Raya Enam, Wako Pekanbaru Ziarah Kubur ke Bangkinang

Dibaca: 15972 kali  Rabu,13 Juli 2016
Raya Enam, Wako Pekanbaru Ziarah Kubur ke Bangkinang
Ket Foto : Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta istri, anak-anak dan menantu pulang ke kampung halamannya di Desa Muara Uai Kecamatan Bangkinang

RADARPEKANBARU.COM - Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta istri, anak-anak dan menantu pulang ke kampung halamannya di Desa Muara Uai Kecamatan Bangkinang Seberang Kabupaten Kampar, Riau, untuk ziarah kubur pada hari raya puasa enam.

 
"Kuburan nenek, kakek, orantua dan mertua saya di sini semua," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, di Pekanbaru, Rabu (13/7).
 
Ziarah Kubur merupakan tradisi pada Lebaran hari keenam bagi warga setempat. Pada saat itulah, warga yang sudah merantau dari Kampar seperti Wali Kota Firdaus pulang kampung untuk ziarah ke kuburan para leluhur.
 
"Tahun ini terlihat lebih ramai, karena banyak yang pulang dari perantauan," terangnya.
 
Ia menjelaskan manfaat raya puasa enam ini selain ziarah juga jadi ajang reuni. Bahkan ada yang dulunya tidak kenal bisa bertemu di pusara karena satu keturunan nenek moyang.
 
"Tadi ada saudara masih satu buyut kami, selama ini tidak saling kenal bertemu di kuburan," katanya menambahkan.
 
Firdaus menerangkan kuburan pertama yang didatangi pemakaman umum Desa Muara Uai Kecamatan Bangkinang Seberang.
 
"Kuburan orangtua laki-laki dan perempuannya Datuk Paduko Pado pertama saya ziarahi," terangnya.
 
Dari situ perjalanan disambung ke pemakaman Binuang disini mertuanya dikuburkan.
 
"Disini nenek saya dan mertua," kata Firdaus lagi.
 
Usai ziarah kubur walikota lanjut bersilahturahmi ke rumah keluarganya.
 
Pantauan antara usai membacakan doa di makam para keluarga menikmati makanan kecil yang dibawa dari rumah.
 
"Ada lemang topung, lemang pulut, sarikayo, dan aneka buah," kata Ida salah satu warga Kampar.
 
Hari raya puasa enam adalah tradisi masyarakat Kampar, Riau yang dilakukan enam hari setelah Idul Fitri. Rangkaiannya ziarah lalu silahturahmi ke rumah saudara.
 
Di Kampar terdapat puluhan pemakaman umum dan keluarga. Sesuai tradisi kaum pria pada hari raya enam berjalan kaki berombongan menziarahi makam bergantian.
 
Sementara disisi lain kaum perempuan menyediakan sajian aneka makanan di mesjid-mesjid sambil menunggu kaum pria pulang ziarah dan langsung makan bersama.
 
Dengan bercirikhas kain sarung di pundak serta kopiah kaum pria mulai pagi hingga siang menyelesaikan ziarah berombongan lalu makan bersama ke mesjid di kampung masing-masing. (ant)
 
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »