6.398 Warga RI Ditolak Masuk Malaysia 10 Bulan Terakhir

Dibaca: 2452 kali  Sabtu,30 November 2019
6.398 Warga RI Ditolak Masuk Malaysia 10 Bulan Terakhir
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.Sebanyak 6.398 pengunjung asal Indonesia ditolak masuk Bandar Udara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sejak 1 Januari 2019 hingga 31 Oktober 2019 karena tidak memenuhi persyaratan masuk Malaysia.

"Total pengunjung yang terkena Notis Penolakan Masuk (NTL) sebanyak 44.941 orang. Terbanyak dari Indonesia, disusul India, Cina, Bangladesh, dan Myanmar," ujar Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia (JIM), Dato' Indera Khairul Dzaimee Bin Daud, kepada wartawan di Kuala Lumpur, Jumat (29/11).

Departemen Imigrasi Malaysia tidak akan kompromi dalam isu keamanan dan kedaulatan negara. "Tindakan tegas tetap diambil terhadap siapapun orang asing yang meragukan atau tidak memenuhi syarat di Pintu Masuk Negara (NTL),” kata dia.

Dia menegaskan, pengunjung asing yang mempunyai visa ataupun dokumen yang lengkap akan tetap dicek secara mendalam dan tepat oleh pegawai imigrasi sebelum diperbolehkan masuk.

Dia menjelaskan, semua pengunjung asing perlu mematuhi peraturan dan memenuhi syarat-syarat mengikuti standard operating procedure (SOP) pemeriksaan imigrasi.

Dia antaranya mempunyai tiket pulang, tempat penginapan, paspor yang sah dan tidak kadaluarsa, tidak dalam daftar hitam, bukti pembiayaan yang mencukupi selama di Malaysia dan visa bagi pengunjung yang perlu tinggal di Malaysia. "Jika syarat-syarat ini tidak dipenuhi, pengunjung asing bisa dikenakan arahan NTL," katanya.

Semasa gangguan sistem di Bandara KLIA baru-baru ini JIM telah mengambil langkah yang ketat sepanjang masa gangguan tersebut untuk memastikan kawasan pintu masuk negara tidak diizinkan.

"Sepanjang gangguan sistem ini sebanyak 365 pengunjung asing telah dikenakan arahan NTL karena tidak memenuhi syarat-syarat masuk," katanya.

Untuk memastikan keamanan pintu masuk negara Kementrian Dalam Negeri telah memperuntukkan sebanyak 20 juta ringgit Malaysia untuk memasang CCTV mulai 1 Januari 2020.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »