• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3567 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3554 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3523 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3599 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3542 Kali

  • Home
  • Opini

Oleh Saidul Tombang

Komunis Berkuasa , Sejarah Peradaban Melayu dan Islam Lenyap di Vietnam

Redaksi Radarpku

Senin, 02 Oktober 2017 08:00:56 WIB
Cetak
Komunis Berkuasa , Sejarah Peradaban Melayu dan Islam Lenyap di Vietnam
Komunis Berkuasa , Sejarah Melayu dan Islam Lenyap di Vietnam | Oleh Saidul Tombang

RADARPEKANBARU.COM-Subuh bergerak cepat. Saat itu, kami berada di pusaran kabut sebuah kedai kopi. Tempat bus antar kota kerap berhenti. Nama rest cafe ini Tram Dung Chan Hung Thinh 4. Kami ngopi di sana. Walau dingin, kopi di Vietnam tetap dihidangkan pakai es. Kalau minta panas, kopi di Vietnam selalu berisi seperempat gelas saja. Dan, kopi Vietnam memang enak. Walau di Jakarta pernah mematikan, itu bukan karena kopinya, tapi karena sianidanya. Nama kerennya kopi Mirna.

Jumat (22/10) ini adalah malam pertama kami di Vietnam. Bayangan tentang negeri ini memang sangat menggelitik hati. Sejak awal diberi tahu, bahwa ada rombongan penulis dan sastrawan yang akan bermuhibah ke sana, saya langsung menyatakan ketertarikan. Saya  memang sangat tertarik untuk datang ke negeri seperti ini. Bukan karena cerita bahwa gadis-gadis Vietnam yang kecil mungil namun cantik samlehoi, tapi lebih karena di sini, di negeri ini, dulu pernah berdiri peradaban Melayu beribu tahun. Di sini pernah mendengung suara adzan dan orang-orang membaca Alquran. Di sini, di tanah bertuah ini, dulu berdiri Kerajaan Champa, induk segala kerajaan Melayu di nusantara. Islam menjadi agama 'resmi' dan mayoritas tunggal di negeri ini dalam waktu lama.

Namun kini Melayu dan Islam hanyalah cerita lama pengantar tidur. Dia hanya pemanis bibir dan menyenang-nyenangkan hati. Karena pada kenyataannya, di Vietnam hanya ada sekitar 700 ribu muslim dari total lebih 100 juta penduduknya. Tak sampai 1 persen. Di negara yang memiliki garis pantai 3.642 Km itu hanya ada 70 masjid dan 1 pondok pesantren. Sudahlah jumlahnya sedikit, aktivitas ibadahnya pun luar biasa dipersulit. Kalaulah tidak ada penetapan dari Perserikatan Bangsa-bangsa untuk kembali melestarikan kerajaan yang hilang, yaitu Empire of Champa, pastilah Vietnam masih menjadi misteri. Pastilah Vietnam menjadi kawasan eksklusif yang tidak semua orang bisa masuk ke sana.

Malam itu, di kedai kopi yang lengang, kami  memang terbabit dalam cerita tentang komunisme. Dengan suara agak lantang seperti orang Vietnam yang juga suka berbicara keras. Namun setiap kami bicara komunis, sang sastrawan Vietnam yang bertindak sebagai guide, langsung mengerlingkan mata. Seperti tidak suka. Dia pun berucap sedikit berbisik, ''Di sini kite kena cakap soal komunis tak bolehlah. Banyak spy di sini,'' katanya.

Yap, spy! Mata-mata! Itulah kalimat pembungkam mulut kami. Ternyata Vietnam bukanlah negeri yang ramah bagi pengunjungnya. Apalagi bagi turis muslim dan Melayu, Vietnam bukanlah negeri yang bersahabat. Tapi dasar sastrawan. Dasar penulis. Tetap saja mulut tak bisa dibungkam (apalagi tulisannya!). Sebagai siasat, setiap kami harus mengucapkan kata komunis, kami akan menggantinya dengan 'ayam'. Apa hubungannya komunis dengan ayam? Tak ada. Ini hanya untuk menghemat nyawa saja.

Ayam eh komunis di Vietnam adalah momok yang sangat menakutkan. Bagi warga Vietnam Selatan, komunis adalah penjajah. Mereka adalah orang-orang Vietnam Utara yang dibantu China dan Uni Soviet yang telah menjajah negeri mereka,. Yang telah membunuh saudara-saudara muslim mereka. Yang telah menghancurkan peradaban mereka. Yang telah menghilangkan bahasa mereka. Yang telah menghilangkan kebebasan hidup, kebebasan berbicara, kebebasan beribadah.

Kami sampai di Paduranga dengan mata yang sulit terpejam seyelah 7 jam di perjalanan. Setelah dirazia polisi Vietnam dan kemudian dilepaskan dengan sejumlah uang tebusan, kami memang tidak menemukan masjid tempat berhenti untuk melaksanakan shalat shubuh. Terpaksalah shalat shubuh di van dengan tayamum di jok kursi. Kami juga jadi tak leluasa berbicara walaupun ini hanya di dalam van dan satu orang Vietnam komunis, yaitu driver. Bukankah sangat bisa jadi sang driver juga merangkap menjadi mata-mata?

Di Paduranga, sebuah kawasan tepi pantai, kami baru dapat menemukan masjid. Di wilayah yang lebih luas dari sebuah provinsi ini kami dapat informasi hanya ada 4 buah masjid Cham Islam. Memang ada 7 masjid Cham Bani, yaitu penduduk yang mengaku muslim tapi tidak menjalankan syariat secara benar. Paduranga ini dulunya adalah pusat kekuasaan Kerajaan Champa. Di sini bermakam Sulthan Umdatuddin, seorang maharaja yang menguasai Champa dan lautan nusantara. Namun, walau ini adalah pusat kekuasaan kerajaan yang maha besar, tak ada puing-puing kejayaan itu yang tersisa. Satu-satunya yang bisa ditunjuk hanyalah makam sang Sulthan yang kini berada di komplek Candi Hindu Champa.

Sejarah Melayu dan Islam memang benar-benar lenyap di Vietnam. Sebenarnya, sebelum tahun 1975, masih banyak situs-situs Champa ang masih berdiri. Beberapa masjid dari abad-abad sebelumnya masih ada. Namun setelah invasi komunis Vietnam Utara ke kawasan ini, akhirnya semua situs itu hancur berantakan. Sekali lagi, bukan hanya kawasan Champa (Vietnam Selatan) ynag dicaplok wilayahnya, penduduk muslimnya juga dibunuh, agamanya dilarang, budayanya dihabisi,  bahkan bahasa mereka pun diganti dengan bahasa Viet Dai.

Dalam beberapa tulisan saya selama di Vietnam, selalu saya akhiri dengan kalimat pesimis, kalimat takut, ''semoga selamat keluar dari Vietnam'. Sebenarnya kalimat itu menjadi bahan batin kami untuk mampu bertahan hidup. Karena, seperti yang disebutkan terdahulu, selama di Vietnam kami memang dimata-matai sejak awal. Proses spy di Vietnam bukan hanya di kedai kopi atau pusat keramaian, bahkan di masjid pun proses spy ini berlangung. (bersambung)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Opini

Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang

Senin, 11 Agustus 2025 - 16:43:12 WIB

Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.

Opini

RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung

Ahad, 04 Mei 2025 - 07:31:35 WIB

Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.

Opini

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital

Rabu, 30 April 2025 - 20:18:01 WIB

Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.

Opini

Harmonis Kepala Daerah dan Wakil

Sabtu, 15 Maret 2025 - 07:12:10 WIB

Harmonis Kepala Daerah dan WakilOleh: Azmi bin RozaliDalam .

Opini

Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas

Senin, 10 Juni 2024 - 22:41:34 WIB

Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.

Opini

Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:47:18 WIB

KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pekanbaru Siaga Penanggulangan Karhutla
21 Agustus 2026
Polda Riau Geledah RSD Madani, 323 Dokumen Dugaan Korupsi Disita
21 Agustus 2026
Seragam Gratis, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pertimbangkan Pemberian Tas dan Sepatu Gratis
21 Agustus 2026
Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin
21 Agustus 2026
Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS
21 Agustus 2026
Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%
21 Agustus 2026
Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan
20 Agustus 2026
Walikota Pekanbaru Pastikan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya
20 Agustus 2026
Ekspor Riau Tembus US$10,49 Miliar pada Semester I 2026
20 Agustus 2026
Ancaman bagi yang tidak Cebok setelah Buang Air Kecil
20 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pekanbaru Siaga Penanggulangan Karhutla
  • 2 Polda Riau Geledah RSD Madani, 323 Dokumen Dugaan Korupsi Disita
  • 3 Seragam Gratis, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pertimbangkan Pemberian Tas dan Sepatu Gratis
  • 4 Jangan Tinggalkan Sholat Istikharah Meski Sudah Yakin
  • 5 Ekspor Minyak Iran Berhenti Total akibat Perang dan Sanksi AS
  • 6 Purbaya: Desil 10 Tak Boleh Beli BBM Subsidi, Anggaran Bisa Hemat 10%
  • 7 Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com