• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2796 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2752 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2764 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2743 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2748 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Inilah Rosmiati, Bidan Teladan yang Bertugas di Tengah Hutan Inhil

Redaksi Radarpku

Rabu, 21 Desember 2016 23:44:47 WIB
Cetak
Inilah Rosmiati, Bidan Teladan yang Bertugas di Tengah Hutan Inhil
Bidan Rosmiati saat bertugas

RADARPEKANBARU.COM- Masih banyak wilayah Indonesia yang memiliki infrastruktur medis minim. Antara lain, pedalaman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, tempat bidan Rosmiati bertugas. Untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat, pasien mesti ditandu dan menyeberangi sungai berjam-jam.

Penampilannya sederhana dan apa adanya, tapi kreatif. Itulah sosok Rosmiati. Bidan yang bertugas di Puskesmas Pembantu Desa Tunggal Rahayu Jaya, Kecamatan Telukbelengkong, Inhil, itu berhasil menelurkan gagasan cemerlang di tengah kondisi infrastruktur kesehatan yang jauh dari kata layak.

Dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, peraih piala Satu Indonesia 2012 itu bertutur panjang lebar soal suka-duka berdinas di pedalaman Inhil. "Tempat saya benar-benar terpencil, jauh sekali dari kota. Aliran listrik tidak menyala 24 jam setiap hari," ungkap perempuan kelahiran Riau, 27 Oktober 1984, itu.

Alumnus D-3 Akademi Kebidanan Padang 2007 tersebut menjadi bidan PTT (pegawai tidak tetap) mulai 2008 di Pemkab Indragiri Hilir. Dia lalu ditempatkan di desa terpencil di tengah hutan itu.

Baru bertugas, dia sudah dihadapkan pada kondisi kesehatan masyarakat setempat yang memprihatinkan. Yakni, angka kematian ibu dan bayi baru lahir yang cukup besar. "Untuk ukuran desa kecil, angka kematian satu jiwa saja sudah besar," katanya. Di desa itu ada sekitar 1.030 jiwa penduduk.

Istri Juslamin itu berterus terang, gaji pokok sebagai bidan PTT di Inhil Rp 1,2 juta per bulan. Sebagai bidan yang bekerja di daerah khusus, Rosmiati mendapat tunjangan khusus Rp 2 juta per bulan. Dia mengaku penghasilan tersebut sudah cukup untuk hidup bersama suami dan anaknya.

Rosmiati menuturkan, pada awal-awal bertugas sebagai bidan desa, dirinya sering dihadapkan pada kasus-kasus kehamilan dan kelahiran yang ekstrem. Misalnya, dia pernah diminta menolong menangani kasus kelahiran di pedalaman kebun sawit.

"Kasus itu terjadi di kecamatan tetangga. Tapi, karena bidan desanya kosong, saya diminta menolong kelahiran perempuan itu," ujar ibu Rizqi Astra Nugraha, 5 bulan, tersebut.

Padahal, untuk sampai ke lokasi pasien, dirinya harus naik motor dengan jalan tanah yang bergelombang. Karena belum hafal jalan, Rosmiati dan si pengantar berkali-kali tersesat di tengah hutan. Setelah sampai di lokasi, ternyata sudah enam jam ari-ari si bayi tidak keluar dari rahim ibunya.

"Pendarahannya lumayan hebat. Tetapi, bayinya berhasil dikeluarkan dengan selamat berkat bantuan dukun," tegasnya.

Tanpa pikir panjang, Rosmiati langsung merujuk ibu yang kritis itu ke RSUD Pemkab Indragiri Hilir. Namun, evakuasinya sungguh berat. Sebab, di desa tersebut tidak ada ambulans yang siaga. Karena itu, evakuasi terpaksa dilakukan dengan cara manual. Pasien dibawa ke rumah sakit dengan ditandu warga.

Agar tidak kepanasan, pasien dipayungi dengan dedaunan seadanya. Selama hampir dua jam perjalanan, rombongan pasien akhirnya sampai di bibir sungai. Mereka harus menyeberangi sungai yang dalam dan deras untuk bisa menuju RSUD Pemkab Indragiri Hilir.

Penyeberangan itu butuh waktu sangat lama. Lebih dari empat jam. Nahas bagi si ibu. Dia kehabisan darah dan meninggal di atas perahu.

Kasus tersebut menjadi pelajaran berharga buat Rosmiati. Mulai saat itu, dia memperhatikan kondisi pasiennya secara lebih saksama. "Risiko penyulit persalinan sekecil apa pun harus diantisipasi," tegasnya sebagaimana dikutip potretnews.com dari jpnn.com (terbitan Rabu, 10 April 2013 , 00:11:00).

Rosmiati juga menyiagakan sebuah "ambulans" perahu untuk mengangkut pasien yang perlu menyeberangi sungai menuju RSUD di kabupaten. Hanya, untuk sampai ke "ambulans" tersebut, pasien tetap harus ditandu berjam-jam naik turun perbukitan.

Rosmiati menambahkan, persoalan tidak berhenti di situ. Biaya "ambulans" perahu yang mahal juga menjadi ganjalan bagi warga desanya yang kebanyakan kalangan ekonomi rendah. Tarif perahu itu Rp 2 juta-Rp 6 juta per pasien, bergantung jarak yang ditempuh.

Rosmiati pun berpikir keras untuk mengatasi masalah tersebut. Dia akhirnya mendapat ide dengan menggalang dana kesehatan. Yakni, penarikan iuran wajib Rp 2 ribu per kepala keluarga setiap bulan. Dana yang terkumpul diberikan kepada warga yang bersalin. Besarnya sekitar Rp 500 ribu. Tapi, jika warga tersebut harus dirujuk ke RSUD, dana yang diterima juga semakin besar. Yakni, sekitar Rp 1 juta.

Rosmiati juga menggagas tabungan ibu bersalin. Bedanya, nominal tabungan tersebut tidak dipatok. "Kalau tabungan ini, nominalnya terserah warga dan khusus bagi yang hamil saja," terang dia.

Karena nominalnya tidak ditentukan, jumlah tabungan yang dikumpulkan masyarakat bervariasi. Dia mencatat, rekor tabungan persalinan paling banyak mencapai Rp 2 juta. Jika ditambah santunan dana kesehatan yang dia terima, nominal itu sudah cukup untuk ongkos bersalin ke RSUD setempat. "Tetapi, ada juga yang tabungan persalinannya hanya Rp 30 ribu hingga menjelang kelahiran," katanya lantas tersenyum.

Yang jelas, berapa pun tabungan yang terkumpul akan dikembalikan secara utuh kepada pasien. Rosmiati tidak menarik potongan sepeser pun dari tabungan tersebut.

Semangatnya saat ini adalah berkampanye agar semakin banyak warga yang bersedia menabung untuk mempersiapkan persalinan. Sebab, tidak ada yang bisa memperkirakan persalinan akan berlangsung lancar. Dana tabungan pasti akan sangat bermanfaat bagi warga yang bersangkutan.

Rosmiati yang menjadi koordinator bidan tingkat kecamatan itu sangat bersyukur karena peralatan medis di tempatnya bekerja kini lebih komplet. Sebab, akhir tahun lalu, dia menjadi pemenang penghargaan Satu Indonesia 2012 untuk kategori bidang kesehatan. Hadiah yang diterima berupa uang Rp 55 juta. Penghargaan itu diprakarsai Astra Internasional. "Sebagian uangnya saya belikan peralatan medis untuk kelengkapan puskesmas kami," tuturnya.

Sebagai satu-satunya tenaga medis di desa terpencil dengan tingkat kehamilan warganya yang rapat serta ancaman berbagai penyakit, Rosmiati berharap bisa diangkat menjadi PNS (pegawai negeri sipil). "Supaya saya bisa bekerja dengan tenang," ungkapnya.

Selain itu, dia berharap ada penambahan jam singgah perahu atau speedboat ambulans. Selama ini, ambulans terapung masih langka karena harus melayani desa-desa lain di kecamatan itu. Jika di setiap desa ada satu ambulans terapung yang siaga 24 jam, pasien yang dirujuk ke RSUD pun akan cepat tertangani. "Kalau perahu umum, selain harus menyewa, antrenya lama. Kita juga harus carter (sewa)," ujarnya. (PTN)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Rasulullah Berpesan agar Umat Islam Memperlakukan Wanita dengan Baik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:18:44 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Bersegera dalam Kebaikan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:17:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam kehidupan yang serba cepa.

Dakwatuna

Akhlak Rasulullah Ubah Rasa Benci Jadi Cinta

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:18:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Adi bin Hatim adalah kepala suk.

Dakwatuna

Cara Meraih Surga Menurut Ulama Sufi Syekh Hatim Al-Asham

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:26:40 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jalan menuju.

Dakwatuna

Semangat Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Senin, 22 Juni 2026 - 11:56:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pada suatu hari, Nabi Muhammad .

Dakwatuna

Tertidur saat Khatib Menyampaikan Khutbah, Apakah Shalat Jumat Tetap Sah?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:05:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Shalat Jumat merupakan ibadah w.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polisi Lalu Lintas di Riau Salurkan 5.357 Paket Bansos
29 Juni 2026
Plt Gubri Serahkan Data Tunggakan Pajak, Rp20,7 Miliar Jadi Bidikan Kuansing
29 Juni 2026
Pendaftar Jalur Domisili SPMB SMPN Pekanbaru Lampaui Kuota
29 Juni 2026
Terlambat Bertobat, Lima Ayat Alquran Gambarkan Penyesalan Setelah Dikubur
29 Juni 2026
Komnas Perempuan Mestinya Bela Korban Bukan Berdebat Definisi Penyiksaan
29 Juni 2026
Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, 50 Ribu Lainnya Hilang
29 Juni 2026
Musprov FAJI Riau 2026 Tuntas, Erfan Panca Putra Terpilih sebagai Ketua Umum, Panitia Apresiasi Pengabdian Herman Yahya Domo
28 Juni 2026
H Syarif: Potensi Besar Kabupaten Siak Harus Diperjuangkan demi Kesejahteraan Masyarakat
27 Juni 2026
Kirim 112 Peserta, Kafilah Meranti Targetkan Prestasi di MTQ ke-44 Riau
27 Juni 2026
Pemprov Riau Percepat Legalisasi Tambang Rakyat, WPR Kuansing Jadi Prioritas Pengembangan
27 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polisi Lalu Lintas di Riau Salurkan 5.357 Paket Bansos
  • 2 Plt Gubri Serahkan Data Tunggakan Pajak, Rp20,7 Miliar Jadi Bidikan Kuansing
  • 3 Pendaftar Jalur Domisili SPMB SMPN Pekanbaru Lampaui Kuota
  • 4 Terlambat Bertobat, Lima Ayat Alquran Gambarkan Penyesalan Setelah Dikubur
  • 5 Komnas Perempuan Mestinya Bela Korban Bukan Berdebat Definisi Penyiksaan
  • 6 Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Tembus 920 Jiwa, 50 Ribu Lainnya Hilang
  • 7 Musprov FAJI Riau 2026 Tuntas, Erfan Panca Putra Terpilih sebagai Ketua Umum, Panitia Apresiasi Pengabdian Herman Yahya Domo

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com