Rumah Makan Purnama Bukit Barisan Jual Gas Subsidi
RADARPEKANBARU.COM. Tegang dan panik tampak terlihat di wajah Wahid, pemilik Rumah Makan Purnama di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Tenayanraya. Ia kedatangan belasan anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Selasa (16/1).
Kedatangan tim tersebut atas laporan warga setempat yang menyebutkan rumah makan tersebut menjual gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg). Harga gas juga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung.
Pemilik rumah makan menjual seharga Rp25 ribu per tabung. Sempat terjadi perdebatan antara pemilik rumah makan dan Tim Satgas. Wahid menolak jika puluhan tabung gas melon tersebut diangkut. Ia mengatakan, hanya menjual stok gas lama dari pangkalan gas. “Pak, jangan diangkut tabungnya. Kami hanya menjual gas stok lama saja,” kata Wahid kepada petugas. “Tidak bisa, Pak. Wajib kami angkut, karena Bapak pemilik rumah makan tidak berhak menjual gas bersubsidi. Jika bapak melarang kami mengangkut, tim kepolisian turut menyita dan menyegel tempat ini,” kata salah seorang anggota Tim Satgas DPP.
Akhirnya tabung gas tersebut diangkut petugas. Wahid pun diperintahkan untuk datang ke Kantor DPP pada Rabu ini untuk menjelaskan perkara dirinya menjual tabung gas bersubsidi tersebut. Berdasarakan pantauan di lapangan, tim Satgas DPP menyita sebanyak 47 tabung gas 3 kg.
Kepala DPP Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga sejak Sabtu lalu bahwa pemilik Rumah Makan Purnama menjual gas elpiji 3 kg. Berdasarkan laporan tersebut, timnya turun terlebih dahulu melihat situasi apakah benar dijual di atas HET. “Dan teryata benar laporan dari warga tersebut.
Kami langsung menyita gas melon tersebut,” katanya. Terkait temuan dari sidak itu, Ingot katakan pihaknya memangil pemilik rumah makan untuk dimintai keterangan. Selain itu tim juga mendapati rumah makan tersebut memakai gas subsidi untuk memasak. Padahal sesuai aturan, ada larangan rumah makan atau restoran memakai gas bersubsidi. ‘’Karena omzet mereka di atas Rp1 juta per hari,’’ kata Ingot.(Rp)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








