Meneguhkan Syahadat
RADARPEKANBARU.COM.Syahadat merupakan gerbang masuk seseorang ketika hendak menjadi Muslim. Dua untai kalimat bermakna "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah" tidak sesederhana yang terlihat.
Kalimat ini menjadi sumpah setia seorang hamba kepada Tuhannya dan seorang pengikut kepada junjungannya. Saat sumpah itu benar-benar dihujamkan, maka empat rukun Islam yang lain - shalat, puasa, zakat, pergi haji - pun akan mudah dilakukan.
Dari segi tata bahasa, kalimat syahadat memiliki makna terdalam. Pengucapan kalimat tidak ada tuhan adalah komitmen seorang hamba untuk "mengesampingkan" apa pun.
Penyembahan terhadap bumbu-bumbu dunia seperti keluarga, anak, istri, harta, dan jabatan harus dikesampingkan pada waktu awal pengucapan. Penambahan kata "selain Allah" menjadi bukti Allah adalah satu-satunya yang patut dipertuhankan.
Sementara, kalimat Rasulullah utusan Allah menjadi komitmen seorang Muslim untuk mengikuti segala sunah yang diajarkan Nabi. Syahadat berarti ikrar (pengakuan), sumpah dan perjanjian.
Pada QS al-Imran ayat 18, Allah SWT berfirman "Allah menyatakan tidak ada tuhan selain Dia; demikian pula para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." Di ayat yang lain, Allah SWT berfirman tentang status Rasulullah SAW sebagai utusan. "Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan."(QS al-Ahzab ayat 45).
Kunci Surga Menurut Hadits Nabi: Syahadat dan Sholat
Kalimat tauhid La ilaha illallah merupakan kunci.
Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya salah satu kebutuh.
Seberapa Sering Kita Merasakan Waktu Berjalan Begitu Cepat? Ini Penjelasan Ulama
RADARPEKANBARU.COM - Betapa cepatnya hari-hari berla.








