• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2668 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 5009 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5040 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4974 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5132 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Jalan Terjal Ustaz Somad

Redaksi Radarpku

Jumat, 05 Januari 2018 14:07:12 WIB
Cetak
Jalan Terjal Ustaz Somad

RADARPEKANBARU.COM - Dai fenomenal itu bernama Ustaz Abdul Somad (UAS). Ceramah-ceramahnya viral melalui media sosial, seperti Youtube, Facebook, dan Whatsapp.

Ceramahnya yang renyah ditonton jutaan orang sehingga namanya melambung dan tawaran ceramah datang dari berbagai penjuru negeri sampai luar negeri. Masyarakat tertarik dan antusias mendengar siraman rohaninya secara langsung.

Sependek pengetahuan penulis, berikut kelebihan UAS yang membuatnya fenomenal. Pertama, UAS menguasai ilmu agama. Alumnus Al-Azhar Mesir dan Maroko bidang hadis ini adalah anggota MUI Riau, pengurus NU Riau, dan dosen hadis UIN Riau.

Dia adalah antitesis dai selebritas yang sering muncul di televisi, yang diragukan kedalaman ilmu agamanya. Jawaban spontannya terhadap pertanyaan-pertanyaan jamaah, menunjukkan keluasan dan kedalaman ilmunya.

Kedua, intonasi dan pilihan kata (diksi) dakwah UAS lembut, tidak keras, dan tidak kasar. Dia tidak berapi-api dan mengalir alami sehingga sesuai selera banyak kelompok Muslim. Dakwah yang keras dan kasar cenderung tidak bisa diterima Muslim Indonesia.

Dia juga bersedia menjawab pertanyaan jamaah tentang persoalan keagamaan. Ketiga, UAS tidak mengejar dunia tapi akhirat. Dia (sampai saat ini) tidak pasang tarif. Meski sudah menjadi dai level nasional bahkan internasional.

Ia menyerahkan honor kepada kesanggupan panitia, bahkan (konon) rela tidak dibayar asal bisa berdakwah di tengah masyarakat.

Jam terbang tinggi, jadwal padat, dan honor tinggi menyebabkan dai-dai sebelumnya hanya milik kelompok muslim tertentu (elitis). Hanya masyarakat, pejabat, dan lembaga pemerintah berduit yang bisa mengundang dai yang pasang tarif tinggi. Padahal, dai itu milik umat, siapa saja, dan kalangan mana saja, yang membutuhkan pencerahan.

Keempat, UAS juga menjaga komitmen. Ia tidak mau membatalkan janji ceramah di tempat tertentu karena diundang pihak yang lebih penting (istana, misalnya) atau karena bayarannya lebih besar. Ia mementingkan menepati janji kepada umat daripada mengejar uang dan popularitas.

Kelima, kecuali lembut dan santai, ceramah UAS juga tidak membosankan karena lucu. Ia mampu membuat jamaah tertawa atau tersenyum.

Ia secara spontan mampu menyelipkan guyonan dalam ceramahnya, seperti Zainudin MZ dan Aa Gym. Selain materi ceramah berbobot penuh ilmu, menjawab persoalan riil masyarakat, guyonan yang tidak berlebihan diperlukan agar dakwah tidak membosankan dan membikin kantuk.

Popularitas UAS tidak lepas dari peran media sosial. Media cetak dan daring turut membesarkan UAS. Dia dianggap dai harapan baru umat dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Bobot ceramah dan gayanya menarik banyak media massa dan umat. Tiap-tiap masa ada tokohnya, mungkin inilah masanya UAS. Peluang ini harus dimanfaatkan UAS sebaik-baiknya. Umat membutuhkan dai yang sejuk, santun, sederhana, dan konsisten.

Dai yang dekat dan diterima semua golongan masyarakat. Dai yang mengabarkan Islam yang lembut, moderat, penuh cinta, mendukung NKRI, dan Pancasila. Perjalanan UAS dalam dakwah tidak akan mudah.

Jalan yang telah dan akan dilalui pasti terjal dan berliku. Fitnah mendukung khilafah, anti-NKRI dan Pancasila, tidak mendukung pemerintah, pendukung teroris, membuatnya dipersekusi dan ditolak di Bali dan dideportasi dari Bandara Hong Kong.

UAS juga batal tampil di Masjid Nurul Falah, Kompleks PLN Gambir, Jakarta Pusat (28/12/2017).Tahun politik 2018-2019 juga akan menguji konsistensi UAS dalam dakwah.

Popularitasnya bisa dimanfaatkan tokoh, ormas, atau partai politik tertentu untuk menaikkan elektabilitas. Dia sebaiknya tetap konsisten dalam gerakan dakwah, tidak menjadi partisan partai. Dia milik semua umat bukan golongan tertentu.

UAS juga harus bisa menundukkan ego dirinya. Saat ini masyarakat se-Indonesia mengelu-elukan, memuji, dan membanggakannya. Kultus masyarakat terhadapnya bukan hal mustahil-sesuatu yang pasti disadari dan tidak diinginkannya.

Ia harus bisa melewati fase berada di atas dan puja-puji ini agar tidak lupa diri dan terpuruk. Sebaliknya, UAS tidak boleh mundur dari gelanggang dakwah hanya karena takut kalah atau lupa diri.

Sebaliknya, ia harus tetap melanjutkan perjalanan panjang dakwah ini dengan tetap tawadhu sehingga banyak masyarakat tercerahkan. Ini baru fase awal dakwah UAS, fase-fase berikutnya akan lebih menantang sekaligus penuh tantangan.

Tantangan terakhir UAS adalah keseimbangan sebagai dosen dan dai. Dia saat ini jauh berbeda dengan yang dulu. Ia tidak lagi milik kampus UIN Riau tapi milik umat Islam Indonesia dan dunia. Waktu ceramahnya padat dan dari Sabang sampai Merauke.

Lelah, pasti. Meski demikian, ia harus tetap mengajar dan mendidik mahasiswa agar bisa mewariskan ilmunya yang luas. Popularitas dai ada masa dan batasnya, tetapi menjadi dosen tiada ada batasnya.

Dengan mengajar di kampus, siapa tahu kelak lahir muridnya yang meneruskan jejak dakwah lisannya. Di kampus, UAS bisa mencetak kader-kader ulama masa depan.

Popularitasnya saat ini adalah hanya bonus tambahan dari hasil ketekunan dan kerja kerasnya selama ini. Semoga Allah memberikan kesehatan dan umur panjang kepada dosen, ulama, dan dai ini sehingga umat Islam menjadi panutan penghuni bumi.(rap)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Sabtu, 07 November 2026 - 09:05:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 - 08:56:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com