Kejati Riau Membantah Telah Menerima SPDP Kasus PT Hutahean
RADARPEKANBARU.COM - Kejaksaan Tinggi Riau membantah telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap perusahaan perkebunan sawit PT Hutahean dari Kepolisian Daerah setempat terkait kasus lahan diduga di luar Hak Guna Usaha.
"PT Hutahean sekarang belum ada SPDP, saya sudah cek tadi. Belum ada," kata Asisten Pidum Kejati Riau, Zainul Arifin saat pemaparan tahunan periode Januari-Juni 2017 di Pekanbaru, Kamis.
Dia mengatakan keluarnya Sprindik dan SPDP ke Kejati dari kepolisian juga harus ada jaraknya, yakni tujuh hari. Karena itu, pemberitaan yang menyatakan kasus PT Hutahean yang sudah naik ke penyidikan secara administrasi harus diulang lagi penerbitan Sprindik-nya.
Pernyataan telah dikeluarkannya SPDP oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau adalah sekitar awal Juli lalu.
"Jika benar, dipastikan jarak antara Sprindik dan SPDP kalau memang belum diterima Kejati tentu sudah lebih dari tujuh hari sampai saat ini," katanya.
Jika begitu, kata Zainul, kalau di kemudian hari Polda Riau memberikan SPDP maka akan diminta ulang lagi oleh Kejati. Dia mencontohkan ada kasus serupa yang demikian, yakni perkara Gudang Avian Pekanbaru.
"Gudang Avian SPDPnya sudah dikembalikan lagi karena ada batas waktu tujuh hari itu. Itu sudah 30 hari tak ada tindak lanjut P17, maka kita kembalikan berkasnya. Sampai sekarang belum ada kasus itu berkasnya," ungkap Aspidum.
Kepala Kejati Riau, Uung Abdul Syakur menambahkan, adanya waktu jarak itu berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Tujuannya untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang berperkara.
"Ketika lebih kita kembalikan, proses baru lagi, itu saya anjurkan kalau lebih kembalikan. Karena nanti takut di sidangnya bebas, saya tak mau ambil resiko," ujar Uung. (radarpku)
Tak Tinggal Diam, Pasien Gandeng Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kasus Medis Diduga Dilakukan Klinik Arauna BA di Pekanbaru
PEKANBARU - Seorang pasien di Pekanbaru telah melaporkan dugaan tindak pidana te.
287 Ribu Jiwa Diselamatkan! Polres Bengkalis Hancurkan Narkotika Jaringan Internasional Bernilai Rp64,5 Miliar
Radarpekanbaru.com – Polres Bengkalis kembali menu.
Ketua JMSI Meranti Ultimatum PN Bengkalis dan Kejari Meranti: Saya Minta Hukum Seadil-adilnya, Kasus Pencabulan Anak Jangan Ada Bermain Mata
RADARPEKANBARU.COM — Ketua Jaringan Media Siber In.
Gunakan SKGR yang Sudah Batal Untuk Menyerobot Tanah Orang lain, Pemilik Sertifikat Hak Milik Gugat dan Lapor ke Polda Riau
RADARPEKANBARU.COM-Persengketaan tanah di samping kawasan Citraland Pekanbaru ki.
Bahaya, Polri Diminta Untuk Netral Dalam Wilayah Konflik Di Desa Pangkalan Baru, Kampar. Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum
KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperas.
Terkait Hasil Putusan, Petani Koppsa-M Pangkalan Baru Terus Beri Dukungan Kepada Pengurus
KAMPAR - Pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) menyampaikan .








