berfungsi sebagai pengambil keputusan, dan mengontrok jalannya pelayanan. Jika ada aduan masyarakat bisa langsung tekan tombol aduan yang telah tersistem.

"Jadi kepala daerah dan SKPD bisa langsung mengontrol, apa-apa saja yang menjadi keberatan masyarakat untuk diperbaiki. Saya dengar dengan sistem IT ini juga bisa melihat langsung mana SKPD yang realisasinya rendah," terang Menteri.

Apa yang telah dilakukan Pemprov Riau dikatakan Menpan sudah sesuai dengan imbauan Presiden yang disampaikan dengan Menpan-RB. "Saya kira Provinsi Riau sudah melangkah lebih maju dibanding daerah lain, dan ini perlu kita apresiasi. Saya minta Pemprov Riau terus berinovasi dalam menciptakan sistem pelayanan lebih baik," pesannya.

Kalau sistem IT yang diterapkan Pemprov Riau dapat ditularkan di seluruh Indonesia, maka pelayanan yang selama ini diimpikan Presiden Joko Widodo dapat terwujud. Namun semua itu sebut Menteri tergantung kesadaran kepala daerah tentang pentingnya IT.

"Jadi tidak ada alasan lagi bagi kepala daerah untuk tidak menggunakan sistem pelayanan IT. Apalagi sekarang zaman sudah keterbukaan informasi," pungkas Menteri. (Advertorial)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »