Poros Muda Partai Golkar Membubarkan Diri
RADARPEKANBARU.COM - Perpanjangan SK kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Riau tahun 2009 membuat partai itu akan segera melangsungkan suksesi lagi. Untuk itu, Poros Muda Partai Golkar yang selama ini menyuarakan persatuan kedua kubu membubarkan diri.
"Untuk menghindari simpang siur informasi, maka kami menganggap penting untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa Poros Muda Partai Golkar sudah resmi membubarkan diri," kata Andi Sinulingga yang selama ini menjadi Jubir Poros Muda Partai Golkar lewat keterangan tertulis, Jumat (19/2/2016).
Menurut Andi, apa yang selama ini mereka perjuangkan sudah tercapai. Meski memang masih menunggu hasil Munas 2016 nantinya.
"Upaya-upaya yang kami lakukan itu sudah berhasil menjadi kesepakatan bersama oleh semua pihak, meskipun upaya rekonsiliasi itu masih menyisakan 3 persoalan penting, yaitu maslah kepanitiaan, masalah kepesertaan dan realisasi pelaksanaan munas yang demokratis, rekonsiliatif dan berkeadilan," ungkap Andi.
Golkar kepengurusan hasil Munas Riau diyakini oleh Poros Muda bisa mewujudkan itu karena merupakan persatuan dua kubu. Oleh karena itu, mereka memilih membubarkan diri agar tak muncul kubu baru.
"Jika pun ada pihak-pihak yang merasa berkepentingan mengatasnamakan Poros Muda Partai Golkar, maka kami menyampaikan bahwa itu di luar tanggung jawab kami sebagai pihak yang selama ini dikenal luas terkait langkah dan kegiatan yang kami lakukan," tutur Andi.
(bpn/tor)
Detikcom
Be Happy: Era Digital Pajak Indonesia Menuju Masa Depan yang Cemerlang
Oleh Ahmad ZayyadiMahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska.
RUU Perampasan Aset: Menanti Pedang Keluar dari Sarung
Oleh: Azmi bin RozaliDi tengah kian merosotnya kepercayaan publik terhada.
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan Digital
Maraknya Hoaks dan Framing Informasi di Era Keuangan DigitalOl.
Tantangan dan Peluang Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas
Pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Kualitas pendidikan yan.
Model pembelajaran diferensiasi dalam konteks kurikulum merdeka menawarkan pendidikan yang lebih adaptif, Inklusif, dan berdaya saing.
KURIKULUM MERDEKA HADIR DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI, MENDORONG PENDIDIKAN YANG LEBIH INKL.








.jpg)