Inilah Potret Kemiskinan Negri Kami,OP 7.000 Elpiji Bersubsidi Pekanbaru Diserbu Warga

Dibaca: 31075 kali  Jumat,29 Mei 2015
Inilah Potret Kemiskinan Negri Kami,OP 7.000 Elpiji Bersubsidi Pekanbaru Diserbu Warga
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM- Sebanyak 7.000 tabung elpiji tiga kilogram yang dijual pada operasi pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama PT Pertamina di 12 kecamatan di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis, ludes diserbu warga.

Bahkan beberapa warga yang tidak kebagian, terpaksa pulang dengan kecewa.

"Saya bahkan tidak tahu informasi sehingga tidak kebagian," keluh Ana, salah satu warga di Jalan Fajar, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan , Payung Sekaki, Pekanbaru.

Ana mengaku pekan kemaren sudah membeli gas tiga kilogram di pengecer seharga Rp30.000 per tabung.

Ia yang tinggal di pinggiran mengaku tidak pernah membeli gas pada pangkalan, karena stoknya selalu habis dan tidak tersedia. Sehingga, terpaksa saat kehabisan gas, harus membeli pada warung pengecer disekitar rumahnya yang nota bene semua menjual gas bersubsidi ini.

"Tidak pernah saya mendapati harga gas tiga kilo Rp16.000 per tabung, selalu lebih mahal," ungkapnya.

Kabid Perdagangan, Disperindag Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, membenarkan Operasi Pasar (OP) yang telah mereka lakukan dengan cepat habis terjual.

"Untuk OP kali ini kami sudah lakukan serentak di 12 Kecamatan," kata Kabid Perdagangan, Disperindag
Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, di Pekanbaru, Kamis.

Irba mengakui pihaknya melakukan OP setelah menerima keluhan masyarakat Pekanbaru belakangan ini sulit mendapat gas bertabung melon. Selain itu harganya yang melambung hingga Rp30.000 pertabung, membuat rakyat menjerit.

Irba merinci pihaknya sudah menyebar OP pada 12 Kecamatan, dengan jatah tabung yang dijual per Kecamatan mencapai 600.

"Kami sudah koordinasi dengan para Lurah untuk mengabari warganya," tutur dia.

Meski diakuinya jumlah ini dirasa belum maksimal dan mencukupi semua keinginan warga. Namun setidaknya bisa menekan dan mengurangi beban kelangkaan diluar distribusi normal yang dipasok oleh agen ke pangkalan.

Sehingga, stok harian yang terus diedarkan oleh agen ke pangkalan kembali bisa menumpuk, tidak habis dalam hitungan menit saat bongkar.

"Kalau warga sudah miliki gas di rumah masing-masing maka stok di pangkalan akan tersedia, tidak rebutan lagi seperti dua pekan lalu," paparnya.

Dengan demikian otomatis oknum pengecer yang bermain akan menurunkan harga gasnya karena masyarakat tidak lagi membeli ke pengecer tetapi ke pangkalan.

Apalagi per 1 Juni 2015 ini, Pemerintah Pekanbaru mulai memberlakukan instruksi Wali Kota terkait pelarangan pengecer dilarang menjual gas elpiji.

Pangkalan yang kedapatan menjual dan bermain dengan pengecer demi disparitas harga, akan langsung ditutup ijin operasionalnya.

"Kami sudah punya dasar hukum untuk menutup yakni instruksi Wali Kota, jadi jangan coba-coba bermain," ancamnya tegas.(ant)
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »