PILIHAN +INDEKS
Raya Enam, Wako Pekanbaru Ziarah Kubur ke Bangkinang
Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta istri, anak-anak dan menantu pulang ke kampung halamannya di Desa Muara Uai Kecamatan Bangkinang
RADARPEKANBARU.COM - Wali Kota Pekanbaru Firdaus beserta istri, anak-anak dan menantu pulang ke kampung halamannya di Desa Muara Uai Kecamatan Bangkinang Seberang Kabupaten Kampar, Riau, untuk ziarah kubur pada hari raya puasa enam.
"Kuburan nenek, kakek, orantua dan mertua saya di sini semua," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, di Pekanbaru, Rabu (13/7).
Ziarah Kubur merupakan tradisi pada Lebaran hari keenam bagi warga setempat. Pada saat itulah, warga yang sudah merantau dari Kampar seperti Wali Kota Firdaus pulang kampung untuk ziarah ke kuburan para leluhur.
"Tahun ini terlihat lebih ramai, karena banyak yang pulang dari perantauan," terangnya.
Ia menjelaskan manfaat raya puasa enam ini selain ziarah juga jadi ajang reuni. Bahkan ada yang dulunya tidak kenal bisa bertemu di pusara karena satu keturunan nenek moyang.
"Tadi ada saudara masih satu buyut kami, selama ini tidak saling kenal bertemu di kuburan," katanya menambahkan.
Firdaus menerangkan kuburan pertama yang didatangi pemakaman umum Desa Muara Uai Kecamatan Bangkinang Seberang.
"Kuburan orangtua laki-laki dan perempuannya Datuk Paduko Pado pertama saya ziarahi," terangnya.
Dari situ perjalanan disambung ke pemakaman Binuang disini mertuanya dikuburkan.
"Disini nenek saya dan mertua," kata Firdaus lagi.
Usai ziarah kubur walikota lanjut bersilahturahmi ke rumah keluarganya.
Pantauan antara usai membacakan doa di makam para keluarga menikmati makanan kecil yang dibawa dari rumah.
"Ada lemang topung, lemang pulut, sarikayo, dan aneka buah," kata Ida salah satu warga Kampar.
Hari raya puasa enam adalah tradisi masyarakat Kampar, Riau yang dilakukan enam hari setelah Idul Fitri. Rangkaiannya ziarah lalu silahturahmi ke rumah saudara.
Di Kampar terdapat puluhan pemakaman umum dan keluarga. Sesuai tradisi kaum pria pada hari raya enam berjalan kaki berombongan menziarahi makam bergantian.
Sementara disisi lain kaum perempuan menyediakan sajian aneka makanan di mesjid-mesjid sambil menunggu kaum pria pulang ziarah dan langsung makan bersama.
Dengan bercirikhas kain sarung di pundak serta kopiah kaum pria mulai pagi hingga siang menyelesaikan ziarah berombongan lalu makan bersama ke mesjid di kampung masing-masing. (ant)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Diupah Rp100 Juta, Kurir Jemput Narkoba Dari Malaysia Ditangkap Di Bengkalis
RADARPEKANBARU.COM - Upaya penyelundupan narkotika d.
Pekanbaru Job Fair 2026 Hadir di Mal SKA, 1.417 Lowongan Kerja Tersedia
RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.
SPMB SMA/SMKN, Disdik Riau Ingatkan Calon Siswa Tak Paksakan Diri Masuk Sekolah Tertentu
RADARPEKANBARU.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Provi.
3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah pusat melalui Kement.
Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
RADARPEKANBARU.COM - Luasan kebakaran hutan dan laha.
31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 31 SMA Negeri di Provi.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








