Antusias Warga Membludak
Parade Makanan Melayu Mahasiswa FBN Tangkerang Tengah Berlangsung Meriah
Pekanbaru – Mahasiswa FBN Kelurahan Tangkerang Tengah Universitas Riau sukses menyelenggarakan Parade Makanan Melayu di Aula Kantor Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru, pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa dalam mendukung implementasi SDGs Melayu yang diinisiasi oleh pihak kampus sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya Melayu melalui kekayaan kuliner tradisional.
Acara tersebut dihadiri oleh Bapak dan Ibu Lurah Tangkerang Tengah, Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat Kelurahan Tangkerang Tengah, Tim Penggerak PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM/LPS), para Ketua RT dan RW, mahasiswa FBN Tangkerang Tengah, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan kegiatan.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar. Setelah itu, seluruh tamu undangan, mahasiswa, dan masyarakat mengikuti senam pagi bersama yang dilaksanakan di halaman Kantor Kelurahan Tangkerang Tengah. Suasana kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya salah satu pelaku UMKM lokal, Koki Bulat, yang membagikan teh gratis kepada para peserta dan pengunjung melalui stan UMKM yang telah disediakan panitia.
Usai senam pagi, peserta parade diarahkan menuju aula untuk melakukan proses registrasi sebelum memulai perlombaan memasak. Sebanyak enam tim yang berasal dari berbagai unsur masyarakat Kelurahan Tangkerang Tengah telah mendapatkan pembagian menu yang berbeda. Masing-masing tim bertugas mengolah satu hidangan khas Melayu, yaitu Roti Jala, Luti Gendang, Asam Pedas Ikan Patin, Mi Sagu, Pulut Bertoping, dan Es Buah Jadoel.
Panitia memberikan waktu 1 jam 30 menit kepada seluruh peserta untuk menyelesaikan hidangan mereka. Selama proses memasak berlangsung, suasana aula dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta yang saling bekerja sama membagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah makanan, hingga menata sajian sebaik mungkin. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkenalkan kembali makanan tradisional Melayu kepada generasi muda.
Setelah waktu memasak berakhir, dewan juri mulai melakukan proses penilaian terhadap seluruh hidangan yang telah disajikan. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, yaitu cita rasa, keindahan penyajian (plating), kekompakan tim, ketepatan waktu penyelesaian, serta kebersihan selama proses memasak. Seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka sehingga proses penjurian berlangsung cukup kompetitif.
Setelah melalui proses penilaian, dewan juri mengumumkan para pemenang dari enam tim yang telah berpartisipasi. Tim-tim terbaik kemudian menerima hadiah dan sertifikat penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh pihak kelurahan bersama mahasiswa FBN Tangkerang Tengah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat mereka dalam melestarikan kuliner Melayu.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara seluruh tamu undangan, panitia, peserta, dewan juri, dan masyarakat sebagai simbol keberhasilan penyelenggaraan Parade Makanan Melayu. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agenda yang berkelanjutan sehingga budaya kuliner Melayu tetap dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui penyelenggaraan Parade Makanan Melayu ini, mahasiswa FBN Tangkerang Tengah menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dapat dilakukan melalui seni dan tradisi, tetapi juga melalui kuliner sebagai bagian dari identitas masyarakat Melayu. Selain mendukung program SDGs Melayu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, memberdayakan UMKM lokal, serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan Kelurahan Tangkerang Tengah. Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh peserta dan masyarakat, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.(***)
SDN 127 Pekanbaru Hanya Terima 4 Siswa Baru, DPRD Panggil Disdik Cari Penyebab
RADARPEKANBARU.COM - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru .
BK DPRD Riau Mulai Usut Kisruh Banggar, Parisman dan Eet Dipanggil
RADARPEKANBARU.COM - Badan Kehormatan (BK) DPRD Prov.
Dalam Pledoi Dani Minta Maaf kepada Masyarakat Riau, Sebut Hanya Jalankan Perintah Gubernur
RADARPEKANBARU.COM - Terdakwa Dani M Nursalam menyam.
Sinergi Pemkab dan Kemenag Kampar, Bupati Ahmad Yuzar Tanam Bibit Durian dalam Gerakan Penghijauan Ekoteologi
Radarpekanbaru – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.S.
Gelar Edukasi MPLS Ramah 2026, Diskominfo Kampar Bekali Siswa SMAN 1 Bangkinang Kota Bijak Bermedia Sosial dan Waspada Bahaya Gawai
Radarpekanbaru – Dalam upaya membentuk generasi mu.
Bupati Kampar Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, DPRD Kampar Apresiasi Opini WTP Ke-10 Berturut-turut
Radarpekanbaru – Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.S.








