• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3576 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3560 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3530 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3609 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3550 Kali

  • Home
  • Internasional

Kebijakan Rusia Sulitkan Bantuan Kemanusiaan ke Ghouta

Redaksi Radarpku

Jumat, 02 Maret 2018 08:31:53 WIB
Cetak
Kebijakan Rusia Sulitkan Bantuan Kemanusiaan ke Ghouta

RADARPEKANBARU.COM. - Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan rencana Rusia untuk menghentikan pertempuran di Ghouta timur Suriah selama lima jam perlu diperpanjang. Perpanjangan ini diperlukan agar pengiriman bantuan masuk untuk warga sipil dan evakuasi kasus medis memungkin segera dilakukan. "Anda gagal membantu kami dalam menolong warga sipil di Suriah.Ghouta Timur tidak menghormati hukum internasional," ujar Penasihat Kemanusiaan PBB Jan Egeland kepada diplomat dari 23 negara bagian yang menghadiri sebuah pertemuan mingguan di Jenewa, Kamis (1/3).

Egeland mengatakan sebuah koridor bantuan kemanusiaan membutuhkan komitmen dua arah karena beberapa konvoi memasuki Ghouta timur setiap pekan. PBB mencatat 1.000 kasus medis menjadi prioritas evakuasi untuk perawatan. Menurutnya, PBB tidak terlibat dalam perundingan yang menyebabkan deklarasi jeda lima jam karena waktu tersebut tidak cukup untuk bantuan kemanusiaan. "Saya harus mengatakan bahwa saya tidak tahu ada pihak yang mengira lima jam sudah cukup bagi kita untuk bisa mendistribusikan bantuan ke Ghouta timur dan untuk mengatur evakuasi medis secara teratur," katanya mengenai deklarasi sepihak Rusia tersebut.

Selama pertemuan kelompok tugas kemanusiaan di Jenewa tersebut, PBB mendapat pemberitahuan bahwa mereka mendapat izin dari Damaskus untuk pergi ke Douma di Ghouta timur. "Kami memiliki 43 truk yang harus pergi ke sana dan segera setelah kami mendapatkan izin," kata Egeland. Utusan Suriah untuk PBB Staffan de Mistura mengatakan PBB tidak akan menyerah untuk gencatan senjata 30 hari penuh, sebagaimana diamanatkan oleh Dewan Keamanan PBB Sabtu lalu.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Organisasi Perawatan Kesehatan dan Bantuan (UOSSM) yang bekerja di Suriah, Ghanem Tayara mengatakan sekitar 1.123 pasien memerlukan evakuasi dari Ghouta timur, di mana dua rumah sakit telah dibom sejak resolusi gencatan senjata. "Itu berarti orang-orang ini akan meninggal dalam beberapa hari ke depan jika kita tidak mengeluarkan mereka, mereka membutuhkan unit perawatan intensif," katanya. Rusia, sekutu kuat Presiden Suriah Bashar al-Assad, telah meminta gratifikasi lokal lima jam sehari untuk menetapkan apa yang mereka sebut sebagai koridor kemanusiaan sehingga bantuan dapat masuk ke dalam wilayah kantong dan warga sipil dan yang terluka dapat meninggalkan wilayah tersebut untuk memperoleh bantuan medis.

Tapi gencatan senjata pertama pada Selasa gagal saat pemboman dan penembakan dilanjutkan setelah jeda sebentar. Moskow, mengatakan bahwa kelompok pemberontak yang berbasis di Ghouta timur adalah teroris dan tidak dilindungi oleh resolusi PBB. Kelompok pemberontak mengatakan mereka akan menerima gencatan senjata penuh dan menolak mencegah warga sipil meninggalkan daerah tersebut.

Mereka mengatakan orang-orang takut ditangkap meskipun ada janji Rusia bahwa siapa pun yang menyerah kepada pemerintah Suriah akan aman. Sekutu utama Assad lainnya, Iran, mengatakan akan terus mendukung upaya perangnya. Teheran telah menempatkan aliansi milisi Syiah di Suriah sejak awal konflik. "Musuh tidak bisa berbuat apa-apa jika kita memenuhi tugas kita. Iran akan terus mendukung pemerintah Suriah," ujarPemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei seperti dikutip oleh televisi pemerintah.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:52:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:55:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Kibarkan Bendera Perang Ekonomi Besar-besaran terhadap Iran

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:04:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden Amerika Serikat.

Internasional

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:40:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

HUT ke-81 RI, AS Ucapkan Selamat dan Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:03:26 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Ingin Selat Hormuz jadi Wilayah AS

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:44:17 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
22 Agustus 2026
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
22 Agustus 2026
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
22 Agustus 2026
Jalan Hidup Dakwah
22 Agustus 2026
Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?
22 Agustus 2026
Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan
22 Agustus 2026
Pekanbaru Siaga Penanggulangan Karhutla
21 Agustus 2026
Polda Riau Geledah RSD Madani, 323 Dokumen Dugaan Korupsi Disita
21 Agustus 2026
Seragam Gratis, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pertimbangkan Pemberian Tas dan Sepatu Gratis
21 Agustus 2026
Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin
21 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
  • 2 Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
  • 3 Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
  • 4 Jalan Hidup Dakwah
  • 5 Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?
  • 6 Malaysia Tutup 591 Sekolah di Sarawak akibat Kabut Asap Kalimantan
  • 7 Pekanbaru Siaga Penanggulangan Karhutla

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com